Program Studi Doktor (S3) Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSL) IPB University merupakan program doktor ilmu lingkungan pertama di Indonesia yang secara konsisten menjadi trend setter dalam pengembangan keilmuan lingkungan berbasis sains multi, inter, dan trans-disipliner, sistemik, dan berbasis solusi. Berakar pada kekuatan IPB sebagai perguruan tinggi agromaritim terkemuka, Program Doktor PSL mengintegrasikan pendekatan ekologi, sosial, ekonomi, kebijakan, serta teknologi dan inovasi untuk menjawab tantangan kompleks pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global. Dengan komitmen pada keunggulan ilmiah, etika akademik, dan dampak nyata bagi keberlanjutan, S3 PSL IPB hadir sebagai pusat rujukan dan pelopor ilmu lingkungan yang kredibel, adaptif, dan visioner di kawasan tropika
Menjadi program studi strata 3 (S3) yang terkemuka di kawasan tropika dalam menghasilkan SDM dan mengembangkan ilmu dan teknologi serta seni (IPTEKS) di bidang pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development)
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi pascasarjana strata 3 (S3) di bidang pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan secara professional menghasilkan karya inovatif dan teruji
2. Menyelenggarakan dan mempelopori kegiatan penelitian dalam pengembangan ilmu dan teknologi serta seni pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang berkelanjutan secara terintegrasi melalui inter, multi, dan transdisipliner
3. Menjadi “trend setter” pengembangan Program Pendidikan Doktor (S3) PSL Pascasarjana di Indonesia dan kawasan tropika "
LO1 : Mampu mendalami dan memperluas, serta menemukan kebaharuan (novelty) dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni di bidang PSDAL dan praktek profesionalnya melalui riset hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji dengan menggunakan pendekatan sistem (holistik, terpadu dan multi/trans-disiplin) yang meliputi dimensi ekologi, sosial budaya, ekonomi, kelembagaan, dan teknologi dengan mengikuti perkembangan terkini LO2 : Mampu mengidentifikasi, menjelaskan, merancang/mendisain, dan merumuskan konsep ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni PSDAL secara mandiri dalam pengelolaan (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian) pembangunan berikut permasalahannya LO3 : Mampu merancang/mendisain, merumuskan dan mengaplikasikan pendekatan sistem secara holistik, terpadu dan multi/transdisiplin dalam pemecahan permasalahan sains, seni dan/atau teknologi PSDAL LO4 : Mampu mencari solusi dan memformulasikan kebijakan dengan menggunakan pendekatan sistem secara holistik, terpadu dan multi/trans-disiplin) dalam pemecahan permasalahan ilmu pengatahuan, teknologi, dan/atau seni PSDAL untuk mendukung pelaksanaan pembangunan berkelanjutan LO5 : Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni PSDAL dengan pendekatan multi/trans-disiplin yang bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat dan keilmuan serta mampu mendapatkan pengakuan nasional, regional dan/atau internasional "
Mengembangkan ilmu, teknologi, dan kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan dengan pendekatan sistem yang holistik, terpadu, serta multi-, inter-, dan transdisiplin melalui pendidikan doktoral unggul yang didukung riset inovatif berbasis sains guna mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional, regional, dan global.
1. Pelopor pendidikan doktor ilmu lingkungan di Indonesia dengan pendekatan holistik, sistemik, multi-, inter-, dan transdisipliner yang kuat untuk membentuk ilmuwan dan pemimpin berintegritas.
2. Mampu melaksanakan riset orisinal, bersifat strategis dan kritis serta kuat dalam ilmu sistem, modelling, dan pengambilan keputusan untuk menjawab permasalahan dan tantangan di bidang pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan berkelanjutan.
3. Didukung jejaring nasional dan internasional yang luas, S3 PSL IPB menjadi rujukan strategis dalam pengembangan sains dan tata kelola keberlanjutan di tingkat regional dan global.
Akademisi/Dosen
Peneliti
Birokrat/Pengambil Kebijakan
Praktisi LSM/NGO
Professional
Swasta/Industri
Pada bagian awal mata kuliah ini, dibahas dasar-dasar pengelolaan SDAL berkelanjutan mencakup prinsip keberlanjutan dan perkembangan konsep pembangunan berkelanjutan.
Sumberdaya alam hayati dan non-hayati dibahas dalam konteks modal dasar pembangunan.
Dibahas pula daya dukung lingkungan dan kebijakan yang perlu diambil. Pada paruh kedua, disamping aspek teori pada kuliah, pada praktikum diundang pakar-pakar dibidangnya untuk membahas pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan untuk pembangunan, mencakup bidang-bidang agro-ekosistem, sumberdaya marin, ekosistem humain dan pengelolaan SDA berbasis teknologi informasi. Pembahasan oleh pakar juga mencakup pengelolaan SDA berkelanjutan untuk kecukupan pangan dan energi, disamping itu juga dampak pembangunan terhadap keberlanjutan SDAL.
