Program Studi ilmu Perencanaan Wilayah (PS PWL) yang didirikan tahun 2004 telah mengalami perkembangan kurikulum pendidikan sesuai dengan perkembangan IPTEK, kebutuhan lapangan kerja bidang perencanaan wilayah serta regulasi. Sumberdaya lahan yang merupakan aspek penting dalam perencanaan wilayah dan ekosistem terrestrial, namun saat ini semakin mengalami tekanan dalam pemanfaatannya sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan sumberdaya lahan atau konflik penggunaan lahan. Program Magister Ilmu Perencanaan Wilayah (PS PWL) berkomitmen melaksanakan pendidikan dan pengembangan ilmu perencanaan pengembangan ekosistem terestrial dan wilayah yang berkelanjutan dengan pendekatan pemodelan data besar (big data) dan mitigasi bencana. Hal ini tercermin dari peminatan topik penelitian di PS PWL, yaitu (1) pengembangan wilayah dan administrasi pertanahan; (2) mitigasi bencana; (3) pengelolaan DAS dan ekosistem khusus (seperti gambut, kapur); (4) big data dan pemodelan spasial. PS PWL memiliki kerjasama pendidikan dengan Kyoto University, Jepang dengan program Double Degree dan Ostrava University dengan program student exchange. Penyelenggaraan pendidikan magister di PS PWL didukung oleh staf pengajar dengan kualifikasi tinggi di bidangnya, aktif di berbagai komunitas ilmiah nasional dan internasional.
Menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan, penelitian, pelayanan kepada masyarakat pada bidang ilmu perencanaan wilayah dan teknologi terkait yang berbasis sumberdaya wilayah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan
1. Mengembangkan sumberdaya manusia yang menguasai ilmu dan teknologi serta manajemen perencanaan wilayah yang berkelanjutan
2. Mengembangkan ilmu perencanaan wilayah untuk mendukung pengelolaan sumberdaya wilayah yang berkelanjutan
3. Mengembangkan konsep dan metode-metode baru perencanaan wilayah masa depan berbasis pendekatan-pendekatan terukur, berimbang, ramah lingkungan dan partisipatif
1. Memiliki integritas yang dilandasi nilai relijius dan etika, menjunjung tinggi kemanusiaan, hukum dan keberagaman, serta menunjukan tanggung jawab, semangat kebangsaan, kemandirian, kolaborasi dan komitmen terhadap pelayanan prima dan pembangunan berkelanjutan.
2. Mampu menguasai, mengembangkan dan mengintegritasikam teori-teori dan konsep perencanaan wilayah serta pendekatan multidisiplin untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
3. Mampu mengembangkan pemikiran kritis dan kreatif untuk menghasilkan, mendiseminasikan, dan mempublikasikan karya ilmiah berbasis riset yang sahih dan etis; serta membangun jejaring akademik dan meningkatkan pembelajaran mandiri secara berkelanjutan
4. Mampu menginvertarisasi, menganalisis, dan mengintegrasikan data spasial sumberdaya fisik ekonomi dan sosial-kelembagaan; serta merancang proses perencanaan dan pengelolaan wilayah secara ilmiah dan multidispliner dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif berbasis teknologi terkini
1. Menghasilkan lulusan yang profesional dan berintegritas tinggi dalam bidang perencanaan wilayah, yang menjunjung nilai-nilai etika, religiusitas, kemanusiaan, hukum, dan keberagaman, serta memiliki tanggung jawab terhadap pembangunan berkelanjutan.
2. Mengembangkan keilmuan dan teknologi perencanaan wilayah melalui riset, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis sumber daya wilayah dan pendekatan interdisipliner untuk menjawab tantangan pembangunan masa kini dan masa depan.
3. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan individu dalam proses perencanaan dan pengelolaan wilayah yang ilmiah, adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan data spasial serta teknologi terkini.
4. Mendorong inovasi konsep dan metode perencanaan wilayah yang seimbang, terukur, ramah lingkungan, dan partisipatif melalui kolaborasi lintas sektor dan jejaring akademik.
Keunggulan Akademik dan Riset Unggulan
Keunggulan Akademik
a. Akreditasi Unggul
Program Magister Ilmu Perencanaan Wilayah di IPB terakreditasi “Unggul” oleh BAN-PT.
b. Universitas Bereputasi & Lingkup Luas
IPB dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia, dengan reputasi kuat di bidang pertanian, sumber daya alam, lingkungan, serta ilmu kewilayahan. Kampus IPB menyediakan fasilitas yang mendukung studi serta riset.
c. Kurikulum dengan Pendekatan Spasial, Lingkungan & Pembangunan Berkelanjutan
Kurikulum mencakup tema-tema penting seperti perencanaan kawasan, pembangunan wilayah & perdesaan, analisis spasial dan keberlanjutan wilayah, serta mitigasi risiko — sehingga relevan dengan tantangan pembangunan & lingkungan di Indonesia.
d. Dosen & Staf Akademik Kompeten + Berkaitan dengan Riset dan Kebijakan
Karena IPB memiliki pusat riset dan pengembangan wilayah — yaitu P4W IPB University (Center for Regional System Analysis, Planning and Development) — maka mahasiswa mendapat akses ke dosen/peneliti yang aktif dalam penelitian dan kebijakan perencanaan wilayah.
e. Jaringan Alumni & Peluang Karir Luas
Lulusan perencanaan wilayah dari IPB berpeluang masuk di instansi pemerintahan, lembaga penelitian, sektor swasta, konsultansi tata ruang, dan kerja di daerah maupun nasional — sesuai dengan kebutuhan pembangunan wilayah
f. Jejaring Nasional dan Kolaborasi Internasional
Magister PWL IPB membuka peluang dalam memperkuat jejaring nasional dan kolaborasi internasional, seperti penyelenggaraan double degree, exchange, joint research, serta kemitraan strategis dengan universitas dunia seperti Kyoto University dan University of Ostrava, termasuk akses beasiswa Erasmus+ dan JASSO. Selain itu, program studi ini juga memperkuat jaringan profesional melalui kerjasama dengan IAP (Ikatan Ahli Perencanaan) dan ASPI (Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia), memberi mahasiswa kesempatan magang, sertifikasi, dan pengembangan kompetensi yang diakui secara nasional.
