"Program Multidisiplin Program Studi Primatologi (PS PRM) didirikan pada tahun 1995 untuk memenuhi kebutuhan akan lulusan strata dua (S2) dalam bidang primatologI. Seiring dengan tuntutan kemajuan teknologi dan sains untuk memenuhi keinginan peminat pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, pada tahun 2000 PS PRM membuka strata tiga (S3)/Program Doktor. Kedua program pendidikan tersebut dapat diselenggarakan dengan baik berkat adanya kerjasama yang sinergis dengan Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) LPPM IPB, Pusat Studi Biofarmaka (PSB), beberapa Universitas Negeri dan Swasta di Indonesia (Universitas Indonesia, Universitas Udayana, Universitas Pajajaran, Universitas Gajah Mada, Universitas SamRatulangi, Universitas Muhammadiah Jakarta), Perhimpunan Ahli dan Pemerhati Primata Indonesia dan beberapa lembaga pendidikan dan penelitian luar negeri (Wake Forest University School of Medicine, Washington National Primate Research Center, University of Washington). "
Menjadi Program Pendidikan Pascasarjana Primatologi berbasis riset dan keunggulan lokal yang terkemuka dan bermutu dengan kompetensi utama di bidang biomedis, biologi, dan konservasi satwa primata.
Memperkuat landasan keilmuan, mutu dan wibawa akademik serta mensinergikan Pendidikan Pascasarjana Primatologi dengan kegiatan penelitian lintas keilmuan yang bersifat lanjut dan mendalam guna mendukung upaya pengembangan sumberdaya manusia dan IPTEKS, serta pelestarian dan pemanfaatan satwa primata untuk kesejahteraan manusia.
1. Mampu mengidentifikasi masalah di bidang primatologi, merumuskan alternatif pemecahan masalah secara inter atau multidisipliner, untuk merekomendasikan pemecahan masalah yang terbaik 2. Menguasai pengetahuan satwa primata Indonesia 3. Menguasai prinsip teknik dan metode analisis penelitian satwa primata 4. Mampu merancang berbagai teknik pemeliharaan satwa primata dan pengembangan sistem yang aman dan produktif 5. Mampu mengelola dan mengembangkan riset biomedis, biologi dan konservasi satwa primata yang bermanfaat bagi kesejahteraan manusia 6. Mampu mempresentasikan hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah yang diakui secara nasional 7. Mampu membangun komitmen dan integritas profesional dan nilai-nilai etika "
1. Pada tahun 1999, ditetapkan Struktur Organisasi PS PRM berdasarkan Surat Keputusan Rektor IPB Nomor 053/K13/HK/LL/1999 sebagai program studi dengan berinduk pada Fakultas Kedokteran Hewan IPB.
2. Berdasarkan SK Rektor IPB No. 130/K13.12.1/PP/2001, PS PRM ditentukan sebagai program studi bersifat multidisiplin dan berinduk pada Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (SPs IPB).
1. Akreditasi A BAN-PT
2. Jumlah guru besar lebih dari 30%.
3. Terdapat dua program, reguler dan by research.
4. Didukung oleh departemen-departemen dari beberapa fakultas di IPB.
5. Pendekatan multidisiplin : mempelajari primata dari berbagai aspek, biologi, konservasi dan biomedis.
6. Riset dan penelitian intensif, menghasilkan peneliti/ilmuwan ahli di bidang biologi, biomedis dan konservasi.
7. Dosen memiliki pendanaan riset yang berkelanjutan.
8. Pengalaman lapangan (studi lapangan/ fieldtrip) dan laboratorium : Mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar atau magang langsung di lapangan untuk pengamatan perilaku, populasi dan habitat serta pengalaman analisis laboratorium.
9. Karier yang spesifik dan luas: lulusan PS Primatologi dibutuhkan sebagai akademisi (guru / dosen), peneliti, staf konservasi, kurator kebun binatang, staf di lembaga lingkungan (LSM), konsultan dan pemangku kebijakan.