Mata kuliah ini membahas konsep dasar statistika, analisis data sederhana, analisis regresi, anova, analisis data kategorik, analisis cluster, model persamaan struktural, konsep dasar dalam pemodelan spasial, serta beberapa model spasial yg umum; dibahas pula analisis data untuk kajian social lingkungan
Mata kuliah ini membahas berbagai model analisis keberlanjutan (analisis dampak, analisis biaya manfaat, valuasi ekonomi, analisis multikriteria) dan model diagnostik keberlanjutan (Rapfish/MDS, FLAG, Generalized Procrustes Analysis /GPA). Model interaksi aktor-faktor dalam analisis keberlanjutan (MICMAC, MACTOR) diberikan, dilanjutkan pembahasan tentang implikasi analisis kebijakan melalui keragaan maupun skenario kebijakan (DEA, PROMETHEE, SMIC-Prob, MULTIPOL). Peran modal alam dalam kehidupan ekonomi dan sosial dan keterkaitan fungsi ekosistem dan manusia dibahas melalui penilaian yang utuh terhadap sumber daya alam dan lingkungan baik melalui mekanisme non-market based value maupun market based value. Teori dan praktik metode valuasi diberikan dengan berbasis stated preference method (CVM, CCM) dan revealed preference methods (Travel Cost, Hedonic Pricing) dan variasi keduanya. Pada akhir perkuliahan, dibahas state of the art analisis keberlanjutan dan valuasi seperti MULTIMOORA, Artificial Neural Network dan Grey Relational Analysis (GRA).
Mata kuliah ini diawali dengan pembahasan tentang pemikiran dan filosofi sistem. Pendekatan sistem dibahas secara intensif, termasuk didalamnya tahapan dan penerapan hardsystem dan soft system metodologi serta social system metodologi yang diberikan sebagai bahan kajian sebelum tengah semester. Selanjutnya diberikan dasar metode pengambilan keputusan multikriteria, antara lain matrik keputusan, pay-off table dan pohon keputusan. Metode pengambilan keputusan berbasis indeks kinerja Analytic Hierarchy Proces (AHP) Akan diberikan pula konsep sistem fuzzy AHP. Dibahas pula teknik non numeric multi criteria, multi person decision making, fuzzy inference systems (FIS), Adaftif neuro fuzzy inference systems (ANFIS), pemodelan dan implentasi Decision Support System (DSS), Analytical Network Process dan kerangka dasar model decision support system juga akan dibahas.
Mata kuliah ini membahas konsep dan teori dasar kebijakan publik dengan mempertimbangkan keragaman diskursus, kepentingan dan jaringan aktor. Pembahasan dilanjutkan dengan pemahaman dan aplikasi ketepatan suatu kebijakan dan peluang dapat terjadinya perubahan atau perbaikan kebijakan, setelah itu dibahas pemahaman dan analisis perbedaan penggunaan teori kelembagaan dan politk dalam pengelolaan SDAL. Pada akhir paruh pertama semester, dibahas pengembangan metodologi riset kebijakan dan kelembagaan pengelolaan SDAL, konsep sustainability path dalam PSDAL: limits dan tolerance. Dibahas pula konsep partisipasi dan desain kelembagaan PSDAL berdasarkan modal sosial dan kapasitas negara, teori kekuasaan, kepentingan, dan aktor dalam PSDAL dan konsep property rule dan liability rule, prinsip ganti kerugian, dan ganti rugi dalam PSDAL. Pada paruh kedua semester, dibahas teori Konflik Sosial, pranata adat dan paradigma ekologi politik dalam pengelolaan SDAL. Kearifan lokal dan dinamika sosial budaya dalam pengelolaan SDAL dibahas dalam 2 kali pertemuan, dilanjutkan dengan teori tata-kelola SDAL dalam perspektif ekologi manusia.
Mata kuliah Disain dan Kompleksitas Sains memberikan pemahaman menyeluruh tentang filosofi dan pendekatan ilmiah dalam merancang penelitian multidisipliner, interdisipliner, dan transdisipliner untuk menjawab kompleksitas persoalan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Mahasiswa diajak menggali dasar-dasar filsafat ilmu, prinsip pembangunan berkelanjutan, serta strategi pendekatan terpadu dalam menyusun rancangan riset yang kritis, sistematis, dan kontekstual. Fokus pembelajaran mencakup teknik penyusunan proposal disertasi yang tajam dan orisinal, penyusunan tinjauan pustaka dan metodologi penelitian yang relevan, serta penerapan logika ilmiah dalam penyajian data dan penulisan ilmiah sesuai standar akademik IPB. Mahasiswa juga dibekali keterampilan teknis dan konseptual dalam sintesis hasil penelitian melalui metode meta-analisis, pendekatan sistem (system thinking), baik secara manual maupun berbantuan perangkat lunak seperti Open-MEE, untuk mendukung validitas dan publikasi ilmiah yang bereputasi. Di samping itu, mahasiswa akan dilibatkan dalam forum presentasi dan diskusi lintas topik yang berfungsi sebagai arena refleksi, pengujian ide, dan pematangan rancangan riset disertasi. Melalui pendekatan berbasis kolaborasi dan dialog interdisipliner, mata kuliah ini bertujuan untuk menghasilkan peneliti doktoral yang tidak hanya unggul secara metodologis, tetapi juga mampu menyumbangkan solusi ilmiah yang inovatif dan berkontribusi nyata terhadap kebijakan dan praktik pengelolaan lingkungan yang kompleks.
