Program Studi Doktor Ilmu Kelautan memiliki keunggulan sebagai program pendidikan doktoral berbasis riset yang berfokus pada pengembangan ilmu kelautan tropika secara integratif untuk mendukung pembangunan maritim nasional dan global. Keunggulan tersebut tercermin dari dukungan multidisiplin melalui Divisi Hidrobiologi dan Oseanografi serta kolaborasi lintas keilmuan di lingkungan IPB, yang memperkuat penguasaan ilmu dasar dan terapan kelautan. Selain didukung dosen tetap berkualifikasi tinggi, Program Doktor Ilmu Kelautan juga melibatkan profesor dan peneliti utama dari berbagai institusi strategis nasional seperti lembaga riset kelautan, kementerian, dan organisasi lingkungan, sehingga memperkaya perspektif akademik dan aplikasi riset. Program ini menekankan inovasi IPTEK kelautan, peningkatan mutu penelitian kolaboratif, serta diseminasi hasil riset kepada pengguna dan pemangku kepentingan, dengan sistem manajemen pendidikan profesional bertaraf internasional untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, solutif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun global.
Menjadi Program Studi Magister bereputasi internasional berbasis riset unggulan dalam pengembangan ilmu dan teknologi kelautan untuk mendukung kesehatan laut (ocean health), pembangunan ekonomi biru berkelanjutan, dan kemandirian kemaritiman melalui inovasi techno-socio entrepreneurial.
1. Menyelenggarakan pendidikan magister berbasis riset yang unggul, adaptif, dan inovatif di bidang ilmu dan teknologi kelautan untuk menghasilkan lulusan profesional, berintegritas, berdaya saing global, serta memiliki kepemimpinan dan kewirausahaan kemaritiman.
2. Mengembangkan penelitian multidisiplin dan inovasi teknologi kelautan berbasis kebutuhan masyarakat bahari dan tantangan global, meliputi kesehatan laut, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, serta pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut secara berkelanjutan.
3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, hilirisasi hasil riset, serta pengelolaan program studi yang efektif, transparan, dan akuntabel melalui kolaborasi strategis nasional dan internasional untuk mendukung pembangunan kemaritiman berkelanjutan.
1. Mampu mensintesis teori dan metodologi dalam ilmu kelautan untuk mengembangkan inovasi dan teknologi baru yang relevan dan berkelanjutan.
2. Mampu mengembangkan solusi terhadap persoalan kelautan kompleks melalui pendekatan lintas-disiplin (inter-, multi-, dan transdisiplin).
3. Mampu memimpin riset kolaboratif berskala nasional dan internasional serta menyebarluaskan hasil riset dalam publikasi bereputasi tinggi.
4. Mampu merancang riset yang berdampak nyata terhadap keberlanjutan ekosistem dan sumberdaya kelautan.
Pengembangan keilmuan dan teknologi kelautan untuk memahami karakter, fenomena dan proses fisika, kimia, biologi dan geologi laut dengan memanfaatkan pengindraan jauh dan akustik kelautan untuk eksplorasi sumber daya dan lingkungan laut.
Program Studi Doktor Ilmu Kelautan memiliki keunggulan sebagai program pendidikan doktoral berbasis riset yang berfokus pada pengembangan ilmu kelautan tropika secara integratif untuk mendukung pembangunan maritim nasional dan global. Keunggulan tersebut tercermin dari dukungan multidisiplin melalui Divisi Hidrobiologi dan Oseanografi serta kolaborasi lintas keilmuan di lingkungan IPB University, yang memperkuat penguasaan ilmu dasar dan terapan kelautan. Selain didukung dosen tetap berkualifikasi tinggi, Program Doktor Ilmu Kelautan juga melibatkan profesor dan peneliti utama dari berbagai institusi strategis nasional seperti lembaga riset kelautan, kementerian, dan organisasi lingkungan, sehingga memperkaya perspektif akademik dan aplikasi riset. Program ini menekankan inovasi IPTEK kelautan, peningkatan mutu penelitian kolaboratif, serta diseminasi hasil riset kepada pengguna dan pemangku kepentingan, dengan sistem manajemen pendidikan profesional bertaraf internasional untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, solutif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun global.
Peneliti, Dosen, Konsultan
Mata kuliah ini membahas secara mendalam topic penelitian yang diangkat oleh mahasiswa.