10. Memberikan wawasan tentang model penyakit manusia melalui studi pada primata non-manusia.
11. Jaringan kerjasama nasional dan Internasional.
Lulusan Magister Primatologi dapat berprofesi sebagai :
1. Akademisi : Guru atau dosen bidang primatologi atau biologi
2. Peneliti primatologi dengan aspek biologi, konservasi dan biomedis
3. Lembaga Swadaya Masyarakat atau NGO
4. Pengambil kebijakan
5. Konsultan
6. Penggiat lingkungan
Mempelajari ordo satwa primata, karakteristik fisik, hormonal, perbedaan seksual, tingkah laku dasar. Dipelajari pula sistem organisasi dalam kelompok, peran jantan dan betina pada monyet dunia baru dan dunia lama, dominansi, dan implikasinya pada manusia. Strategi formasi keluarga, sistem perkawinan, produk gen, pengalaman dan evolusi molekuler pada hominoid.
Mata kuliah ini ditujukan untuk memberikan landasan tentang statistika yang berguna dalam
penelitian di bidang pertanian dan biologi. Materi meliputi metode pengumpulan data, pemodelan
dan analisis data, prinsip pendugaan parameter dan pengujian hipotesis satu populasi serta dua
populasi. Untuk pengumpulan data ditekankan pada metode percobaan (experiment), khususnya
percobaan dalam bidang pertanian dan biologi seperti petak terpisah (split-plot), bujursangkar Latin
(Latin squares) serta pindah silang (cross-over). Dalam hal pemodelan, materi utama yang diberikan
adalah analisis regresi dan analisis ragam untuk pemodelan yang melibatkan peubah respon
kontinu, serta tabel kontingensi dan analisis regresi logistik untuk pemodelan data yang melibatkan
peubah respon kategorik. Metode pembelajaran ditekankan pada learning from data yang
diintegrasikan dengan penggunaan program kemasan statistika (statistical package program).
Membahas kerangka berfikir dalam persiapan, perencanaan dan pelaksanaan penelitian satwa primata. Teknik penyusunan usulan penelitian serta penulisan hasil penelitian bidang biologi, biomedis dan konservasi satwa primata. Aplikasi rancangan percobaan dan teknik pelaksanaan serta permasalahan dalam penelitian satwa primata di laboratorium dan di lapang, yang meliputi teknik pengumpulan data, teknik penanganan satwa, penerapan kesejahteraan hewan sesuai 3R dan 5F.
Mata kuliah ini membahas secara intensif mengenai ketentuan/peraturan dan etik yang berlaku di tingkat nasional maupun internasional sebagi pedoman dalam menangani hewan percoban, termasuk satwa primta yang digunakan penelitian, beserta sanksi yang dikenakan terhadap pelanggaran ketentuan tersebut, serta dasar konsep perlindungan hewan model.
Membahas berbagai aspek manajemen kesehatan satwa primata pada program pre-conditioning, program karantina, program penangkaran, program rehabilitasi dan reintroduksi, serta pada penggunaan satwa primata untuk tujuan sains. Dibahas pula aspek-aspek medik konservasi, teknik perawatan dan teknik handling dan restrains satwa primata yang memenuhi persyaratan animal welfare. Dalam penjelasan itu, diberikan contoh berbagai penyakit satwa primata secara umum serta aspek zoonosisnya.
Mata kuliah ini akan membahas tentang manajemen satwa primata di habitat aslinya (bukan di dalam kandang/penangkaran); materi yang diberikan termasuk pengetahuan dasar untuk melakukan pengelolaan (distribusi, keragaman satwa primata), cara pendugaan populasi untuk penentuan pengelolaan yang sesuai, pengelolaan primata pada skala tapak (site) dan skala yang lebih luas (taman nasional dan kawasan konservasi lain), serta pengelolaan untuk tujuan pelepasliaran; selain itu akan diberikan pula materi tentang pengelolaan satwa berukuran kecil dan metapopulasi, untuk memastikan kelestarian satwa primata target.
Publikasi ilmiah nasional adalah publikasi yang ditujukan untuk mempublikasikan hasil penelitian atau karya ilmiah di tingkat nasional. Publikasi ilmiah nasional termasuk Prosiding Seminar (International), publikasi yang berisi kumpulan makalah atau artikel hasil presentasi di seminar (International, terindex Scopus). Prosiding seminar (Internmational) sering kali diterbitkan dalam bentuk buku atau jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang disajikan di seminar tersebut.