Riset Unggulan
1. Pengembangan wilayah dan tata ruang berkelanjutan.
2. Pengelolaan lingkungan dan ekosistem DAS.
3. Mitigasi bencana dan ketahanan wilayah.
4. Urbanisasi, pertumbuhan kota, dan smart region.
5. Ekonomi wilayah dan pembangunan berkelanjutan.
6. Perencanaan pertanahan dan kebijakan agraria.
7. Pemodelan spasial, big data, dan teknologi geospasial.
Lulusan Magister PWL IPB memiliki peluang karir luas di instansi pemerintah, lembaga riset, NGO, dan konsultan profesional sebagai perencana wilayah, analis kebijakan, ahli tata ruang, dan spesialis lingkungan. Mereka juga dibutuhkan di sektor swasta—termasuk pengembang, industri geospasial, dan perusahaan infrastruktur—serta berpeluang menjadi akademisi, peneliti, maupun wirausaha di bidang perencanaan dan analisis spasial.
Pengertian dan pentingnya Tanah dan Lahan; Karakteristik Morfologi Tanah, Sifat Fisik dan Kimia Tanah; Klasifikasi Tanah; Survai Tanah, Distribusi geografi jenis-jenis tanah utama; Ketersediaan data sumberdaya lahan (BBSDLP) dan jenis-jenis datanya; Pengenalan jenis batuan, formasi geologi, keterkaitan formasi geologi sebagai penciri karakteristik sumberdaya wilayah di atasnya; Iklim: data dasar, klasifikasi iklim, penggunaan untuk analisis wilayah, Topografi: sumber data dasar, data topografi turunan (DEM), pentingnya topografi sebagai penciri wilayah, Tutupan/Penggunaan Lahan: informasi dan data dari penginderaan jauh, klasifikasi tutupan/penggunaan lahan, kaitan tutupan/penggunaan lahan untuk perencanaan wilayah; Batimetri dan Sumberdaya Pantai/Laut: sumber data batimetri, jenis-jenis data sumberdaya laut (kedalaman, kecerahan), penggunaan untuk analisis kesesuaian lahan marine, Sistem lahan dan unit lahan (RePPProT); Ekosistem gambut, karakteristik tanah gambut, kendala pada lahan gambut; pengelolaan tanah gambut; Ekosistem karst: karakteristik, sebaran, sifat-sifat sumberdaya di atasnya; Konsep Daerah Aliran Sungai (DAS): delineasi, DAS kritis, pengelolaan DAS di Indonesia; Konsep Evaluasi Lahan FAO (1976) (Land Utilization Type, Land Requirement); evaluasi lahan direct dan indirect; dasar evaluasi lahan kualitatif dan kuantitatif; evaluasi lahan aktual dan potensial; Evaluasi kesesuaian lahan dengan matching kriteria: metodologi, kriteria yang digunakan; Evaluasi lahan berbasis multicriteria land evaluation: AHP, ANP, metodologi; Evaluasi lahan untuk pertanian dan kehutanan; Evaluasi lahan untuk teknik (pemukiman, bangunan, lokasi timbunan sampah); Evaluasi lahan untuk pariwisata, evaluasi lahan untuk tambak dan lingkungan pantai; Aplikasi evaluasi lahan untuk analisis wilayah; Konsep daya dukung (carrying capacity); Daya dukung berbasis kemampuan lahan, berbasis sumberdaya air dan berbasis neraca lahan; konsep dasar dan metodologi tapak ekologis (ecological footprint). Praktikum dilaksanakan melalui presentasi terhadap penugasan materi sumberdaya fisik untuk perencanaan wilayah.
Mata kuliah ini membahas tentang prinsip, konsep dan praktik pertanian tropis di Indonesia, yang ditekankan pada pendekatan bentang alam, aspek ekologi, konservasi agrobiodiversity, produktivitas pertanian, dan tantangannya.
Pengertian, filosofi dan argumentasi dasar pentingnya perencanaan. Ruang lingkup perencanaan dalam domain publik. Pengertian-pengertian planning theory vs theories in planning. Pandangan-pandangan filsafat, konsep dan teori-teori yang melandasi pembentukan mazhab perencanaan. Mazhab-mazhab perencanaan: perencanaan rasional dan sistem, kapitalisme dan mazhab kanan baru, sosialisme dan marxisme, pragmatis, perencanaan advokasi, post-modernisme, perencanaan kolaboratif dan perencanaan hijau (green planning). Norma-norma, misi, tujuan perencanaan. Perencanaan wilayah di berbagai negara. Isu-isu utama perencanaan wilayah di negara-negara yang sedang berkembang dan berpendapatan menengah. Dimensi historis dan pergeseran praktek sistem perencanaan di Indonesia. Isu-isu utama dan bentuk-bentuk perencanaan publik serta masa depan perencanaan wilayah di Indonesia.
