Program Studi Teknologi Perikanan Laut (TPL) adalah program pascasarjana yang berada di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Sesuai dengan SK Rektor No 126/I3/OT/2008, mandat keilmuan yang tercakup dalam Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan adalah pengembangan ilmu dan teknologi perikanan tangkap yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang meliputi: alat tangkap, teknologi eksploitasi sumberdaya perikanan, kapal dan transportasi perikanan, kebijakan perikanan tangkap, manajemen perikanan tangkap, dan manajemen pelabuhan perikanan.
Berdirinya Program Studi TPL diawali dengan didirikannya Program Studi Teknologi Kelautan (TKL) pada tahun 1999 (SK Rektor No. 142/K13.12.1/PP/1999). Kemudian, pada tahun 2007, Program Studi TKL dipecah menjadi dua mayor, yaitu Mayor Teknologi Perikanan Tangkap (TPT) dan Mayor Sistem dan Pemodelan Perikanan Tangkap (SPT) (SK Rektor No. 027/K13/PP/2007). Pada tahun 2011, kedua mayor tersebut kembali digabung menjadi satu dengan nama yaitu Mayor Teknologi Perikanan Laut (SK Rektor No. 109/I3.PP/2011) yang selanjutnya menjadi Program Studi Teknologi Perikanan Laut hingga saat ini.
Program Magister pada PS TPL telah Terakreditasi dan mendapat peringkat/ nilai A berdasarkan SK BAN PT Nomor: 016/BAN-PT/Ak-XI/S2/IX/2011, dengan masa berlaku 23 September 2011 s/d 23 September 2016. Re-Akreditasi melalui SK BAN-PT Nomor: 1067/BAN-PT/Akred/M/VI/2016 dan mendapat peringkat / nilai A, dengan masa berlaku 23 Juni 2016 s/d 23 Juni 2021. Re-Akreditasi kembali melalui SK BAN-PT Nomor: 9060/SK/BAN-PT/Ak-PPJ/M/VI/2021 dan mendapat peringkat/ nilai A dengan masa berlaku 24 Juni 2021 s/d 24 Juni 2026. Kemudian pada tahun 2023 Program Magister melalui BAN-PT Nomor. 3921/SK/BAN-PT/Ak.KP/M/X/2023 dan mendapat peringkat Akreditasi Unggul dengan masa berlaku 3 Oktober 2023 s/d 24 Juni 2026.
Menjadi institusi pengembang ilmu dan teknologi penangkapan ikan (Fishing Science and Fishing Technology) dan seni (art) dalam merencanakan, melaksanakan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati perikanan Indonesia
1. Menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan melalui proses pendidikan yang berkualitas;
2. Mengembangkan ilmu, teknologi dan seni (IPTEKS) penangkapan ikan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan melalui penelitian yang berkesinambungan; dan
3. Berperan aktif dalam setiap kegiatan yang mempunyai manfaat bagi pengembangan perikanan Indonesia, khususnya bidang perikanan tangkap melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
1. Menguasai ilmu pengetahuan perikanan tangkap secara umum dan/atau secara spesifik terkait: sumber daya ikan dan lingkungannya; teknologi alat dan kapal penangkap ikan; serta kepelabuhanan perikanan.
2.
Menguasai pendekatan sistem, ilmu humaniora, pengambilan keputusan, sains data, peraturan, politik dan kebijakan perikanan tangkap untuk penatakelolaan perikanan tangkap.
3.
Mampu merumuskan resolusi terhadap permasalahan perikanan tangkap secara rasional dan analitis menggunakan metode dan teknik yang tepat.
4. Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk merekayasa sumber daya ikan dan lingkungan, alat dan kapal penangkap ikan serta kepelabuhanan perikanan.
5. Mampu merancang konsep tata kelola perikanan yang baik dan efektif secara transdisiplin; memiliki kemampuan social entrepreneur, dan merumuskan rekomendasi strategis pengembangan industri perikanan tangkap yang berkelanjutan.
6. Mampu merancang, melaksanakan penelitian, dan menyintesis hasilnya untuk memberikan solusi terhadap permasalahan perikanan tangkap serta mengkomunikasikannya secara efektif kepada komunitas ilmiah dan masyarakat umum.
Pengembangan ilmu dan teknologi perikanan tangkap yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang meliputi: alat tangkap, teknologi eksploitasi sumber daya perikanan, kapal dan transportasi perikanan, kebijakan perikanan tangkap, manajemen perikanan tangkap, dan manajemen pelabuhan perikanan (SK Rektor No 126/I3/OT/2008).
