Program Magister (S2) Ilmu Pengelolaan Hutan (IPH) IPB University adalah program pascasarjana di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan yang dikelola oleh Departemen Manajemen Hutan, pada rumpun Ilmu Terapan (Kehutanan–Lingkungan) dengan gelar lulusan M.Si. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas ilmiah dan profesional dalam pengelolaan hutan adaptif—mengintegrasikan dimensi ekologi, sosial, dan spasial—serta mendorong praktik pengambilan keputusan berbasis data melalui tata kelola hutan berbasis data, teknologi digital, dan integrasi digital & AI. Beban studi program adalah 55–59 SKS dan status akreditasi nasional tercatat Unggul (BAN-PT) 2023–2028
Menjadi institusi pendidikan tinggi terkemuka dalam pengembangan ilmu, teknologi dan seni untuk pengelolaan hutan tropis berbasis ekosistem untuk menjamin keberlanjutan fungsi ekologi, ekonomi dan sosial hutan
"Melaksanakan pendidikan tinggi akademik untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang bermoral, kompeten dan mampu bersaing di tingkat nasional, regional dan internasional Melaksanakan penelitian yang mendukung proses pendidikan dan pengembangan ilmu, teknologi dan seni di bidang manajemen hutan yang adaptif terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat untuk mendukung pengelolaan hutan lestari Melaksanakan pengabdian pada masyarakat yang berkontribusi pada peningkatan kemampuan lulusan dan pemecahan beragam masalah pembangunan kehutanan dan pengelolaan hutan berbasis ekosistem "
Menguasai teori dan konsep bidang pengelolaan hutan dan ilmu lingkungan, sehingga mampu berpikir logis dan sistematis untuk memecahkan permasalahan, mengembangkan IPTEKS dalam bidangnya, dan mampu memecahkan permasalahan melalui pendekatan interdisiplin atau multidisiplin, serta dapat mengkomunikasikan informasi dan ide berlandaskan etika ilmiah. Capaian pembelajaran (CPL) Program Studi Ilmu Pengelolaan Hutan dijelaskan secara rinci pada CPL1 sampai dengan CPL8: • CPL1. Mampu mengembangkan pengetahuan dan teknologi sistem pengelolaan hutan untuk berbagai tujuan seperti produksi kayu, hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, pengendalian banjir dan erosi, pengendalian kebakaran hutan dan perhutanan sosial sesuai peminatan hingga menghasilkan sistem pengelolaan yang inovatif dan teruji. • CPL2. Mampu memecahkan permasalahan pelaksanaan pengelolaan hutan yang diakibatkan adanya gangguan hutan, perubahan iklim, peningkatan jumlah penduduk dan pemanfaatan lahan hutan untuk keperluan lain melalui pendekatan inter atau multidisipliner. • CPL3. Mampu mengelola, dan mengembangkan riset dan pengembangan yang bermanfaat agar tujuan pengelolaan hutan dapat tercapai dan keberadaan atau keberlanjutan manfaat hutan diakui secara nasional maupun internasional. • CPL4. Mampu menyusun dan mengembangkan Rencana Pengelolaan Hutan untuk berbagai tujuan hingga menghasilkan rencana pengelolaan yang menjamin keberlangsungan fungsi hutan. • CPL5. Mampu menyusun dan mengembangkan organisasi pelaksana pengelolaan hutan pada tingkat unit manajemen (KPH). • CPL6. Mampu melaksanakan dan mengembangkan tahapan pelaksanaan kegiatan pengelolaan hutan hingga tujuan pengelolaan hutan dapat tercapai. • CPL7. Mampu melaksanakan dan mengembangkan model monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan hutan dan mampu memecahkan permasalahan yang ditimbulkannya dan mampu menyusun upaya perbaikan berkelanjutan. • CPL8. Mampu mengelola riset dan pengembangan yang terkait dengan upaya penyelesaian masalah penggunaan lahan hutan, kebakaran hutan dan gangguan hutan lainnya , serta mampu mendiseminasikan hasilnya melalui media atau jurnal baik nasional maupun internasional "
Menghasilkan lulusan magister yang mampu mengembangkan ilmu dan teknologi pengelolaan hutan adaptif untuk menjawab dinamika sosial–ekologis, perubahan iklim, dan tuntutan keberlanjutan.
Memperkuat kapasitas perencanaan dan pengelolaan hutan melalui integrasi ekologi, sosial, dan spasial, serta pendekatan interdisipliner dalam perencanaan kehutanan.