Mata kuliah ini membahas tentang tanah, lahan, ruang kehidupan, dan wilayah; hubungan manusia dan ruang, tata ruang dan penataan ruang. Filosofi, konsep dan penataan ruang sebagai sistem manajemen sumberdaya berdimensi spasial (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian). Teori lokasi, teori lokasi pertanian, teori lokasi industri dan teori lokasi kontemporer. Unsur tata ruang: pola ruang dan struktur ruang. Konsep klasifikasi ruang dalam pengelolaan sumberdaya ruang: penggunaan lahan, tata guna tanah dan pola ruang. Teori land rent: economic rent, social rent dan environmental rent. Teori land rent, konversi lahan, penataan ruang sebagai optimasi land rent dan pengendalian pemanfaatan sumberdaya. Daya dukung lingkungan hidup dan penataan ruang. Penataan ruang dan masalah penguasaan sumberdaya (konsep keagrariaan). Prinsip dasar peramalan dan skenario optimasi pola pemanfaatan ruang. Pengaturan zonasi (zoning). Teori struktur ruang: sistem pusat kegiatan dan jaringan sarana/prasarana. Analisis sistem dan hirarki pusat-pusat kegiatan/pelayanan. Sistem permukiman perdesaan, perkotaan dan suburban. Analisis sistem jaringan sarana-prasarana. Dimensi manusia, isu sosial dan kelembagaan dalam perencanaan tata ruang. Proses dan prosedur perencanaan tata ruang. Sistem peraturan perundangan penataan ruang dan tata kelola sumberdaya spasial. Proses dan tingkat partisipasi dalam perencanaan. Proses perencanaan kolaboratif dan partisipatif.
Pengantar Ekonomi; Unsur-unsur pilihan konsumen dan hukum permintaan, pembentukan permintaan pasar; Unsur-unsur pilihan produsen dan hukum penawaran, tingkat industri; Interaksi penawaran dan permintaan; Kompetisi tidak sempurna dan kebijakan pemerintah, penerapan dan prinsip ekonomi mikro; Pasar output, pasar tenaga kerja, pasar kredit, pasar uang; Tujuan dan kebijakan ekonomi makro; Model ekonomi makro; Kebijakan stabilisasi dan kedudukan Indonesia dalam ekonomi dunia.
Mata kuliah ini membahas Data dan Informasi; Jenis-jenis data; Ukuran pemusatan dan penyebaran data non spasial dan spasial; Analisis korelasi dan regresi (regresi sederhana dan berganda); Spatial Autocorrelation: Indeks Moran dan Geary; Local Indicator of Spatial Association (LISA); Pola Spasial dengan Pendekatan ANN (Average Nearest Neighbour); Fragmentasi; Geographically Weighted Regression (GWR); Pengenalan R Software; Point Pattern Analysis; Interpolasi; Regresi logistic; PCA (/FA; dan Discriminant Analysis.
Definisi GIS dan aplikasinya; Konsep dasar data spasial; Input data dan sifat; Pengolahan awal dan manajemen database spasial; Fungsi analisis berbasis atribut dan spasial (dari publikasi terkini); Pengembangan produk (kartografi kontemporer dan webgis); Isu GIS dan teknologi informasi komunikasi serta aplikasi terkini.
Mata kuliah ini memberikan pembelajaran praktikal tentang pemasukkan data spasial dan atribut; pengolahan data awal, fungsi-fungsi analisis data spasial dan atribut, mini proyek, pengembangan produk kartografi kontemporer dan web GIS.
Mata kuliah ini mengajarkan tentang berbagai aspek sumberdaya yang menjadi basis untuk perencanaan wilayah. Aspek tanah dan lahan diberikan secara garis besar untuk mengenalkan sifat tanah dan distribusi spasial tanah. Sumberdaya fisik wilayah diberikan, mencakup geologi dan batuan, iklim, topografi, tutupan lahan/penggunaan lahan, batimetri dan sumberdaya pantai serta data yang relative tersedia di Indonesia, system lahan dan unit lahan dari RePProT. Aspek ekosistem khusus diberikan mencakup ekosistem lahan gambut dan karst. Evaluasi lahan diberikan berbasis FAO dan evaluasi multikriteria. Daya dukung lingkungan dibahas berbasis daya dukung untuk penataan ruang dan ecological footprint. Selain itu diberikan pula sumberdaya fisik untuk mengantarkan studi dalam term administrasi pertanahan, penataan ruang dan mitigasi bencana.
This subject concern with tropical agriculture principles, concepts and practices in Indonesia, which is emphasized on landscape approach, ecological aspect, agrobiodiversity conservation, agricultural productivity, and the challenges.
Mata ajaran ini bertujuan untuk membekali mahasiswa tentang konsep-konsep, definisi, paradigma, dan mazhab terkait teori perencanaan wilayah yang berkembang, kemudian membekali mahasiswa tentang bagaimana hubungan antara teori-teori dalam perencanaan wilayah dan melihat kaitannya dengan konteks sistem dan praktek perencanaan pengembangan wilayah di Indonesia dan berbagai negara, serta memilih strategi dan pendekatan perencanaan wilayah serta menganalisis berbagai implikasi penting yang secara logik mungkin terjadi
Mata kuliah ini membahas hubungan manusia dan ruang, tata ruang dan penataan ruang; Tilosofi, konsep dan penataan ruang sebagai sistem manajemen sumberdaya berdimensi spasial (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian); Teori lokasi, teori lokasi pertanian, teori lokasi industri dan teori lokasi kontemporer. Unsur tata ruang: pola ruang dan struktur ruang. Konsep klasifikasi ruang dalam pengelolaan sumberdaya ruang: penggunaan lahan, tata guna tanah dan pola ruang; Teori land rent: economic rent, social rent dan environmental rent, serta penjelasan konversi lahan berdasarkan teori land rent, penataan ruang sebagai optimasi land rent dan pengendalian pemanfaatan sumberdaya. Penataan ruang dan masalah penguasaan sumberdaya (konsep keagrariaan). Prinsip dasar peramalan dan skenario optimasi pola pemanfaatan ruang; pengaturan zonasi (zoning). Teori struktur ruang: sistem pusat kegiatan dan jaringan sarana/prasarana; analisis sistem dan hirarki pusat-pusat kegiatan/pelayanan. Sistem permukiman perdesaan, perkotaan dan suburban. Analisis sistem jaringan sarana-prasarana. Dimensi manusia, isu sosial dan kelembagaan dalam perencanaan tata ruang. Proses dan prosedur perencanaan tata ruang; sistem peraturan perundangan penataan ruang dan tata kelola sumberdaya spasial; proses dan tingkat partisipasi dalam perencanaan serta proses perencanaan kolaboratif dan partisipatif.