Mendalami konsep dan aplikasi teknik analisis data biofisik variabel banyak: tabel/matriks data, produk skalar, perhitungan matriks, konsep geometrik data, analisis ordonansi, analisis eksplorasi, analisis multi-kriteria dan klasifikasi hierarki.
Mendalami tipologi, rezim morfodinamik dan dinamika komponen fungsional ekosistem laut, khususnya ekosistem pantai berbatu dan berpasir, ekosistem estuaria, ekosistem mangrove, ekosistem lamun, ekosistem terumbu karang dan ekosistem laut dalam; struktur dan organisasi sumberdaya alam hayati laut serta keterkaitannya dengan karakter lingkungan biofisik. Proses-proses ekologis yang berlangsung dalam ekosistem laut, identifikasi dan analisis isu pemanfaatan dan pengelolaan ekosistem dan sumberdaya laut.
Membahas proses evolusi organisme laut skala ruang dan waktu dan keterkaitan dari proses prose ini dalam keberlanjutan spesies tersebut di muka bumi dan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhinya.
Memberikan pengetahuan tentang interaksi dari laut regional (Pasifik, Hindia Ocean, dan Laut Cina Selatan) terhadap perairan Indonesia termasuk Moonson, IODM, dan ENSO. Kajian lanjut dinamika dan variabilitas laut regional terhadap massa air di laut dan pantai.
Mahasiswa program doktor diwajibkan untuk mengikuti ujian kualifikasi tertulis untuk menjamin penguasaan ilmu dan kesiapan melakukan penelitian. Pelaksanaan ujian diatur oleh program studi. Bentuk ujian mencakup penguasaan metodologi penelitian di bidang ilmunya, penguasaan materi baik yang bersifat dasar maupun kekhususan, kemampuan penalaran termasuk kemampuan untuk mengadakan abstraksi, dan kemampuan sistematisasi dan perumusan hasil pemikiran.
Mahasiswa program doktor diwajibkan untuk mengikuti ujian kualifikasi lisan setelah mengikuti ujian kualifikasi tertulis.
Memaparkan atau mempresentasikan rencana penelitian yang akan dilakukan oleh mahasiswa doctor.
Sebelum melakukan penelitian untuk penyusunan disertasi, mahasiswa diharuskan menyusun usulan rencana penelitian sesuai format yang berlaku, disetujui oleh komisi pembimbing, Ketua Program Studi dan Dekan. Penilaian terhadap usulan rencana penelitian disertasi mencakup latar belakang, substansi permasalahan yang akan diteliti, tujuan penelitian, kerangka penelitian, pendekatan dan metodologi yang digunakan serta kepustakaan.
Ujian tertutup dilakukan untuk menguji berbagai kompetensi yang dimiliki calon doktor. Jika belum layak, maka mahasiswa dapat dinyatakan tidak lulus. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengulang satu kali ujian, yang dilaksanakan paling cepat dua bulan setelah ujian pertama. Mahasiswa yang tidak lulus ujian dua kali dinyatakan drop out dari SPs IPB.
Disertasi adalah karya tulis akademik hasil studi dan/atau penelitian mendalam yang dilakukan secara mandiri dan berisi sumbangan baru bagi perkembangan IPTEKS atau menemukan jawaban baru bagi permasalahan-permasalahan yang sementara telah diketahui jawabannya atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru terhadap hal-hal yang dipandang telah mapan di IPTEKS yang dilakukan calon doktor di bawah pengawasan para pembimbingnya.
-
Membahas morfodinamik dan genesa pembentukan pulau-pulau kecil; karakteristik sumberdaya alam
dan keterkaitannya secara fungsional dengan lingkungan geofisik; tipologi dan proses-proses dinamik
ekosistem laut asosiatif pulau-pulau kecil.
Mendalami penggunaan organisme laut berdasarkan struktur dan hierarki organisasi biologi, sebagai
penanda dan/atau indikator kondisi ekosistem. Analisis manfaat dan strategi penerapan bioindikator;
analisis perubahan lingkungan dan relevansi dampak ekologi; biomonitoring dan analisis kerawanan
ekologis. Karakteristik biomarker, diagenesa bahan organik pada tingkat molekuler, metode
karakterisasi, pembentukan ’finger print’, evaluasi dan kajian molekuler untuk membedakan komponen
autochthonous/allochthonous sedimen, pemanfaatan ’finger print’ untuk mengidentifikasi antropogenik
dan proses penentu transfer dan preservasi bahan organik di sedimen.