Mendorong solusi inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan dalam pengelolaan hutan serta pengembangan bisnis kehutanan yang bertanggung jawab.
Mengembangkan kompetensi analisis spasial, pemodelan dinamis, dan perencanaan pengelolaan hutan lestari sebagai basis pengambilan keputusan. Memperkuat kapasitas tata kelola hutan berbasis data dan penerapan teknologi digital serta AI dalam pengelolaan dan kebijakan kehutanan.
(Khusus peminatan Perhutanan Sosial) Menyiapkan lulusan yang mampu menjadi fasilitator pemberdayaan dan analis sosial-ekologis/pengembang kebijakan inklusif untuk pengembangan perhutanan sosial yang partisipatif.
keunggulan S2 Ilmu Pengelolaan Hutan (IPH) (Kurikulum K2025):
Akreditasi nasional “Unggul” (BAN-PT) dan masih berlaku 2023–2028
Profil lulusan jelas dan “market-ready”:
Fokus kompetensi masa kini
Kekuatan analitik-spasial dan pemodelan: ada mata kuliah/kompetensi yang mengarah ke analisis spasial, pemodelan dinamis, remote sensing/citra, biometrika, dan proyeksi/skenario kebijakan.
Kurikulum fleksibel : dua jalur studi (By Course & By Research)
Porsi riset sangat kuat
Luaran ilmiah “dipaksa jadi” lewat komponen publikasi
Ada penguatan jalur Perhutanan Sosial
1. Peneliti / Akademisi (PL1)
2. Perencana Kehutanan (PL2)
3. Profesional Kehutanan (PL3)
4. Spesialis (PL4) – spasial & pemodelan
5. Konsultan teknis / Pengambil kebijakan (PL5)
6. Fasilitator pemberdayaan masyarakat (PL6)
7. Analis sosial-ekologis/pengembang kebijakan inklusif (PL7):
Ruang lingkup dan struktur bangun Manajemen Hutan sebagai bidang ilmu, perkembangan paradigma, falsafah dan prinsip-prinsip (azas-azas) pengelolaan hutan klasik sampai mutakhir, serta penerapan metode kuantitatif dalam penerapan tujuan dan preskripsi pengelolaan hutan
Mempelajari karakteristik sumberdaya alam dan lingkungannya yang secara inherent menyebabkan terjadinya interdependensi antar kelompok masyarakat. Hubungan antara karakteristik tersebut dengan masalah-masalah pengelolaan sumberdaya alam dipelajari melalui struktur insentif yang terwujud dari berjalannya kebijakan. Memperdalam arti dan ruang lingkup kebijakan sebagai ilmu, perumusan masalah kebijakan, serta penelitian kebijakan yang khas. Menelaah masalah kebijakan pengelolaan sumberdaya alam nasional dan mancanegara, serta merancang metodologi dalam melakukan analisis kebijakan
Deskripsi :
Pendahuluan (kontrak perkuliahan, ruang lingkup metode penelitian kehutanan, susunan materi kuliah secara keseluruhan), Kebenaran ilmiah dan metodologi penelitian ilmiah, Klasifikasi penelitian ilmiah (Menurut keperluannya terhadap data, menurut keperluannya terhadap hipotesis), Tahapan penelitian yang memerlukan data empiris, Metode penelitian ilmu pemanfaatan hutan, Metode penelitian ilmu kebijakan kehutanan (tahapan penelitian ilmu kebijakan kehutanan (paradigma penelitian kualitatif, pilihan dan penggunaan konsep dan teori, pilihan metode penelitian)
Mata kuliah Sistem informasi Geografis untuk pengelolaan hutan ini menguraikan teori dan praktis tentang perkembangan dan aplikasi teknologi sistem informasi geografis di bidang kehutanan dan lingkungan, yang mencakup proses input, pengelolaan basis data, manipulasi & analisis serta penyajian output informasi yang dihasilkan berupa tabel, grafis, peta, gambar dan atau teks. Contoh-contoh pemodelan spasial dan kartografis menjadi bagian utama yang disampaikan pada mata kuliah ini. Mata kuliah ini sangat cocok untuk siapa saja ingin menggunakan teknologi SIG pada bidang perencanaan spasial/wilayah, pengelolaan hutan, rehabilitasi/reklamasi/evaluasi, konservasi, pemantauan, analisis perubahan dan /atau pemantauan hutan terkaait aspek kehutanan, perkebunan dan lingkungan