Mata kuliah ini mempelajari terminologi penting data spasial dan non spasial dan karakteristik utamanya; Pemusatan dan penyebaran data spasial dan non spasial; Kompleksitas permasalahan perencanaan wilayah dan beberapa pendekatan penyederhanaannya secara kuantitatif dan representatif; Reduksi dimensi data dan ekstraksi struktur informasi penting data peubah ganda; Pemodelan dan teknik klasifikasi, pengelompokkan data; Pemodelan dan teknik peramalan dengan data kuantitatif, kualitatif dan gabungan keduanya; Pemodelan sistem interaksi spasial, kontiguitas spasial, korelasi dan autokorelasi spasial; Analisis fragmentasi spasial; Analisis sebab-akibat standar dan berbasis spasial untuk data numerik dan kategorik: regresi ordinary least squares (OLS), analisis diskriminan, regresi logistic, spatial ekonometrik, dan pemanfaatan AI dalam model spatial ekonometrik.
Mata ajaran mencakup materi tentang sistem informasi yang berbasis data spasial dengan menggunakan teknologi komputer, yang berkembang dari kartografi, yang mencakup (a) konsep dasar data spasial dan keterkaitannya dengan data atribut; (b) sistem skala, proyeksi dan sistem koordinat, (c) transformasi realitas data spasial, (d) berbagai sifat data masukan seperti tabel atribut, data satelit, data GPS, data digitiser dan alat pemindai (scanner), (e) konsep pengolahan awal dan manajemen data atribut dan spasial, (f) fungsi analisis yang mencakup fungsi klasifikasi/pemetaan statistik, fungsi tetangga, fungsi keterkaitan dan fungsi tumpang-tindih, (g) pemodelan dan simulasi dalam manajemen sumberdaya lahan, (h) pengembangan dan disain produk SIG, dan (i) Isu SIG dan pengembangan sistem informasi yang terkait dengan sumberdaya lahan dan pembangunan berkelanjutan.
Survei ekonomi regional, teori pertumbuhan regional dalam konteks konvergensi/divergensi regional (model neo-klasik, cumulative causation, endogenous growth theory, growth poles and growth centers), teori lokasi, peranan transportasi, ekonomi urban, analisis spesifikasi, perdagangan dan pengganda regional, dan analisis kebijakan ekonomi regional.
Mata kuliah Sistem Spasial dan Ekonomi Wilayah membahas hubungan antara dinamika pembangunan ekonomi dan struktur ruang wilayah melalui kajian teori pembangunan, perbedaan analisis ekonomi wilayah dan nasional, serta pendekatan supply-side dan demand-side dalam menjelaskan pertumbuhan regional. Mahasiswa diperkenalkan pada indikator pembangunan, pendapatan wilayah, pertumbuhan ekonomi, serta indikator pembangunan berkelanjutan sebagai dasar evaluasi kinerja pembangunan. Setelah UTS, kajian berfokus pada dinamika spasial seperti migrasi, urbanisasi, suburbanisasi, interaksi antarkota/wilayah, dan keterkaitan antarsektor melalui Analisis Input-Output dan Inter-Regional Input-Output termasuk penerapannya pada pengembangan IKN. Materi juga mencakup optimasi pemanfaatan sumber daya serta analisis sistem permukiman perkotaan dan perdesaan. Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu mengintegrasikan teori, data, dan metode analisis untuk memahami perubahan ekonomi regional serta menyusun rekomendasi kebijakan pembangunan wilayah dan perdesaan yang efektif dan berkelanjutan.
Definisi dan pengertian konservasi dan pengelolaan ekosistem khusus dan kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan dan SDGs. Berbagai bentuk kerusakan tanah dan lahan serta penyebabnya pada ekosistem khusus; Hidrologi ekosistem khusus (karst, gambut, rawa); Teknik evaluasi kemampuan lahan, kualitas tanah dan kualitas lahan pada ekosistem khusus; Prinsip dan penerapan High Conservation Value Area; Pengelolaan dan Konservasi Ekosistem Rawa (pasang surut dan dalam) dan Gambut; Pengelolaan dan Konservasi Ekosistem Karst; Pengelolaan dan Konservasi Ekosistem Danau dan Waduk; Pengelolaan dan Konservasi Ekosistem Wilayah Pesisir (mangrove, salinitas tinggi, pasir, dll); Jasa ekosistem ekosistem khusus; Manajemen kolaborasi dan pemberdayaan stakeholders dalam konservasi ekosistem khusus; Kebijakan serta peraturan dan perundangan terkait ekosistem khusus.