Mata kuliah ini memberikan pemahaman dan keterampilan analitis tingkat lanjut dalam menilai keberlanjutan serta melakukan valuasi ekonomi terhadap pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan. Materi mencakup berbagai pendekatan dan metode analisis keberlanjutan, seperti analisis dampak, analisis biaya-manfaat, valuasi ekonomi lingkungan, dan metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM). Pendekatan hybrid dan metode valuasi dikaji secara kritis dalam konteks sistem sosial-ekologi yang kompleks. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai alat dan perangkat analisis mutakhir seperti MICMAC, RAPFISH, Orange (data mining & machine learning), dan Vensim (pemodelan sistem dinamis), serta metode valuasi ekonomi berbasis stated preferences (Contingent Valuation) dan revealed preferences. Selain itu, dilakukan pelatihan dalam pemetaan aktor, eksplorasi kebijakan berbasis skenario, dan evaluasi performa sistem. Melalui pendekatan kombinatif antara kuliah, studi kasus, latihan perangkat lunak, kuliah lapang, dan proyek individu, mahasiswa dilatih untuk merancang dan menerapkan metode analisis yang relevan dengan kompleksitas sistem pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang berkelanjutan. Mata kuliah ini dirancang untuk mendukung riset disertasi mahasiswa doktoral dan memperkuat basis analitik dalam pengambilan keputusan kebijakan lingkungan berbasis sains.
Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis dalam menerapkan pendekatan sistem dan metode pengambilan keputusan multikriteria (Multi-Criteria Decision Making/MCDM) dalam konteks pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan. Mahasiswa akan dikenalkan pada filosofi dan metodologi pendekatan sistem, termasuk hard system, soft system, dan social system methodology, serta pengembangan model iteratif untuk menganalisis dan menyelesaikan permasalahan kompleks. Materi mencakup tinjauan teoritis dan praktis tentang sistem dinamik, Analytical Hierarchy Process (AHP), Analytical Network Process (ANP), hingga metode-metode lanjutan seperti Payoff Table, Decision Tree, Fuzzy Rule-Based System, dan Fuzzy Cognitive Mapping. Mahasiswa juga akan mempelajari penerapan metode MCDM dalam evaluasi properti dan green metrics, serta pendekatan Interpretative Structural Modelling (ISM) dan Strategic Assumption Surfacing and Testing (SAST) untuk mendukung proses pengambilan keputusan berbasis sistem yang kompleks dan dinamis. Pendekatan pembelajaran bersifat integratif dan aplikatif, termasuk diskusi kasus, praktik perangkat lunak analisis sistem, serta eksplorasi proyek berbasis data nyata. Mahasiswa dituntut mampu menerapkan metode kuantitatif dan kualitatif dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan berbagai perspektif dan kriteria, serta menghasilkan solusi yang adaptif dan berkelanjutan untuk isu-isu sumberdaya alam dan lingkungan.
Mata kuliah ini membahas secara mendalam aspek kebijakan dan kelembagaan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan (SDAL) yang berkelanjutan. Mahasiswa akan dikembangkan kemampuannya untuk berpikir kritis dan sistemik dalam menganalisis serta merancang kebijakan dan kelembagaan yang adaptif, inklusif, dan berbasis pengetahuan. Materi pembelajaran meliputi pemahaman tentang perilaku individu dan institusi dalam pengambilan keputusan, pengembangan kelembagaan, integrasi kearifan lokal dan aspek sosial budaya, pengelolaan konflik sosial secara kolaboratif, hingga analisis nilai dan diskursus dalam kebijakan SDAL. Pendekatan transdisipliner digunakan untuk mengeksplorasi dinamika sosial-ekologis, perubahan sosial budaya, konsep pembangunan berkelanjutan, serta strategi kelembagaan untuk implementasi kebijakan lingkungan yang responsif terhadap tantangan lokal dan global. Mahasiswa juga akan diperkenalkan pada metode analisis kebijakan seperti content dan discourse analysis untuk mengkritisi narasi dan aktor dalam formulasi kebijakan SDAL. Melalui studi kasus, diskusi, simulasi, dan analisis kebijakan, mata kuliah ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kompetensi konseptual dan aplikatif dalam menilai, merumuskan, dan mengevaluasi kebijakan serta membangun kelembagaan yang mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.