Merupakan pionir program magister pascasarjana yang mengembangkan IPTEKS di bidang teknologi perikanan laut di Indonesia, serta menjadi rujukan (benchmarking) bagi program studi sejenis, institusi pemerintah di bidang perikanan dan kelautan di pusat hingga daerah, dan LSM yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan.
1. Pengajar/pendidik
2. Peneliti
3. Perekayasa
4. Manajer
Mata kuliah ini memperkenalkan berbagai pendekatan, metode maupun teknik analisis untuk menyusun rencana penelitian di bidang teknologi perikanan laut
Mata Kuliah ini memberikan pengetahuan tentang keilmuan rekayasa dasar (basic design engineering) dalam perancangan berbagai alat penangkapan ikan, kapal perikanan, dan kepelabuhanan dalam lingkup teknologi perikanan tangkap
Mata kuliah mendeskripsikan tata kelola dan politik pembangunan perikanan tangkap yang mencakup: sejarah pembangunan perikanan tangkap Indonesia, teori tata kelola (governance) dan perkembangan tata kelola perikanan tangkap Indonesia; pendekatan sistem: sebagai konsep berfikir transdisiplin dalam tata kelola perikanan tangkap; berbagai pendekatan dalam tata kelola perikanan tangkap; teori dan politik pembangunan perikanan tangkap; tatanan hukum laut dunia dan tatanan hukum perikanan dunia; organisasi dan lembaga perikanan internasional; kondisi perikanan di berbagai negara dan isu perikanan dunia;; pemanfaatan sains data dan informasi dalam penyusunan strategi tata kelola perikanan tangkap; kebijakan dan norma perikanan tangkap Indonesia; pendekatan dalam tata kelola wilayah kepelabuhanan; instrumen tata kelola perikanan tangkap; ekonomi dan perdagangan ikan dunia;
Mata Kuliah ini membahas karakteristik sumberdaya ikan dan lingkungan perikanan tangkap yang meliputi tingkah laku ikan, fisiologi kebiasaan makan, parameter pemijahan, pertumbuhan dan mortalitas, unit stok, parameter oseanografi dan habitat penting, siklus hidup ikan ekonomis penting, dan dampak penangkapan terhadap ekosistem, serta perubahan iklim global dalam perikanan tangkap. Keseluruhan pengetahuan tersebut diperlukan dalam pengembangan alat dan metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan untuk keberlanjutan sumberdaya ikan.
Mata Kuliah ini membahas analisis fisiologi dan tingkah laku ikan (penerapan fisiologi panca indera pada perbaikan metode dan teknik penangkapan ikan), analisis TLI disekitar fishing gear pada proses penangkapan, fish locomotion untuk perbaikan metode penangkapan ikan, tingkah laku ikan untuk konservasi SDI, response stress ikan pasca peangkapan, rekayasa TLI pada rumpon terkait dengan pembentukan DPI, Bioteknologi SDI dan lingkungan (Hubungan TLI dengan penemuan zat atau material baru untuk penerapan dalam perbaikan teknik, metode penangkapan ikan dan konservasi). analisis TLI terhadap lingkungan (climate change, global warming), dan TLI dalam pengembangan teknik dan metode penangkapan ikan masa depan. Dari proses pembelajaran ini, mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan, pemahaman, ketrampilan dan analisis dalam penelitian TLI serta menerapkannya untuk pengembangan teknologi penangkapan ikan. Bahan pembelajaran mencakup materi yang disajikan dalam ceramah, video pengajaran dan tutorial praktik tingkah laku ikan, dan beberapa kasus terkait dengan TLI terhadap pengebangan teknologi penangkapan ikan dan konservasi SDI. Pembelajaran dilaksanakan secara on-line dengan waktu pelaksanaan kombinasi interaksi langsung dosen dan mahasiswa dan penugasan menyimak bahan kuliah secara unsynchronized.
Mata kuliah ini menjelaskan dasar-dasar perancangangan suatu alat tangkap. Menganalisis ketepatan penggunaan material dan faktor internal dan eksternal yang bekerja pada suatu alat tangkap. Metode pengoperasian dan tingkah laku ikan, serta penentuan selektivitas alat penangkapan ikan.