Definisi dan pengertian konservasi dan pengelolaan ekosistem khusus dan kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan dan SDGs. Berbagai bentuk kerusakan tanah dan lahan serta penyebabnya pada ekosistem khusus; Hidrologi ekosistem khusus (karst, gambut, rawa); Teknik evaluasi kemampuan lahan, kualitas tanah dan kualitas lahan pada ekosistem khusus; Prinsip dan penerapan High Conservation Value Area; Pengelolaan dan Konservasi Ekosistem Rawa (pasang surut dan dalam) dan Gambut; Pengelolaan dan Konservasi Ekosistem Karst; Pengelolaan dan Konservasi Ekosistem Danau dan Waduk; Pengelolaan dan Konservasi Ekosistem Wilayah Pesisir (mangrove, salinitas tinggi, pasir, dll); Jasa ekosistem ekosistem khusus; Manajemen kolaborasi dan pemberdayaan stakeholders dalam konservasi ekosistem khusus; Kebijakan serta peraturan dan perundangan terkait ekosistem khusus.
Perencanaan prasarana dan sarana wilayah untuk kawasan terbangun dalam perencanaan tataruang. Prasarana utama yang dibutuhkan dalam pengembangan wilayah dan Indikasi program utama prasarana dalam RTRW.
Mata kuliah ini membahas prinsip-prinsip evaluasi sumberdaya dengan fokus pada evaluasi ekonomi sumberdaya lahan dan kaitannya dengan pengembangan wilayah. Topik yang dibahas mencakup prinsip-prinsip evaluasi, prinsip biaya dan manfaat sumberdaya, konsep nilai dalam sumber daya, teknik analisis berbasis pasar, teknik analisis berbasis non pasar dan analisis kebijakan sumber daya. Selain itu mahasiswa dibekali dengan state-of-the art perkembangan metode evaluasi dengan membahas makalah jurnal-jurnal internasional mengenai valuasi sumberdaya lahan.
Tahapan penelitian di PS Ilmu Perencanaan Wilayah: kuliah teori, penyusunan proposal, kolokium, publikasi sampai ujian; Konsep dasar penelitian, falsafah penelitian, etika penelitian, konsep dan aturan penelitian formal Dikti, kedudukan penelitian sarjana-magister-doktor, plagiarism; Struktur tesis, struktur proposal tesis, keterkaitan antar komponen dalam struktur tesis dan struktur proposal; Isi dan cara penyusunan Latar Belakang, Tujuan, Perumusan Masalah, Kerangka Fikir, Hipotesis, Metodologi. Hal-hal penting yang harus ditulis dalam setiap bagian; Studi Pustaka, Kebahasaan; Desain penarikan contoh spasial dan non spasial: Teori dan teknik penarikan contoh serta contoh aplikasinya pada beberapa penelitian; Teknik analisis data spasial dan non spasial: Jenis dan tipe data, skala data, jenis penelitian: penelitian kuantitatif dan kualitatif (perbedaan karakteristik), analisis data, teknik pengolahan data sesuai pendekatan penelitian, contoh-contoh teknik analisis data pada penelitian kuantitatif (statistik deskriptif dan inferensial), contoh-cotoh teknik analisis data pada penelitian kualitatif; Teknik publikasi pada Jurnal Ilmiah: teknik pemilihan jurnal, level jurnal ilmiah internasional, level jurnal ilmiah nasional, tahapan submisi jurnal sampai diterima (accepted), instruksi bagi penulis, proses submisi, cara memperbaiki berbasis komentar penelaah; Presentasi proposal penelitian, koreksi dan komentar oleh pengasuh.
Pendekatan ensemble dan non-ensemble learning untuk klasifikasi biogeofisik dan zone agroekologi dari data penginderaan jauh dan turunannya; Analisis dan simulasi perubahan penggunaan lahan dengan pendekatan statistika dan jaringan syaraf tiruan; Pendekatan analisis kerangka kerja (framework) dalam maha data berbasis data spatio-temporal untuk perencanaan wilayah.
Penyebab bencana dipicu faktor alamiah dan antropogenik dan mitigasi bencana; Bahaya alam bersumber dari kulit bumi seperti gempa bumi, erupsi vulkanik, tsunami, abrasi, banjir, longsor, kekeringan dan angin puting beliung, serta dari aspek antropogenik seperti kebakaran hutan dan lahan, pencemaran tanah dan air, degradasi lahan; Mitigasi bencana menyesuaikan kondisi lingkungan setempat; Pemanfaatan teknologi geospasial untuk kajian kebencanaan alam.