Mata kuliah ini akan memberikan pemahaman dan praktek pemodelan spatial untuk pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang mencakup: pembangunan data spasial baik berbasis vector atau raster, akuisisi data spasial berbasis drone dan satelit, pengolahan dan analisis data spasial berbasis GIS platform, metoda pemilihan model spasial, dan beberapa contoh permodelan spasial terkait pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan; seperti: mitigasi bencana, perubahan iklim, keanekaragaman hayati dan ekosistem, dan perubahan kualitas lingkungan
Mata kuliah ini akan mengajarkan tentnag prinsip dasar mengenai pencemaran lingkungan (udara, air dan tanah) dan keterkaitan antara ketiganya; sumber dan karakteristik pencemaran lingkungan (pencemaran air, tanah, dan udara); dampak pencemar terhadap perubahan kualias air, tanah dan udara; dampak pencemaran terhadap kesehatan komponen lingkungan (manusia, tanaman, hewan, ekosistem dan bangunan); serta peraturan baku mutu pencemaran air, tanah dan udara.
Mata kuliah ini membahas konsep manajemen risiko perubahan iklim dan bencana berdasarkan faktor pembentuk kejadian bencana (dengan fokus pada bencana terkait iklim) dalam konteks sinergitas adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana. Kerangka kerja internasional, konsep dasar, regulasi, dan alat praktis melalui pemanfaatan model analisis (temporal dan spasial) diperkenalkan untuk penilaian tingkat risiko, dilengkapi dengan proses validasi atas hasil penilaian risiko, digunakan sebagai dasar dalam penyusunan intervensi aksi. Studi kasus diberikan sebagai bahan pengayaan manajemen risiko.
Pada paruh pertama semester, mata kuliah ini membahas karakteristik tanah dan sumberdaya lahan, penggunaan lahan dan tutupan lahan, ciri pengelolaan sumberdaya lahan berkelanjutan, satuan lahan, dilanjutkan dengan Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Kemampuan Lahan (Kesesuaian lahan metoda FAO, Kemampuan Lahan). Dibahas pula aspek lahan dalam penataan ruang. Pembahasan dilanjutkan dengan Daya Dukung Lahan (konsep dan metoda), serta aplikasi daya dukung lahan dalam pembangunan berkelanjutan. Selanjutnya dibahas keberlanjutan sumberdaya lahan, degradasi lahan, pendayagunaan lahan berbasis tata ruang, dan konservasi sumberdaya lahan. Pada paruh kedua semester, dibahas pengelolaan sumberdaya air terpadu, konsep Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai unit pengembangan sumberdaya air, pengembangan sumberdaya air berbasis satuan wilayah sungai dan air baku dan air minum dibahas pula konservasi air, daya dukung air dan supply-demand air
Mata kuliah ini memberikan pemahaman tentang jasa jasa ekosistem hutan (provisioning services, regulating services, supporting services, cultural services)
Dalam mata kuliah ini dibahas tentang kekerasan lingkungan dari perspektif politik ekologi; Konsep dan teori konflik SDA & lingkungan; Analisis konflik SDA & lingkungan pada aras lokal sampai global berpusat pada aktor dan kekuasaan; Analisis stakeholders pada konflik SDA & lingkungan; Manajemen konflik SDA&lingkungan; Kerangka konseptual resolusi konflik; Membangun kolaborasi pengelolaan SDA; dan Gerakan lingkungan pada tingkat nasional dan global.
Mata kuliah ini memberikan pemahaman dasar (benchmarking) tentang 1) Ekologi terrestrial dan akuatik, ekologi alamiah dan ekologi buatan di pedesaan dan perkotaan; 2) Keterkaitan siklus biogeokimia dengan mikro dan makrokosmos; 3) Karakteristik dan interaksi komponen biotik, abiotik, serta interaksinya dengan manusia; 4) Fungsi dan jasa lingkungan; dan 5) Dinamika ekosistem dan pengelolaan yang berkelanjutan.
Mata kuliah ini mengkaji prinsip-prinsip, metode, serta pendekatan manajemen dan
asesmen dalam ekotoksikologi, sebuah cabang ilmu yang mempelajari dampak bahan toksik
terhadap organisme dan ekosistem. Fokus utama mata kuliah adalah pengembangan
kapasitas analitis dan praktis dalam menilai serta mengelola risiko kontaminan lingkungan,
baik yang berasal dari polutan konvensional maupun emerging pollutants seperti
nanomaterial. Mahasiswa akan diperkenalkan pada berbagai bioindikator, metode pengujian
toksisitas, serta aplikasi model konseptual dan kuantitatif dalam pengelolaan risiko toksik di
ekosistem air, tanah, dan udara. Kuliah juga mencakup tinjauan kritis terhadap kebijakan
dan regulasi nasional maupun internasional mengenai bahan berbahaya dan beracun (B3),
serta mekanisme pengendalian dan mitigasi berbasis teknologi seperti penggunaan zeolit dalam remediasi lingkungan. Sebagai bagian dari penguatan keterampilan riset dan pengambilan keputusan berbasis ilmiah, mahasiswa akan mempelajari teknik desain uji toksikologi, interpretasi parameter toksisitas (seperti LC50, EC50, BCF), serta pemodelan food web dan fate and transport untuk mendukung pengelolaan ekotoksikologi secara sistemik dan berkelanjutan. Dengan pendekatan integratif antara sains dan kebijakan, mata kuliah ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman yang kuat dan kemampuan kritis dalam engembangkan strategi penilaian risiko serta intervensi kebijakan berbasis bukti untuk melindungi fungsi ekologis dan kesehatan lingkungan dari ancaman kontaminasi toksik.