Mata kuliah ini menyajikan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi dalam transportasi perikanan yang meliputi sistem logistik hasil perikanan, teknologi transportasi dan penangangan ikan, teknologi informasi, sustainable development dalam transportasi perikanan
Mata kuliah ini menjelaskan mengenai teknologi yang diterapkan di pelabuhan perikanan (teknologi pelayanan keluar masuk kapal, teknologi fasilitas dan teknologi pelayanan kepelabuhanan), aktifitas kepelabuhanan (penyediaan bahan perbekalan, pendaratan hasil tangkapan, pelelangan, pemasaran dan distribusi) dan manajemen pelabuhan perikanan
Mata kuliah ini mendeskripsikan metodologi pendekatan yang digunakan dalam pengelolaan perikanan tangkap secara transdisiplin, yang meliputi pemahaman sistem perikanan tangkap; prinsip dalam melakukan pengelolaan perikanan tangkap; pentingnya data dan informasi; metodologi pendekatan hard system dan soft system; pendekatan community base; pendekatan ecosystem approach to fisheries management (EAFM); pelibatan pemangku kepentingan; peran regulasi, kebijakan dan kelembagaan; input dan output control; serta penyusunan konsep pengelolaan perikanan tangkap
Mata kuliah ini dirancang untuk membekali mahasiswa program magister dengan kemampuan menyusun proposal penelitian secara sistematis, logis, dan sesuai dengan kaidah ilmiah. Materi yang dibahas mencakup perumusan masalah penelitian, penyusunan kerangka pemikiran penelitian, kajian literatur yang relevan, serta pemilihan pendekatan dan metode penelitian yang tepat, termasuk teknik pengumpulan, pengolahan, dan analisis data.
Melalui pembelajaran berbasis tugas dan diskusi, mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan rencana penelitian yang terstruktur dan aplikatif sesuai bidang keilmuannya. Penekanan diberikan pada keterampilan berpikir kritis, analitis, dan argumentatif dalam merancang metodologi yang valid dan reliabel, sebagai dasar untuk penyusunan tesis atau publikasi ilmiah.
Mata Kuliah ini memberikan pengetahuan tentang keilmuan rekayasa dasar (basic design engineering) dalam perancangan berbagai alat penangkapan ikan, kapal perikanan, dan kepelabuhanan dalam lingkup teknologi perikanan tangkap.
Mata kuliah mendeskripsikan tata kelola dan politik pembangunan perikanan tangkap yang mencakup: sejarah pembangunan perikanan tangkap Indonesia, teori tata kelola (governance) dan perkembangan tata kelola perikanan tangkap Indonesia; pendekatan sistem: sebagai konsep berfikir transdisiplin dalam tata kelola perikanan tangkap; berbagai pendekatan dalam tata kelola perikanan tangkap; teori dan politik pembangunan perikanan tangkap; tatanan hukum laut dunia dan tatanan hukum perikanan dunia; organisasi dan lembaga perikanan internasional; kondisi perikanan di berbagai negara dan isu perikanan dunia; pemanfaatan sains data dan informasi dalam penyusunan strategi tata kelola perikanan tangkap; kebijakan dan norma perikanan tangkap Indonesia; instrumen tata kelola perikanan tangkap; ekonomi dan perdagangan ikan dunia; politik dan pendekatan dalam tata kelola wilayah kepelabuhanan.
Mata Kuliah ini menjelaskan ekonomi politik pembangunan perikanan mencakup makna konstitusi, ideologi pembangunan dalam pengelolaan sumberdaya alam perikanan untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat, demokrasi ekonomi, mazhab teori pembangunan mainstream (liberal dan radikal), serta heterodoks yang melandasi politik pembangunan perikanan di negara-negara dunia dari revolusi industri ke globalisasi mencakup kepentingan dan dominasi negara maju terhadap ekstraksi sumberdaya alam khususnya perikanan laut yang mengakibatkan ketergantungan, dan ketertinggalan industri perikanan dari aspek kapital, teknologi, pasar pada negara berkembang termasuk Indonesia dengan keunggulan sumberdaya ikan (SDI), dan bonus demografi.
Mata kuliah ini menjelaskan arsitektur perdagangan dan fundamental komoditi perikanan meliputi komoditi perikanan dalam perspektif ekonomi, politik, budaya, geografi, dan kekuatan kapitalisme lokal dan global yang mengakibatkan krisis dan tragedi komoditi mencakup hubungan dan jaringan produksi, investasi, inovasi, teknologi, transaksi dan pertukaran, integrasi dan struktur pasar, daya saing, konsumsi, standarisasi, digitalisasi, pemasaran, rantai dan distribusi nilai, transportasi, resi gudang, pasar lelang, neraca dan keamanan, kelembagaan, regulasi, dan kebijakan perdagangan.