Kerentanan dan kapasitas sosial dalam berbagai sisi antara lain sisi lingkungan, sosial, ekonomi, budaya, politik, fisik dan psikologi; Keterkaitan antara risiko bencana, kerentanan dan kapasitas; Variasi teknik/pendekatan analisis kerentanan dan kapasitas sosial kebencanaan, seperti PCVA (Participatory Capacity and Vulnerability Analysis) dan metode yang lain
Penilaian risiko berdasarkan aspek bahaya, kerentanan, dan kapasitas sosial; Mitigasi sebelum terjadi bencana (pra-bencana), selama kejadian bencana, serta setelah kejadian bencana (pasca bencana) meliputi kesiapan membangun sistem peringatan dini dan pemantauan; Problem dalam aktvitas pertambangan, reklamasi dan regulasi di Indonesia. Penilaian cepat kerusakan akibat bencana dan tindakan tanggap darurat; Pemulihan kerusakan yang bersifat fisik maupun sosial-ekonomi; Strategi pengembangan mitigasi dengan melibatkan parapihak, sistem informasi, dan pengembangan kelembagaan;
Keragaman budaya masyarakat di dunia dan di Indonesia dan kaitannya dengan sistem pertanahan; Hubungan antara sistem sosial budaya masyarakat dengan sistem pemilikan, penguasaan dan penggunaan lahan; Lingkup Agraria (Obyek dan Subyek Agraria), Struktur Agraria (Pola Pemilikan dan Penguasaan Sumberdaya Agraria dan Hubungan Produksi Agraria, Distribusi Asset/Kapital Sumberdaya Agraria), Politik dan Hukum Agraria (Sejarah Kebijakan Agraria: Teori Domain, Culturstelsel, Agrarische Wet 1870, UUPA), Reforma Agraria (Sejarah dan Implementasinya), Kebijakan dan Pokok-pokok Perundangan Bidang Agraria (Antara Regulasi dan Implementasi), Dinamika Permasalahan Agraria: Penelitian Agraria di Indonesia, Alternatif Kebijakan Agraria (Menuju Keadilan Agraria); termasuk dalam konteks Otonomi Daerah dan Pengembangan Wilayah; Pentingnya Administrasi Pertanahan (Kadaster); Data spasial dan Tekstual Pertanahan; Infrastruktur Data Spasial untuk Administrasi Pertanahan; Pengelolaan Dinamika Administrasi Pertanahan.
Kuliah berbasis project-based learning (PBL) ini menyajikan matetri pendahuluan pada mahadata spasial dan GeoAI serta beberapa sumber data publik. Materi kuliah memfokuskan pada pemahaman konsep serta implementasi dari mahadata spasial (geocube) dan ekstraksi informasinya menggunakan metode konvensional dan pemelajaran mesin. Kemampuan algoritma pemelajaran mesin didemonstrasikan menggunakan perangkat lunak R, sebagai landasan bagi pengembangan lanjutan dalam project. Aspek lain yang dibahas adalah pengolahan dan analisis berbasis deret waktu.
Ruang lingkup dan konsep Pengelolaan DAS dalam pembangunan berkelanjutan; Siklus hidrologi dan neraca air; Karakteristik dan statistik hujan; Analisis data hidrologi; Pendugaan aliran permukaan (volume dan debit pucak); Analisis hidrograf, Unit hidrograf; Konservasi tanah dan air dalam pengelolaan DAS; Model hidrologi, hidrolika, groundwater dan erosi tanah DAS; Sosial ekonomi kelembagaan pengelolaan DAS; Jasa lingkungan DAS; Monitoring dan evaluasi pengelolaan dan kinerja DAS.
Definisi dan cara kerja penginderaan jauh; Tipe sensor (aktif dan pasif); Wahana inderaja (satelit, pesawat, drone); Pengolahan awal (koreksi radiometrik, geometrik); Interpretasi manual; Klasifikasi digital menggunakan teknik klasifikasi standar dan pemelajaran mesin (tidak terbimbing, terbimbing, machine learning); Deteksi perubahan (binary change, "from-to" analysis, CVA, probability change); dan Integrasi RS, GIS, TiC.
Pembuatan database spasial (vektor dan raster); Ekstraksi data; Pemodelan berbasis data dimensi 0, 1, 2, 3 dan 4 (waktu); Pemodelan berbasis pendekatan fungsi matematik, statistik dan sistem logis; Pemodelan data deret waktu (time series); Aplikasi penentuan daya dukung dan layanan ekosistem (ecosystem services), potensi risiko bencana dan perubahan dan prediksi penggunaan lahan (Markov Chain, CA, LTM), perencanaan kawasan.
Pengertian dan lingkup keamanan-ketahanan air dalam batas wilayah dan DAS; Isu-isu strategis terkait keamanan-ketahanan air; Kelangkaan air (water scarcity; Analisis jasa lingkungan DAS terhadap keamanan-ketahanan air; High Conservation Value Area (HCVA) untuk mendukung keamanan-ketahanan air DAS; Teknologi ramah lingkungan (green technology) untuk mendukung keamanan-ketahanan air dan penyediaan air; Manajemen green water dan blue water; Indikator keamanan-ketahanan air; Sistem penilaian keamanan-ketahanan air; Komponen dan aspek aspek terkait keamanan-ketahanan air; Perencanaan sistem keamanan-ketahanan air; Manajemen konflik dan kolaborasi untuk manajemen sumberdaya air berkelanjutan; Kebijakan dan peraturan tentang ketahanan air.
Mata kuliah Metodologi Penelitian Spasial membekali mahasiswa dengan konsep dan keterampilan dalam merancang, melaksanakan, serta menyusun laporan penelitian di bidang perencanaan dan pengelolaan wilayah. Materi mencakup tahapan penyusunan proposal penelitian (perumusan masalah, tujuan, hipotesis, dan ruang lingkup), etika penelitian dan publikasi ilmiah, teknik penulisan karya ilmiah, serta metodologi penelitian spasial meliputi literature review, desain sampling, analisis data spasial, dan analisis kewilayahan. Proses pembelajaran dilengkapi dengan kajian literatur ilmiah, diskusi, serta presentasi mahasiswa mengenai rancangan penelitian. Evaluasi dilakukan melalui partisipasi aktif, penugasan, presentasi, UTS, dan UAS. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menguasai metodologi penelitian spasial secara komprehensif dan menghasilkan rancangan penelitian yang berkualitas serta layak dipublikasikan.