Mata kuliah Analisis Citra Dijital untuk Kehutanan ini merupakan mata kuliah pilihan yang diperlukan bagi mahasiswa S2 dan S3 yang ingin mendalami tehnik-tehnik menurunkan informasi dari citra dijital khususnya dari citra satelit rangka pengurusan hutan. Mata kuliah ini menjelaskan tentang perkembangan teknologi remote sensing dan tehnik-tehnik analisis citra untuk keperluan pengurusan hutan dan sumberdaya alam hayati lainnya
Penyelenggaraan kehutanan tidak terlepas dari berbagai kepentingan dan kekuasaan yang sedang berjalan. Alokasi sumberdaya hutan sebagai barang publik ditentukan oleh berbagai bentuk transaksi baik melalui peraturan perundangan maupun jaringan kekuasaan yang terbentuk di dalam dan di luar sistem pemerintahan. Desentralisasi, kinerja birokrasi, dan sistem pemerintahan menentukan efisiensi, keadilan dan keberlanjutan pengelolaan sumberdaya hutan
Mata kuliah ini ditujukan untuk memberikan landasan tentang statistika yang berguna dalam penelitian ilmu sosial dan perilaku. Materi meliputi metode pengumpulan data, pemodelan dan analisis data, prinsip pendugaan parameter dan pengujian hipotesis satu populasi serta dua populasi. Untuk pengumpulan data ditekankan pada metode percontohan (sampling), khususnya percontohan yang sering dilakukan dalam ilmu sosial dan perilaku seperti contoh acak sederhana (simple random sample), contoh berstrata (stratified sample), contoh bertahap (multistage sample), serta contoh tak-berpeluang (non-probaility sampling). Selanjutnya untuk analisis ditekankan pada analisis regresi dan korelasi, analisis ragam satu arah dan dua arah, analisis ragam untuk pengamatan berulang, tabel kontingensi serta statistika non parametrik. Mata kuliah ini juga akan membekali mahasiswa dengan pengantar model persamaan struktural yang bermanfaat untuk menganalisis hubungan struktural antara peubah yang terukur (measured variable) dan peubah laten (latent variable). Metode pembelajaran ditekankan pada learning from data yang diintegrasikan dengan penggunaan program kemasan statistika (statistical package program).
Mata kuliah ini membahas penerapan ilmu-ilmu statistika dan matematika untuk menganalisis dan mensintesis data tentang fenomena biologis hutan dan permasalahan dalam pengelolaan hutan. Ruang lingkup mata kuliah ini mencakup: analisis regresi (linier berganda, logistik, dan non-linier), analisis data kategori, pemodelan pertumbuhan dan hasil tegakan hutan seumur, dan pemodelan dinamis dinamika tegakan hutan tidak seumur.
Ruang lingkup dan struktur bangun Perencanaan Hutan sebagai bidang ilmu, perkembangan prinsip, metode, dan teknik perencanaan hutan klasik sampai mutakhir, penerapan metode kuantitatif dan GIS dalam penetapan kebutuhan luas hutan, fungsi penggunaan hutan, pembentukan wilayah pengelolaan hutan, dan tujuan pengelolaan hutan pada tingkat kesatuan pengelolaan hutan
Mata kuliah ini membahas hutan sebagai suatu ekosistem yang dinamis (integeritas, stabilitas, resiliensi), dikaitkan dengan kegiatan pembangunan (pemanfaatan). Dibahas konsep ekonomi konvensional dan modern yang sesuai kebutuhan pembangunan berkelanjutan, paradigma dan etika pengelolaan hutan lestari berbasis ekosistem untuk mencapai ecological sustainability, economic profitability, social acceptability, dan kepentingan penilaian ekosistem hutan didalam memberikan input pengambilan keputusan pengelolaan/ kebijakan kehutanan.. Dibahas teori nilai dari persepsi, konsep ekonomi total, klasifikasi metode valuasi. Pembahasan secara detil dari konsep dan aplikasi metode valuasi barang dan jasa ekosistem hutan, dengan pengetahuan tentang dinamika produk atau jasa ekosistem hutan.