Mata kuliah ini membahas secara mendalam prinsip, pendekatan, dan metode pengelolaan sumber daya lahan dan air secara berkelanjutan sebagai basis penting dalam pembangunan
lingkungan yang lestari. Topik pembelajaran mencakup karakteristik biofisik tanah dan lahan, evaluasi kesesuaian dan kemampuan lahan, serta daya dukung dan degradasi lahan. Mahasiswa akan mempelajari metode pemetaan, klasifikasi, dan pemanfaatan lahan
berbasis data spasial serta pendekatan multi kriteria dalam mendukung pengambilan keputusan tata ruang dan pemanfaatan lahan. Selain itu, mata kuliah ini membahas sistem hidrologi dan ekosistem sumber daya air, kebijakan pengelolaan air di Indonesia, dan pendekatan pengelolaan terpadu sumber daya air (IWRM) yang mencakup konservasi, pemanfaatan, dan pengendalian daya rusak air. Daerah Aliran Sungai (DAS) dikaji sebagai unit utama pengelolaan terpadu lahan dan air. Mahasiswa juga akan mengevaluasi kelayakan teknis, sosial, dan ekologis dari berbagai skenario pengelolaan sumber daya lahan dan air. Proses pembelajaran dilakukan melalui kuliah interaktif, studi kasus,
pemanfaatan teknologi spasial (GIS), simulasi, dan diskusi kritis, guna menghasilkan lulusan doktor yang mampu mengembangkan dan mengevaluasi kebijakan serta strategi pengelolaan sumber daya lahan dan air berbasis ilmu pengetahuan dan nilai keberlanjutan.
Mata kuliah ini membahas konsep dasar ekosistem dan ekologi hutan, mekanisme terbentuknya ekosistem hutan, serta klasifikasi jasa dan daya dukung ekosistem hutan tropika termasuk di dalamnya potensi sumberdaya hutan tropika. Jasa ekosistem hutan, baik jasa yang tangible maupun jasa yang intangible (provisioning services, regulating services, supporting services dan cultural services) yang merupakan dasar bagi valuasi nilai ekonomi total dari suatu ekosistem hutan berikut fungsi esensial dari hutan sebagai pemelihara kualitas lingkungan hidup yang mendukung solusi berbasis alam (nature based solution, NbS).
Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang dinamika konflik sosial dan perspektif ekologi politik dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan (SDA-L). Materi mencakup teori-teori konflik klasik dan kontemporer, pendekatan kritis seperti ekologi politik dan skala politik (political ecology of scale), serta model-model resolusi konflik. Kajian difokuskan pada penyebab struktural dan relasional konflik dalam
konteks sosial-ekologis yang kompleks dan multiskalar, serta strategi penyelesaian berbasis keadilan sosial dan ekologis. Mahasiswa diajak mengeksplorasi akar konflik agraria, tenurial,
dan konflik pemanfaatan sumber daya, dengan pendekatan interdisipliner yang
mengintegrasikan analisis pemangku kepentingan, hak kepemilikan, sistem hukum plural, serta kerangka kolaborasi lintas sektor. Studi kasus lokal, nasional, dan global digunakan untuk mengasah kemampuan analitis, reflektif, dan praktis mahasiswa dalam merancang solusi transformatif dan berkelanjutan terhadap konflik SDA-L. Pembelajaran dilengkapi dengan simulasi, analisis studi kasus, serta tugas mandiri berbasis riset dan presentasi.