|
Mata kuliah
ini bertujuan membangun pengetahuan dan keterampilan untuk menyusun konsep
rencana pengelolaan perikanan yang membutuhkan pengaturan ruang (zoning)
melalui proses dengan tahapan: (1) melakukan analisis spasial terhadap
sejumlah indikator pengelolaan daerah penangkapan ikan (seperti aspek spasial
dari karakteristik unit penangkapan ikan, kinerja usaha penangkapan ikan,
status sumberdaya ikan) dengan menggunakan perangkat GIS dan data remote
sensing; (2) mengidentifikasi dan merumuskan masalah perikanan yang
memerlukan solusi pengaturan ruang,
merumuskan tujuan pengelolaan serta menentukan opsi pengaturan ruang
yang bertujuan menyelesaikan masalah; (3) merumuskan konsep strategi
pengelolaan yang bertujuan mencegah terjadinya status overfished pada
ikan-ikan target komersial, memulihkan sumberdaya ikan yang berstatus
overfished, dan menjaga atau meningkatkan populasi jenis ikan berstatus endangered,
threatened dan protected (ETP species). Mata kuliah ini terbuka baik
untuk mahasiswa Program Magister maupun Program Doktor. |
|
Mata kuliah membahas konsep pengelolaan yang sedang diterapkan Pemerintah Indonesia pada perikanan tangkap, baik di tingkat WPPNRI maupun di tingkat kawasan terbatas. Pendekatan ekosistem pada pengelolaan perikanan tangkap sudah menjadi bagian dari strategi Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam membangun tata kelola yang akan mewujudkan perikanan berkelanjutan. Pokok bahasan mencakup konsep pendekatan ekosistem pada pengelolaan perikanan tangkap, langkah-langkah penerapan, cara menyusun rencana pengelolaan, rencana pemantauan dan evaluasi pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem, dan tindak lanjut hasil evaluasi. Mata kuliah ini terbuka untuk mahasiswa program Magister dan Doktor di Institut Pertanian Bogor, dan relevan dapat digunakan sebagai persiapan untuk mengikuti sertifikasi kompetensi di bidang pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem. Jumlah peserta minimal 3 orang. |
Mata kuliah ini membahas prinsip dan pendekatan dalam manajemen energi yang aplikatif di bidang perikanan tangkap, khususnya dalam konteks optimalisasi penggunaan energi pada operasi alat dan kapal penangkap ikan. Mahasiswa akan mempelajari metode pengukuran konsumsi energi, teknik efisiensi energi, serta strategi pengurangan biaya operasional dan dampak lingkungan.
Materi mencakup identifikasi sumber-sumber pemborosan energi, penerapan teknologi efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, serta pendekatan eco-efficiency dan low carbon fishing. Dengan pendekatan analitis dan berbasis studi kasus lapangan, mahasiswa diharapkan mampu merancang solusi teknis dan manajerial untuk pengelolaan energi yang berkelanjutan dalam sistem perikanan tangkap.
Mata kuliah Manajemen Risiko dalam Perikanan Tangkap dirancang untuk membekali mahasiswa magister dan doktor dengan pemahaman mendalam tentang konsep, teori, dan praktik manajemen risiko yang relevan dengan sektor perikanan tangkap. Mata kuliah ini akan mengeksplorasi berbagai jenis risiko yang dihadapi oleh para pelaku di industri ini, mulai dari nelayan skala kecil hingga perusahaan perikanan besar.
Fokus utama mata kuliah ini adalah menganalisis risiko-risiko yang terkait dengan pengelolaan sumberdaya ikan dan daerah penangkapan, perancangan kapal, alat dan alat bantu penangkapan ikan, pengelolaan pelabuhan dan pengelolaan perikanan tangkap. Mahasiswa akan mempelajari metodologi untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan memitigasi risiko-risiko tersebut secara sistematis.
Mata kuliah Kebijakan Transportasi Laut membahas kerangka kebijakan dan regulasi transportasi laut dalam mendukung pergerakan komoditas ikan dan produk perikanan, termasuk ikan hidup, pada skala nasional dan internasional. Pembelajaran menekankan keterkaitan antara kebijakan pelayaran, pengusahaan angkutan laut, pengadaan dan pengoperasian kapal pengangkut ikan, pelayaran rakyat, serta sistem logistik perikanan dengan rezim keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan laut.