Mata kuliah Pengelolaan DAS membahas dasar dasar, konsep, tiori, dan penerapan ilmu hidrologi, konservasi tanah dan pendekatan sistim dalam pengelolaan DAS. Dengan demikian kuliah ini akan membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan pengelolaan DAS meliputi Siklus hidrologi: hujan, Infiltrasi, evapotranspirasi, aliran permukaan, air tanah dan kaitan nya dengan kinerja sebuah DAS; Metode Pengukuran dan analisis data hujan (koreksi eror data lapang, distribusi dan peluang); Metode Pengukuran dan analisis data infiltrasi (Horton); Metode Pengukuran dan analisis aliran permukaan (Metoda SCS Formula); Metode Pengukuran dan analisis data debit (return period, flow duration curve, hidrograf, dan hidrograf satuan); Model hidrologi untuk analisis DAS (Case study model SWAT); Case study: Permasalahan dan Pengelolaannya DAS berbasis jasa lingkungan.
Penyebab bencana dipicu faktor alamiah dan antropogenik dan mitigasi bencana; Bahaya alam bersumber dari kulit bumi seperti gempa bumi, erupsi vulkanik, tsunami, abrasi, banjir, longsor, kekeringan dan angin puting beliung, serta dari aspek antropogenik seperti kebakaran hutan dan lahan, pencemaran tanah dan air, degradasi lahan; Mitigasi bencana menyesuaikan kondisi lingkungan setempat; Pemanfaatan teknologi geospasial untuk kajian kebencanaan alam
Penilaian risiko berdasarkan aspek bahaya, kerentanan, dan kapasitas sosial; Mitigasi sebelum terjadi bencana (pra-bencana), selama kejadian bencana, serta setelah kejadian bencana (pasca bencana) meliputi kesiapan membangun sistem peringatan dini dan pemantauan; Penilaian cepat kerusakan akibat bencana dan tindakan tanggap darurat; Pemulihan kerusakan yang bersifat fisik maupun sosial-ekonomi; Strategi pengembangan mitigasi dengan melibatkan parapihak, sistem informasi, kelembagaan; Teknik pelaksanaan meliputi organisasi, tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian.
Mata kuliah ini membahas definisi dan pengertian yang berkembang terkait kecerdasan buatan (AI) dan implementasinya pada perencanaan. Mata kuliah ini berfokus pada pendekatan dan metode pemelajaran mesin, mulai dari metode monolitik sampai pada metode ensemble, yang diperkaya dengan pembahasan tentang teknik parameter tuning dan model stacking serta pembahasan pada data deret waktu/spasio-temporal. Aspek implementasi akan difokuskan pada terapan data statistik serta data spasial untuk analisis tutupan lahan dan dinamikanya
Pembuatan database spasial (vektor dan raster); Ekstraksi data; Pemodelan berbasis data dimensi 0 (titik), 1 (garis), 2 (area), 3 (volume) dan 4 (waktu); Pemodelan berbasis pendekatan fungsi matematik, statistik dan sistem logis; Pemodelan data deret waktu (time series; Aplikasi penentuan daya dukung dan layanan ekosistem (ecosystem services), potensi risiko bencana dan perubahan dan prediksi penggunaan lahan (Markov Chain, CA, LTM), pemodelan fungsi transfer, landscape dan multiskala
Mata kuliah ini memberikan pemahaman mendalam tentang konsep dasar, teknologi, dan aplikasi penginderaan jauh dalam bidang pertanian dan perencanaan wilayah. Mahasiswa akan mempelajari berbagai jenis sensor (aktif dan pasif) serta platform pengamatan seperti drone, pesawat, dan satelit. Materi mencakup teknik interpretasi manual citra, pengolahan awal dan penajaman citra untuk meningkatkan informasi spasial, serta pemanfaatan indeks vegetasi dan data spektral dalam mendukung pengambilan keputusan. Selain itu, mahasiswa dibekali keterampilan klasifikasi digital menggunakan metode konvensional dan pembelajaran mesin, serta teknik deteksi perubahan penggunaan lahan seperti analisis biner, transformasi kategori (from-to analysis), Change Vector Analysis (CVA), dan analisis probabilistik.
Keragaman budaya masyarakat di dunia dan di Indonesia dan kaitannya dengan sistem pertanahan; Hubungan antara sistem sosial budaya masyarakat dengan sistem pemilikan, penguasaan dan penggunaan lahan; Lingkup Agraria (Obyek dan Subyek Agraria), Struktur Agraria (Pola Pemilikan dan Penguasaan Sumberdaya Agraria dan Hubungan Produksi Agraria, Distribusi Asset/Kapital Sumberdaya Agraria), Politik dan Hukum Agraria (Sejarah Kebijakan Agraria: Teori Domain, Culturstelsel, Agrarische Wet 1870, UUPA), Reforma Agraria (Sejarah dan Implementasinya), Kebijakan dan Pokok-pokok Perundangan Bidang Agraria (Antara Regulasi dan Implementasi), Dinamika Permasalahan Agraria: Penelitian Agraria di Indonesia, Alternatif Kebijakan Agraria (Menuju Keadilan Agraria); termasuk dalam konteks Otonomi Daerah dan Pengembangan Wilayah; Pentingnya Administrasi Pertanahan (Kadaster); Data spasial dan Tekstual Pertanahan; Infrastruktur Data Spasial untuk Administrasi Pertanahan; Pengelolaan Dinamika Administrasi Pertanahan.
Mata kuliah ini membahas teori dan aplikasi valuasi ekonomi ekosistem dalam konteks perencanaan wilayah. Topik yang dibahas meliputi prinsip-prinsip dasar teori valuasi ekonomi ekosistem (market based, non market based approach), perlunya valuasi ekonomi dalam perencanaan wilayah. Pada tahap berikutnya mata kuliah ini akan memfokuskan pada topik bahasan aplikasi valuasi ekonomi dalam konteks perencanaan wilayah seperti land use planning, resource management, coastal zone planning, serta aplikasi valuasi pada skala spasial yang berbeda (lokal regional dan nasional).