Mengkaji dan mengembangkan berbagai teknik restorasi ekosistem laut, khususnya ekosistem
mangrove, ekosistem terumbu karang dan ekosistem padang lamun dalam rangka pemulihan dan
pengkayaan habitat.
Membahas berbagai metode dan teknis dalam ekplorasi potensi organisme laut sebagai bahan baku
farmasi, pangan alternative, industri, pengendalian pencemaran lingkungan dll.
Mempelajari dan merancang berbagai tujuan untuk mengukur keanekaragaman hayati secara empiris.
Setiap ukuran keanekaragaman hayati berkaitan dengan penggunaan tertentu dari data yang mencakup
kuantifikasi nilai-nilai yang umum dibagi di antara organisme dipengaruhi secara lokal, termasuk
18
manusia untuk menjamin kelestarian lingkungan. Keanekaragaman hayati biasanya diplot sebagai
kekayaan taksonomi dari wilayah geografis, dengan beberapa referensi untuk skala temporal. Mata
kuliah ini akan membagi pengukuran keanekaragaman hayati menjadi tiga yaitu pengukuran kehati
tradisional (species density, species richness, indeks keanekaragaman seperti Simpson index dan
Shannon-Wiener Index), pengukuran keanekaragaman filogenetik (keanekaragaman filogenetik,
pengukuran berdasarkan topologi), dan pengukuran kehati fungsional (berdasarkan kategori dan
keberlanjutan). Pengukuran kehati dari berbagai skala seperti alfa, beta dan gamma.
Analisis prinsip-prinsip dinamika fluida terhadap sistem geofisik. Penekanan ditujukan oada ciri khas
dari sistem geofisik seperti rotasi rigid dan stratifikasi yang stabil dan pengaruhnya terhadap aliran
homogen dan aliran berstratifikasi. Aplikasi prinsip-prinsip dinamika fluida terhadap sistem geofisik.
Penekanan khusus ditujukan terhadap peran aliran dengan stratifikasi yang stabil pada sistem geofisik
ini. Juga akan dibahas berbagai aliran geofisik yang penting lainnya.
Mendalami dinamika kopel laut-atmosfer di wilayah tropis dan ekuator, serta implikasinya terhadap
variablitas parameter oseanografi seperti arus, suhu dan salinitas dan tinggi muka laut, khlorofil-a
permukaan, berdasarkan data observasi dan hasil pemodelan.
Mampu memahami aspek fundamental dinamika laut-atmosfer di wilayah Ekuator dan penerapannya
pada fenomena ENSO Pasifik, IODM Hindia, dan ekuator Atlantik, serta dampak fenomena tersebut
terhadap laut-atmosfer Indonesia.
Menjelaskan variabilitas iklim glacial-interglacial selama kurun waktu ratusan ribu tahun yang lalu serta
proses-proses yang menyebabkan terjadinya variabilitas tersebut seperti siklus prosesi matahari,
perubahan sirkulasi termohalin dan aktifitas badai matahari. Membahas peranan gas rumah kaca
khususnya karbon dioksida sebagai unsur antropogenik yang menyebabkan perubahan iklim global
dewasa ini.
Mampu memahami proses fisik dan dinamika upwelling pantai dan samudera, metode
observasi/pemodelan untuk kuantifikasi dinamika upwelling, implikasi upwelling terhadap
produktivitas primer laut, siklus biogeokimia dan dinamika jejaring makanan (food-web) & produksi
ikan, serta sistem upwelling di laut Indonesia dan di berbagai laut & samudera dunia.
Pembahasan tentang peran perubahan lingkungan fisik, kimiawi dan biologi terhadap komponen
kimiawi baik anorganic maupun organic pada berbagai strata perubahan seperti awal diagenesis,
diagenesis, katagenesis dan metanogenesis.
Pembahasan tentang proses-proses kimiawi yang terjadi di lingkungan laut yang meliputi proses-proses
“additional-removal”, waktu mukim (residence time), estuari, aerosols, proses hidrotermal, proses
biologi, evaporasi dan interstitial waters.