Mata kuliah ini mengintegrasikan analisis kebijakan transportasi laut dengan kerangka hukum nasional dan instrumen internasional, termasuk keselamatan dan keamanan pelayaran serta pencegahan pencemaran laut. Pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan proyek digunakan untuk melatih mahasiswa dalam menganalisis isu kebijakan aktual, merumuskan alternatif kebijakan, dan menyusun rekomendasi kebijakan secara sistematis.
Pada akhir perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu melakukan analisis kritis dan merumuskan kebijakan transportasi laut yang relevan dengan sektor perikanan dan kelautan, dengan mempertimbangkan aspek hukum, ekonomi, lingkungan, dan kepentingan pemangku kepentingan
Mata kuliah ini membahas secara komprehensif kebijakan internasional di bidang kelautan dan perikanan, dengan mencakup hakikat dan perkembangan hukum internasional, hukum laut dan perikanan internasional, lembaga-lembaga internasional yang berperan, berbagai kesepakatan multilateral, skema perdagangan ikan global, peran organisasi non-pemerintah, serta dinamika konflik dan mekanisme resolusi yang diterapkan.
Selain menyajikan pemahaman mendalam terhadap rezim hukum dan kebijakan internasional, mata kuliah ini juga mengangkat secara kritis berbagai kekeliruan konseptual yang sering terjadi dalam praktik kebijakan dan wacana akademik nasional. Melalui diskusi dan analisis isu-isu global, mahasiswa didorong untuk mengembangkan perspektif alternatif yang lebih luas, reflektif, dan berbasis pada prinsip-prinsip hukum internasional yang sahih
Mata kuliah ini dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang mendalam dan aplikatif dalam penyusunan rencana pengelolaan kawasan perikanan, termasuk kawasan konservasi, yang sesuai dengan kerangka hukum dan kebijakan nasional. Melalui pendekatan project-based learning yang terintegrasi antara kuliah dan praktikum, mahasiswa tidak hanya memahami prinsip filosofis dan dasar hukum perencanaan kawasan, tetapi juga secara langsung terlibat dalam setiap tahapan proses perencanaannya. Pembelajaran berlangsung secara interaktif dan sistematik, mulai dari identifikasi masalah, penyusunan strategi pengelolaan berbasis tujuan SMART dan zonasi kawasan, hingga perancangan sistem monitoring dan evaluasi kebijakan.
Setiap kelompok mahasiswa akan mengerjakan studi kasus kawasan nyata, menghasilkan dokumen rencana pengelolaan yang disusun sesuai format resmi yang ditetapkan oleh peraturan perundangan. Pendekatan ini memfasilitasi pengembangan keterampilan konseptual dan praktis mahasiswa untuk dapat memimpin, memfasilitasi, atau mengevaluasi proses perencanaan di berbagai konteks pengelolaan perikanan dan kawasan konservasi. Selain memberikan pemahaman interdisipliner yang kuat (biofisik, spasial, sosial-ekonomi, kelembagaan), mata kuliah ini juga berorientasi pada pencapaian kompetensi profesional. Lulusan yang berhasil dapat melanjutkan dengan uji sertifikasi sebagai Ahli Perencana Kawasan Pengelolaan Konservasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Mata kuliah ini sangat relevan dalam mendukung capaian strategis nasional Indonesia dalam mengelola sebelas Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) dan lebih dari 30 juta hektar kawasan konservasi perairan pada tahun 2030.
Mata kuliah ini mendeskripsikan berbagai analisis dinamika daerah penangkapan ikan ditinjau dari berbagai aspek yang meliputi: pilar daerah penangkapan ikan (DPI); karakteristik dinamika DPI on-shore dan off-shore; karakteristik tingkah laku ikan ekonomis penting; tingkah laku dan physiology ikan kaitannya dengan dinamika DPI; dinamika DPI dalam prespektif teknologi, sosial, ekonomi, budaya dan kelembagaan; sains data dalam analisis dinamika DPI; analisis bioekologi dan bioteknologi DPI; degradasi DPI; analisis spasiotemporal biofisik lingkungan DPI; dan teknologi pemetaan dan informasi DPI
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang teknologi cerdas pada berbagai alat penangkapan ikan berdasarkan konsep dasar dan ruang lingkup artificial intelegent (AI), smart fishing dan pengembangannya dalam perikanan tangkap.