Dalam mata kuliah ini dibahas konsep dan teori interaksi masyarakat dan SDH: aliran energi, materi, dan informasi; nilai dan manfaat SDH; pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan; pengaturan hak-hak penguasaan dan akses atas SDH; distribusi hak dan akses dalam struktur dan kultur masyarakat pedesaan Indonesia; pengorganisasian komunitas untuk mengelola dan memanfaatkan SDH; dan analisis intervensi ekonomi dan politik, dan konsekuensinya terhadap perubahan lingkungan
Mata kuliah ini membahas tentang sistem pengelolaan hutan rakyat yang tinjauan sub-sistem produksi, sub sistem pengolahan, sub-sistem pemasaran, sub-sistem kelembagaan dan aspek sosial ekonomi budaya. Selain itu dibahas tentang bagaimana kelestarian hutan rakyat sebagai suatu unit usaha yang dikelola oleh rumah tangga petani maupun oleh suatu kelompok tani atau koperasi/perusahaan.
Mata kuliah ini akan membahas pengorganisasian perekonomian pedesaan berbasis hutan. Dalam mata kuliah ini akan dibahas tentang teori hubungan pemberi kepercayaan (principal) dan penerima kepercayaan (agent(s));teori kemitraan dan penyakapan (share cropping atau land tenancy); prospek dan tantangan koperasi; rantai nilai dan posisi tengkulak/perantara (middle man); perkreditan pedesaan; teori bagi hasil; pengenalan teori indentifikasi strategi mitra kerjasama (game theory, maksimaks dan maksimin, Metode Laplace, Indeks Optimisme Hurwicz dan Minimasi nilai penyesalan (Minimax Regret)
mata kuliah ini membahas tentang teori dan praktik konflik kehutanan dan lingkungan dalam kerangka teori dan implementasi contoh-contoh dilapangan
Mata kuliah ini membahas teori dan konsep manajemen bisnis UMKM kehutanan meliputi ciri-ciri bisnis UMKM, fondasi bisnis umum/kehutanan, kepentingan manajemen bisnis, aspek legal dan etika bisnis, konsep pengembangan model bisnis / rencana bisnis dengan menggunakan sumberdaya alam/hutan, kelembagaan, modal,dan informasi pasar. Pembahasan perencanaan produk, manajemen produksi, strategi dan rencana pemasaran, rantai pasok (rantai nilai) dan jejaring bisnis, manajemen keuangan dan akuntansi
Mata kuliah ini membahas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pemanenan hasil hutan, baik pada tingkat nasional maupun global, proses perencanaan dan operasi pemanenan termasuk pembukaan wilayah hutan, teknik pemanenan kayu yang ramah lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, hasil hutan bukan kayu dan analisis dampak pemanenan
Mata kuliah ini membahas analisis sistem kehutanan dan lingkungan serta analisis jaringan sosial; pemodelan sistem dengan menggunakan pendekantan dinamika sistem, structural equation modeling (SEM) dan soft system methodology (SSM); dan membahas contoh-contoh interface pemodelan dengan pengembangan kebijakan dan praktik manajemen.
Dalam mata kuliah ini dibahas konsep dan pendekatan pengelolaan hutan berbasis ekosistem & partisipatif; Partisipasi masyarakat dalam pembangunan kehutanan; Manajemen Pembangunan Kehutanan: Institusionalisasi partisipasi dalam pembangunan; Intervensi untuk pemberdayaan masyarakat; Menciptakan masyarakat kreatif; Model-model Kehutanan Masyarakat di Indonesia dan berbagai negara; Dimensi Kebijakan Kehutanan Masyarakat.
Mata kuliah ini melatih mahasiswa untuk melakukan studi pustaka dan menyusun rencana kerja penelitian yang meliputi menentukan metode penelitian yang akan digunakan, rencana analisis data, tata waktu penelitian dan sumberdaya yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian
Publikasi ilmiah nasional adalah publikasi yang ditujukan untuk mempublikasikan hasil penelitian atau karya ilmiah di tingkat nasional. Publikasi ilmiah nasional termasuk Prosiding Seminar (International), publikasi yang berisi kumpulan makalah atau artikel hasil presentasi di seminar (International, terindex Scopus). Prosiding seminar (Internmational) sering kali diterbitkan dalam bentuk buku atau jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang disajikan di seminar tersebut.
Mata kuliah ini melatih mahasiswa untuk mempertahankan argumen, gagasan dan hasil penelitian tugas akhir di hadapan dosen penguji, dan melatih mahasiswa untuk bertanggungjawab atas hasil hasil penelitian tugas akhir
Mata kuliah ini melatih mahasiswa untuk menuliskan hasil penelitian tugas akhir di bawah bimbingan komisi pembimbing