Mata kuliah ini memberikan pembelajaran yang mencakup Rasional perlunya pengelolaan Sumberdaya Lahan (SDL); Hubungan karakteristik landform dengan daya dukung bagi kehidupan (land capability); Konsep dan pengertian air tanah untuk kebutuhan tanaman/tumbuhan (green water) dan air permukaan dan zona jenuh (blue water) dan pengelolaannya; Evaluasi kualitas tanah dan kualitas lahan untuk zona agroekologi; Karakteristik, potensi dan kendala lahan kering dan lahan basah bagi pertanian dalam arti luas; Penggunaan lahan, gas rumah kaca, pemanasan global dan peluang mitigasinya; Penggunaan lahan dan prinsip penatagunaan lahan (past, present, future) (memberi perspektif keseimbangan konservasi dan pembangunan); Perencanaan penggunaan lahan berdasarkan kemampuan dan kesesuaian lahan, teori lokasi dan permintaan pasar (location theory and market/demand driven); Teknologi pengelolaan lahan kering dan basah secara kimia, biologi dan konservasi; Analisis kebutuhan air berdasarkan penggunan lahan saat ini (present land use) dan potensial (potential landuse), skenario penggunaan lahan (simulated land use), dan pertimbangan iklim; Penggunaan lahan produktif dan nonproduktif (suboptimal = lahan kering masam dan iklim kering) untuk pertanian dan nonpertanian; Pengertian dan pengelolaan lahan prima, kritis, dan rusak (UU No. 37/2014); Aspek dan peran sosial, ekonomi, budaya, dan kelembagaan dalam pengelolaan sumberdaya lahan; dan Strategi pengelolaan sumberdaya lahan secara berkelanjutan melalui pemanfaatan big data.
Proposal terutama berisi latar belakang permasalahan yang diteliti, dan metode ilmiah untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan teknik analisis yang sistematis, terukur, berkelanjutan, berbasis keruangan/spasial
Kolokium adalah kegiatan pemaparan materi rencana penelitian (tesis) oleh mahasiswa Program Magister di depan mahasiswa peserta kolokium dan dihadiri oleh komisi pembimbing serta dipimpin oleh salah satu tim dosen kolokium (moderator). Mahasiswa menyusun makalah kolokium yang disetujui oleh komisi pembimbing dan didistribusikan kepada mahasiswa peserta kolokium. Saran dari mahasiswa, moderator dan komisi pembimbing (hadir) selama pelaksanaan kolokium digunakan untuk memperbaiki rencana penelitian (tesis). Nilai kolokium diperoleh dari nilai rata-rata komisi pembimbing dan moderator.
Praktik teori ilmu perencanaan wilayah berbasiskan pada unsur-unsur sumberdaya alam, sosial, ekonomi, dan kelembagaan; Praktik penyusunan sasaran mencakup aspek spasial, seperti pola ruang, struktur ruang, atau rencana strategis, maupun aspek non spasial seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM); Praktik penyusunan rencana pengelolaan wilayah kajian (Kabupaten/Kota) terpilih; Review perencanaan wilayah di Indonesia; Pembekalan berbagai topik terkait isu kebencanaan alam di Indonesia, pemanfaatan data spasial, analisis persepsi pemangku kepentingan
Praktik teori ilmu perencanaan wilayah berbasiskan pada unsur-unsur sumberdaya alam, sosial, ekonomi, dan kelembagaan; Praktik penyusunan sasaran mencakup aspek spasial, seperti pola ruang, struktur ruang, atau rencana strategis, maupun aspek non spasial seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM); Praktik penyusunan rencana pengelolaan wilayah kajian (Kabupaten/Kota) terpilih; Review perencanaan wilayah di Indonesia; Pembekalan berbagai topik terkait isu kebencanaan alam di Indonesia, pemanfaatan data spasial, analisis persepsi pemangku kepentingan
Publikasi ilmiah nasional adalah publikasi yang ditujukan untuk mempublikasikan hasil penelitian atau karya ilmiah di tingkat nasional. Publikasi ilmiah nasional termasuk Prosiding Seminar (International), publikasi yang berisi kumpulan makalah atau artikel hasil presentasi di seminar (International, terindex Scopus). Prosiding seminar (Internmational) sering kali diterbitkan dalam bentuk buku atau jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang disajikan di seminar tersebut.
Publikasi ilmiah internasional ditujukan untuk penyebarluasan hasil penelitian ilmiah orisinal dari bagian disertasi tugas akhir mahasiswa program doktor untuk memberikan informasi kepada kalangan akademisi atau para ahli di bidangnya. Publikasi dilakukan pada berkala ilmiah internasional bereputasi atau terindeks global.
Ujian tesis dimaksudkan untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan materi yang terdapat dalam tesis dan merupakan uji kualifikasi/kemampuan penentu untuk memperoleh gelar magister sain. Nilai tugas akhir merupakan agregat dari nilai proposal, tesis dan ujian tesis dengan sistem pembobotan. Proposal yang dinilai adalah proposal yang telah dikolokiumkan dan diperbaiki sesuai dengan hasil kolokium. Nilai untuk kolokium, seminar dan publikasi dilakukan secara terpisah dari tugas akhir.
Tesis adalah dokumen tertulis yang merupakan tugas akhir mahasiswa jenjang magister yang ditulis mengikuti kaidah penulisan yang baku dan sistematis, dan menggunakan metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan di depan Komisi Pembimbing dan Dosen Penguji Luar Komisi.