Mata kuliah ini membahas konsep Analisis Resiko Ekologi (ARE) yang terdiri atas resiko ekologi (ecological risk analysis/ ERA) dan resiko kesehatan manusia (human health risk analysis/HHRA) akibat dampak kegiatan yang sedang atau sudah berlangsung di suatu
lingkungan dan terdapat komplain dari masyarakat sehingga diperlukan suatu pembuktian melalui penilaian (assessment) dan evaluasi. Mata kuliah ini mencakup prinsip dan karakteristik risiko ekologi, risiko kesehatan manusia, pencemaran lingkungan, dan
kerusakan ekologi kawasan dengan ruang lingkup satuan daerah aliran sungai (DAS), mekanisme kerja ERA/HHRA, tim yang terlibat pada ERA/HHRA, exposure hazard pada ERA dan HHRA, tiers atau tingkatan pada ERA/HHRA, evaluasi dampak, manajemen risiko,
komunikasi risiko, serta perancangan kegiatan ERA dan HHRA
Mata kuliah ini membahas secara mendalam konsep, struktur, dan dinamika sistem administrasi lingkungan dalam konteks pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan (SDAL) yang berkelanjutan. Topik mencakup definisi, elemen utama sistem administrasi
(aktor, regulasi, dan mekanisme tata kelola), serta keterkaitannya dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa akan mempelajari evolusi konsep keberlanjutan dan pendekatan ekonomi kelembagaan seperti property rule dan liability rule dalam
pengelolaan sumber daya bersama. Mata kuliah ini juga mengeksplorasi instrumen ekonomi lingkungan (pajak, subsidi hijau, tarif, dan insentif-disinsentif pasar), serta pendekatan
kualitatif discourse analysis untuk menelaah dinamika kebijakan dan konflik kepentingan. Melalui studi kasus, kuliah tamu internasional, dan diskusi kelompok, mahasiswa akan menganalisis praktik administrasi lingkungan dari berbagai konteks, termasuk perspektif
global seperti yang dipraktikkan di Eropa. Selain itu, mahasiswa akan mengembangkan keterampilan teknis dalam pengambilan keputusan multikriteria, analisis pemangku kepentingan (MACTOR), dan pemodelan dinamis untuk menilai keberlanjutan sistem
pengelolaan SDAL. Penekanan juga diberikan pada evaluasi pengaruh proyek pembangunan melalui studi AMDAL serta identifikasi variabel kunci yang mempengaruhi efektivitas tata kelola lingkungan. Melalui asesmen formatif dan sumatif, termasuk tugas
proyek, diskusi reflektif, simulasi, dan ujian, mahasiswa diharapkan mampu merancang solusi administratif dan kebijakan yang inovatif, kolaboratif, dan adaptif dalam konteks kompleksitas pengelolaan lingkungan kontemporer.
Mata kuliah ini membahas secara mendalam konsep, pendekatan, dan strategi pengelolaan sistem pangan berkelanjutan yang berdaulat, berkeadilan sosial, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan dan sosial. Mahasiswa akan mengkaji kerangka kebijakan, dinamika global-lokal, dan merancang sistem pangan yang berbasis wilayah, mengintegrasikan prinsip agroekologi, tata kelola partisipatif, dan inovasi teknologi. Mata kuliah ini menekankan pendekatan sistem dan transdisipliner dalam mendesain ransformasi sistem pangan.
Mata kuliah ini dirancang secara individual untuk mendalami topik penelitian disertasi mahasiswa doktoral. Isi dan pendekatan kuliah disesuaikan dengan kebutuhan analisis ilmiah, penguatan metodologi, penguasaan teori, atau aplikasi sistem dan model terkait topik riset. Perkuliahan dilaksanakan secara mingguan melalui tatap muka bersama Komisi Pembimbing. Rancangan dan isi pertemuan disusun oleh Ketua Komisi Pembimbing dan disetujui oleh Ketua Program Studi.
Mata kuliah ini membahas tentang konsep dan penerapan filosofi ilmu dalam sebuah desain kegiatan penelitian SDA dan lingkungan dalam rangka mencari solusi terhadap pemecahan masalah pembangunan dan lingkungan yang kompleks untuk mencari kebenaran ilmiah. Pembahasan mencakup teknik perumusan masalah, penyusunan hipotesis, kerangka pikir dan penggunaan logika dan intuisi dalam menganalisis permasalahan dan implementasinya dalam tujuan penelitian secara tajam. Cara penyajian data dan interpretasi data disajikan dalam alur logik desain penelitian. Metode sintesis penelitian dibahas, baik penelitian secara kualitatif (narrative review, systematic review) maupun kuantitatif sehingga dapat disajikan sesuai kaidah publikasi ilmiah. Metode meta analisis diberikan dalam bentuk prosedur ekstraksi data dan penyusunan meta-database, metode effect size dalam sintesis meta-data, deteksi publication bias, baik secara manual maupun menggunakan software.
Mata kuliah ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam dan keterampilan aplikatif dalam menggunakan pendekatan sistem untuk menganalisis, merancang, dan merekayasa sistem pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Berbasis paradigma
system thinking, kuliah ini mengintegrasikan teori, metodologi, dan perangkat pemodelan sistem sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan lingkungan yang kompleks.
Materi meliputi pengenalan pendekatan rekayasa sistem, perbedaan hard system thinking dan soft system thinking, serta metodologi analisis seperti Soft System Methodology (SSM), Interpretive Structural Modeling (ISM), dan Analytic Hierarchy Process (AHP)/Analytic Network Process (ANP). Mahasiswa juga diperkenalkan pada pendekatan berbasis logika fuzzy (FIS) untuk mengelola ketidakpastian dan pada pemodelan sistem dinamik guna
mengeksplorasi perilaku sistem jangka panjang. Pendekatan system archetypes digunakan untuk memahami akar permasalahan dan
pola-pola disfungsi sistem, sedangkan sesi simulasi dan skenario kebijakan memungkinkan mahasiswa mengevaluasi dampak intervensi secara holistik dan berbasis data. Melalui studi
kasus, mahasiswa akan mengembangkan keterampilan reflektif, analitis, dan teknis dalam menyusun model sistem dan strategi pengelolaan lingkungan yang adaptif dan kontekstual.