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan teknologi penangkapan ikan komersial yang ramah lingkungan dan selektif, dampak pemanfaatan sumberdaya perikanan, serta analisis teknologi penangkapan yang tepat untuk pemanfaatan sumberdaya ikan yang berkelanjutan
Mata kuliah ini memberikan gambaran bahan alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan, terkait dengan bahan alami dan sintetis, mulai dari perkembangan pemakaian bahan, sifat-sifat (umum, anatomi, fisik dan mekanik), serta pengujiannya, dan mampu menganalisis life cycle suatu bahan alat penangkap ikan
Mata kuliah ini menjelaskan konsep dan keteknikan industri serta konsepsi kewilayahan di pelabuhan perikanan yang mencakup klaster industri PP, sistem insentif wilayah, lokasi potensial pengembangan industri, keteknikan dalam operasi industri di wilayah PP (teknik incoming material industri, teknik produksi bersih, teknologi boiler dan penyediaan energi, teknik pengelolaan limbah industri), pengelolaan PP dalam logistik ikan di WPP, aglomerasi industri, interaksi industri, pasar, dan ekonomi wilayah, pola adaptasi industri, sosial budaya dan politik dalam pengembangan industri, kota pelabuhan, dan green port city.
Mata kuliah ini menjelaskan pengelolaan dua aspek lingkungan kepelabuhanan perikanan yaitu aspek air bersih dan limbah
dalam konteks pengelolaan pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan (eco-fishingport). Materi mata kuliah ini
meliputi: konsep umum eco-fishingport, analisis kebutuhan dan ketersediaan air bersih di pelabuhan, regulasi dan
kelembagaan pengelolaan air bersih dan limbah pelabuhan, teknologi desalinasi air laut, pengolahan air dengan
pertukaran dan filtrasi karbon, pelunakan air untuk industri perikanan, jenis dan sumber limbah di pelabuhan perikanan,
dampak marine debris dan penanganannya, pengolahan limbah cair secara biologis, fisika dan kimiawi, pengolahan
sampah dengan teknologi insinerasi dan sanitary landfill serta penanganan polusi udara dan kebisingan pada industri dan
pelabuhan perikanan
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang sistem dan politik hukum secara umum sebagai dasar pelaksanaan analisis terhadap pembuatan hukum dan pelaksanaan kebijakan perikanan di Indonesia. Mata kuliah ini mendeskripsikan berbagai sistem hukum yang ada, tata hukum dan politik hukum di Indonesia, kelembagaan dan sistem peradilan, peranan hukum adat dan hukum internasional. Selanjutnya diberikan berbagai instrumen dan teknik yang dapat digunakan untuk melakukan penyusunan naskah peraturan perundangundangan ataupun menganalisis kebijakan perikanan Indonesia.
Secara substantif, mata kuliah ini menyiapkan mahasiswa untuk melakukan analisis hukum berbasis bukti pada isu perikanan tangkap: mulai dari memahami struktur sistem hukum (CPMK1–2), menguji argumentasi dan konsistensi norma melalui penalaran serta analisis isi dokumen regulasi (CPMK3), hingga merancang rekomendasi kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan melalui kerangka legal drafting dan Regulatory Impact Assessment/RIA serta komunikasi ilmiah (CPMK4)
Mata kuliah ini bertujuan membangun pengetahuan dan keterampilan untuk menyusun konsep rencana pengelolaan perikanan yang membutuhkan pengaturan ruang (zoning) melalui proses dengan tahapan: (1) melakukan analisis spasial terhadap sejumlah indikator pengelolaan daerah penangkapan ikan (seperti aspek spasial dari karakteristik unit penangkapan ikan, kinerja usaha penangkapanikan, dan status sumberdaya ikan) dengan menggunakan perangkat GIS dan data remote sensing, (2) mengidentifikasi dan merumauskan masalah perikanan yang memerlukan solusi pengaturan ruang, merumuskan tujuan pengelolaan serta menentukan opsi pengaturan ruang yang bertujuan menyelesaikan masalah, (3) merumuskan konsep strategi pengelolaan yang bertujuan mencegah terjadinya status overfished pada ikan-ikan target komersial, memulihkan sumberdaya ikan yang berstatus overfished, dan menjaga atau meningkatkan populasi jenis ikan berstatus endangered, threatened dan protected species (ETP species). Mata kuliah ini terbuka untuk mahasiswa Program Magister dan Program Doktor.
Mata kuliah ini mengembangkan teknik-teknik analisis yang dibutuhkan dalam produksi ikan dan pengembangan sistem
pendataan ikan dan aktivitas kepelabuhanan. Teknik analisis tersebut mencakup analisis kebutuhan SDM, sarana, dan
prosedur pendataan, analisis produksi dan keakuratan data, model forecasting produksi ikan, serta analisis performa ikan
HT. Sedangkan untuk sistem pendataan mencakup sistem informasi produksi ikan dan pelabuhan, instrumen pendataan,
sistem administrasi dan pengarsipan data, aliran data dan kontribusi ikan terhadap PDRB dan hasil kajian dampak aktivitas
kepelabuhanan, serta pengembangan security system data produksi ikan dan kepelabuhanan.