Mata kuliah ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir sistemis, merancang model kebijakan yang integratif, serta mengaplikasikan teknologi pemodelan
sebagai instrumen pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.
Mata kuliah ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai interaksi dan dinamika antara sistem ekosistem dan sistem sosial dalam konteks pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan sistem sosial-ekologis (SES), mata kuliah ini membahas berbagai isu kritis mulai dari kompleksitas dan ketidakpastian, keanekaragaman hayati dan budaya (biocultural diversity), degradasi ekosistem, hingga keadilan lingkungan dan restorasi ekosistem.
Mahasiswa akan diperkenalkan pada berbagai teori dan pendekatan kontemporer, seperti ekologi politik, tipping points ekosistem, serta pendekatan transdisipliner dalam menyelesaikan masalah kompleks. Pembelajaran dirancang untuk mendorong pemikiran
kritis, analitis, dan reflektif melalui kombinasi kuliah, studi kasus, diskusi kelompok, serta presentasi individual.
Fokus utama mata kuliah ini adalah membekali mahasiswa dengan kerangka berpikir integratif dalam memahami dan merespons tantangan pengelolaan sumber daya alam berbasis keadilan sosial dan keberlanjutan ekologis, baik pada skala lokal maupun global.
Pendekatan lintas-disiplin dan berbasis sistem menjadi landasan utama dalam menyusun strategi dan kebijakan pengelolaan lingkungan yang adaptif, kontekstual, dan inklusif.
Mata kuliah ini memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip ekologi dan pendekatan manajemen jasa lingkungan dalam konteks pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan melalui pemahaman ekologi dangkal (shallow ecology) dan ekologi
mendalam (deep ecology) sebagai fondasi perspektif ekologi modern.. Dengan pendekatan interdisipliner dan sistemik, mahasiswa akan mengkaji struktur, fungsi, dan dinamika
ekosistem dari tingkat lokal hingga global serta mengaitkannya dengan berbagai bentuk jasa lingkungan, baik yang bersifat provisioning, regulating, cultural, maupun supporting. Materi
perkuliahan dimulai dari pengantar sistem pendukung kehidupan Bumi, siklus biogeokimia, dan interaksi biologis dalam ekosistem, serta dilanjutkan dengan pembahasan perubahan iklim, manajemen karbon, dan nilai ekosistem dari berbagai tipe ekosistem seperti perairan darat, pesisir, laut, hutan tropis, hingga lanskap perkotaan. Mahasiswa juga akan mengkaji kebijakan dan instrumen ekonomi seperti Payment for Environmental Services (PES) dan pendekatan teknologis seperti green engineering dalam desain lanskap buatan yang ramah lingkungan. Melalui kuliah, studi kasus, simulasi, dan diskusi interaktif, mahasiswa didorong untuk memahami tantangan dan peluang dalam konservasi keanekaragaman hayati dan tata kelola ekosistem berbasis jasa lingkungan. Mata kuliah ini menekankan pentingnya sintesis antara prinsip-prinsip ekologi dengan kebijakan publik, tata ruang, dan inovasi teknologi dalam menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang adil, efisien, dan
berkelanjutan.
Mata kuliah ini membahas secara komprehensif dinamika perubahan lingkungan global serta implikasinya terhadap risiko dan pengelolaan bencana. Mahasiswa akan diperkenalkan pada berbagai konsep dasar seperti klasifikasi bencana, manajemen risiko, dan proses pemulihan pasca-bencana, yang kemudian dikaitkan dengan konteks perubahan lingkungan global termasuk perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, serta tekanan terhadap modal alam.
Dalam perkuliahan ini, mahasiswa tidak hanya menganalisis hubungan antara bahaya alam dan kerentanan sosial, tetapi juga menelaah respons adaptif dan strategi mitigatif berbasis
bukti dan teknologi. Materi dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman transdisipliner dan kemampuan integratif dalam mengkaji kebijakan, praktik lokal-global, serta model-model keberlanjutan yang kontekstual. Kuliah ini menekankan pentingnya kolaborasi antar aktor dan pemanfaatan pendekatan
berbasis ekosistem dan modal alam sebagai pondasi untuk membangun ketahanan terhadap bencana dan perubahan lingkungan. Pembelajaran dilaksanakan melalui
kombinasi kuliah interaktif, diskusi kasus, presentasi, dan tugas analitis yang mendorong refleksi kritis dan solusi inovatif.
Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan perspektif sistemik dan kemampuan evaluatif dalam memahami keterkaitan antara dinamika global dan pengelolaan risiko lokal, serta menyusun rekomendasi kebijakan dan strategi pembangunan berkelanjutan yang tangguh terhadap risiko masa depan.
Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kerangka konseptual dan teoritis untuk memahami keberlanjutan sebagai sistem kompleks adaptif yang bersifat non-linear, saling terhubung, dan dinamis. Pembahasan menekankan teori kompleksitas, resiliensi, transformasi sistem dan dinamika jaringan sistem sosial–ekologis sebagai dasar pengembangan kerangka riset disertasi berbasis sains keberlanjutan. Mata kuliah ini menjadi landasan paradigma peminatan SKK. Mahasiswa tidak sekadar memahami kompleksitas sebagai konsep, tetapi menggunakannya sebagai paradigma riset untuk menganalisa sistem sosial–ekologis yang adaptif, non-linear, dan penuh ketidakpastian
Mata kuliah ini berfokus pada perancangan dan penerapan riset transdisiplin untuk menjawab tantangan keberlanjutan yang kompleks dan kontekstual. Mahasiswa dilatih mengintegrasikan beragam sistem pengetahuan termasuk pengetahuan ilmiah, kebijakan, pengetahuan lokal dan pengetahuan masyarakat adat melalui pendekatan co-production of knowledge guna menghasilkan desain riset disertasi bermuatan mission driven science yang relevan secara ilmiah dan berdampak sistemik termasuk bagi masyarakat dan lingkungan. Jika MK pertama menjawab “bagaimana memahami kompleksitas”, maka MK ini menjawab “bagaimana meneliti dan mengintervensi kompleksitas” melalui metodologi transdisiplin yang melibatkan sains, kebijakan, dan aktor non-akademik
Mata kuliah ini dirancang secara individual untuk mendalami topik penelitian disertasi mahasiswa doktoral. Isi dan pendekatan kuliah disesuaikan dengan kebutuhan analisis ilmiah, penguatan metodologi, penguasaan teori, atau aplikasi sistem dan model terkait topik riset. Perkuliahan dilaksanakan secara mingguan melalui tatap muka bersama Komisi Pembimbing. Rancangan dan isi pertemuan disusun oleh Ketua Komisi Pembimbing dan
disetujui oleh Ketua Program Studi.
Ujian Prelim atau Kualifikasi Tertulis Program Doktor adalah sebuah bentuk evaluasi yang wajib bagi mahasiswa program doktor untuk menjamin penguasaan ilmu dan kesiapan melakukan penelitian dan kelayakannya sebagai seorang kandidat doktor. Materi ujian diarahkan kepada kompetensi keilmuan program studi.
Ujian Prelim atau Kualifikasi Lisan Program Doktor adalah sebuah bentuk evaluasi yang wajib bagi mahasiswa program doktor untuk menjamin penguasaan ilmu dan kesiapan melakukan penelitian dan kelayakannya sebagai seorang kandidat doktor. Ujian Prelim
Lisan dapat dilakukan setelah mahasiswa lulus ujian prelim tertulis. Tim penguji ujian prelim lisan terdiri atas komisi pembimbing, 2 orang penguji luar komisi dan ketua program studi
atau yang mewakili yang bertindak sebagai ketua tim penguji.
Menyampaikan atau mempresentasikan rencana penelitian yang akan dilakukan untuk menyusun Disertasi bagi program Doktor (S3) serta menghadirinya secara terjadwal sesuai dengan ketetapan Panitia (komisi) Kolokium PS masing-masing.
Proposal Penelitian merupakan konsep usulan penelitian yang terdiri atas: Rumusan Masalah, Kerangka Pemikiran, Tujuan Penelitian, Kajian Literatur, Metodologi Penelitian dan Jadwal Penelitian yang merupakan hasil perbaikan setelah kolokium.
Ujian tertutup program doktor merupakan salah satu tahap pencapaian gelar setelah mahasiswa melakukan kegiatan penelitian, penulisan disertasi dan seminar. Ujian tertutup program doktor dimaksudkan untuk menilai kemampuan calon doktor dalam
mempertahankan materi yang terdapat dalam disertasi. Pelaksanaan ujian tertutup ini dilakukan dengan mengundang dua penguji (luar komisi) yang berasal dari IPB atau dari luar IPB yang berkompeten dalam bidangnya. Ujian tertutup dimaksudkan untuk menguji
kompetensi keilmuan, metodologi, berfikir (abstraksi, nalar, deduktif-induktif, analisis- síntesis), dan kompetensi komunikasi. Tim penguji ujian doktor adalah komisi pembimbing, 2
orang penguji luar komisi, Ketua PS atau yang mewakili dan Dekan SPs atau yang mewakili yang bertindak sebagai Ketua Tim Penguji.
Disertasi adalah karya tulis akademik hasil studi dan/atau penelitian mendalam yang dilakukan secara mandiri dan berisi sumbangan baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan atau menemukan jawaban baru bagi masalah-masalah yang sementara telah diketahui jawabannya atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru terhadap hal-hal yang dipandang telah mapan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian yang dilakukan calon doktor di bawah pengawasan para pembimbingnya.