Mata kuliah Kebijakan Transportasi Laut membahas kerangka kebijakan dan regulasi transportasi laut dalam mendukung pergerakan komoditas ikan dan produk perikanan, termasuk ikan hidup, pada skala nasional dan internasional. Pembelajaran menekankan keterkaitan antara kebijakan pelayaran, pengusahaan angkutan laut, pengadaan dan pengoperasian kapal pengangkut ikan, pelayaran rakyat, serta sistem logistik perikanan dengan rezim keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan laut.
Mata kuliah ini mengintegrasikan analisis kebijakan transportasi laut dengan kerangka hukum nasional dan instrumen internasional, termasuk keselamatan dan keamanan pelayaran serta pencegahan pencemaran laut. Pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan proyek digunakan untuk melatih mahasiswa dalam menganalisis isu kebijakan aktual, merumuskan alternatif kebijakan, dan menyusun rekomendasi kebijakan secara sistematis.
Pada akhir perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu melakukan analisis kritis dan merumuskan kebijakan transportasi laut yang relevan dengan sektor perikanan dan kelautan, dengan mempertimbangkan aspek hukum, ekonomi, lingkungan, dan kepentingan pemangku kepentingan
Mata kuliah ini membahas secara komprehensif kebijakan internasional di bidang kelautan dan perikanan, dengan mencakup hakikat dan perkembangan hukum internasional, hukum laut dan perikanan internasional, lembaga-lembaga internasional yang berperan, berbagai kesepakatan multilateral, skema perdagangan ikan global, peran organisasi non-pemerintah, serta dinamika konflik dan mekanisme resolusi yang diterapkan.
Selain menyajikan pemahaman mendalam terhadap rezim hukum dan kebijakan internasional, mata kuliah ini juga mengangkat secara kritis berbagai kekeliruan konseptual yang sering terjadi dalam praktik kebijakan dan wacana akademik nasional. Melalui diskusi dan analisis isu-isu global, mahasiswa didorong untuk mengembangkan perspektif alternatif yang lebih luas, reflektif, dan berbasis pada prinsip-prinsip hukum internasional yang sahih
Before conducting a research for the arrangement of a thesis, students are required to prepare a research plan proposal according to the applicable format, approved by the supervisory commission, the Head of the Study Program and the Dean. Assessment of the proposed thesis research plan includes the background, substance of the problem that will be studied, research objectives, research framework, the scientific approaches and methodologies that used as well as the literature
Mata kuliah ini mendeskripsikan proses terjadinya dinamika daerah penangkapan ikan (DPI) sebagai akibat adanya perubahan atau tekanan terhadap sumber daya wilayah dan sumber daya ikan. Aspek biologi, teknologi, lingkungan, sosial, budaya dan kelembagaan (kewenangan) merupakan faktor utama yang mempengaruhi dinamika DPI. Dinamika DPI terjadi secara spasial dan temporal akibat variabiklitas parameter oseanografi dan perubahan iklim. Tingkah laku ikan juga berubah untuk merespon perubahan parameter oseanografi, dan selanjutnya mempengaruhi tenologi penangkapan ikan, aktivitas sosial-ekonomi, dan kewenangan dan culture masyarakat nelayan. Perilaku nelayan dalam aktivitas penangkapan berpotensi menimbulkan degradasi DPI (bioekologi) dan kondisi sosial ekonomi nelayan
Mata
kuliah ini memberikan pengetahuan tentang teknologi cerdas dan membuat inovasi
dari berbagai alat tangkap atau alat bantu penangkapan smart fishing berdasarkan
konsep dasar dan ruang lingkup artificial
intelegent (AI)
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan teknologi penangkapan ikan komersial yang ramah lingkungan dan selektif, dampak pemanfaatan sumberdaya perikanan, serta analisis teknologi penangkapan yang tepat untuk pemanfaatan sumberdaya ikan yang berkelanjutan
Mata kuliah ini memberikan gambaran bahan alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan, terkait dengan bahan alami dan sintetis, mulai dari perkembangan pemakaian bahan, sifat-sifat (umum, anatomi, fisik dan mekanik), serta pengujiannya, dan mampu menganalisis life cycle suatu bahan alat penangkap ikan
Mata kuliah ini menjelaskan metodologi pengembangan industri dan teknologi fasilitas kepelabuhanan, kebutuhan berbagai teknologi fasilitas dan pengembangan zona industry kepelabuhanan, kebutuhan bahan baku industry dan transportasinya, pemodelan pengembangan industry kepelabuhanan dan digitalisasi dan pengembangan teknologi informasi dalam pengembangan industry kepelabuhanan perikanan.
Mata kuliah ini menjelaskan pengelolaan dua aspek lingkungan kepelabuhanan perikanan yaitu aspek air bersih dan limbah dalam konteks pengelolaan pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan (eco fishingport). Materi mata kuliah ini meliputi: Panduan pengelolaan pelabuhan ramah lingkungan (ecoport), Pemantauan Kualitas Air Laut, Baku mutu air laut, Analisis kecukupan Air Bersih, Teknologi pengolahan air (desalinasi dan filtrasi), Jenis dan sumber limbah, Analisis kecukupan infrastruktur pengolahan sampah pelabuhan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Peraturan dan Kebijakan terkait pembuangan limbah termasuk International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL), ALDFG dan marine debris, Potensi ekonomi sirkular pada penanganan sampah pelabuhan, teknologi pengolahan sampah
Mata kuliah ini meliputi teknik-teknik analisis dan optimasi dalam industri dan pengelolaan perikanan tangkap; meliputi review materi dokumen Rencana Pengelolaan Perikanan, pendugaan stok sumberdaya ikan, analisis bioekonomi sumberdaya ikan, fishing capacity, harvest strategy, pengggembangan kapasitas sumber daya manusia, manajemen rantai pasok perikanan, manajemen risiko dalam industri perikanan, analisis meta data, analisis balanced scorecard, analytical hierachy process, multidimensional scaling (model MDS) dan teknik interpretative structural modelling.
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang sistem dan politik hukum secara umum sebagai dasar pelaksanaan analisis terhadap pembuatan hukum dan pelaksanaan kebijakan perikanan di Indonesia. Mata kuliah ini mendeskripsikan berbagai sistem hukum yang ada, tata hukum dan politik hukum di Indonesia, kelembagaan dan sistem peradilan, peranan hukum adat dan hukum internasional. Selanjutnya diberikan berbagai instrumen dan teknik yang dapat digunakan untuk melakukan penyusunan naskah peraturan perundangundangan ataupun menganalisis kebijakan perikanan Indonesia.
Secara substantif, mata kuliah ini menyiapkan mahasiswa untuk melakukan analisis hukum berbasis bukti pada isu perikanan tangkap: mulai dari memahami struktur sistem hukum (CPMK1–2), menguji argumentasi dan konsistensi norma melalui penalaran serta analisis isi dokumen regulasi (CPMK3), hingga merancang rekomendasi kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan melalui kerangka legal drafting dan Regulatory Impact Assessment/RIA serta komunikasi ilmiah (CPMK4)
Publikasi ilmiah nasional adalah publikasi yang ditujukan untuk mempublikasikan hasil penelitian atau karya ilmiah di tingkat nasional. Publikasi ilmiah nasional termasuk Prosiding Seminar (International), publikasi yang berisi kumpulan makalah atau artikel hasil presentasi di seminar (International, terindex Scopus). Prosiding seminar (Internmational) sering kali diterbitkan dalam bentuk buku atau jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang disajikan di seminar tersebut.
Tesis adalah karya tulis akademik hasil studi dan/atau penelitian mendalam yang dilakukan secara mandiri dan berisi sumbangan baru bagi perkembangan IPTEKS atau menemukan jawaban baru bagi permasalahan-permasalahan yang sementara telah diketahui jawabannya atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru terhadap hal-hal yang dipandang telah mapan di IPTEKS yang dilakukan calon master di bawah pengawasan para pembimbimbingnya.
Ujian tesis dilakukan untuk menguji berbagai kompetensi yang dimiliki calon master. Jika belum layak, maka mahasiswa dapat dinyatakan tidak lulus. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengulang satu kali ujian, yang dilaksanakan paling cepat dua bulan setelah ujian pertama. Mahasiswa yang tidak lulus ujian dua kali dinyatakan drop out dari SPs IPB.
Mata kuliah ini diberikan secara terbuka bagi mahasiswa khusus PS TPL yang akan melatih kemampuan secara khusus sebagai calon pendidik atau calon peneliti. Materi diberikan dalam bentuk magang dan hasil akhirnya adalah berupa Surat Keterangan Magang yang nantinya akan menjadi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)