Program Magister yang fokus mengembangkan ilmu dan teknologi silvikultur tropika berkelanjutan melalui riset interdisipliner dan aplikasi praktis untuk pengelolaan hutan tropis yang produktif dan lestari.
Menjadi Departemen Silvikultur bertaraf internasional dan terkemuka di dunia
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi akademik dan profesional berbasiskan penelitian (research-based university) untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang berakhlak luhur yang menguasai dan mampu mengembangkan IPTEKS kehutanan dan lingkungan;2.
Menjadikan Departemen Silvikultur sebagai penentu kecenderungan (trend setter) global dalam kajian Silvikultur Tropika;
3. Menjadikan Departemen Silvikultur sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan sistem manajemen berorientasi pada mutu dan profesionalisme
1. Bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan dan berintegrasi, memiliki motivasi untuk selalu mengembangkan diri, disiplin, dan bertanggungjawab.
2. Memiliki jiwa kepemimpinan, mampu bekerjasama dengan baik dalam tim dalam lingkup nasional dan internasional; mampu berpikir logis dan sistematis, berkomunikasi dengan efektif baik secara lisan maupun tulisan, selalu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi serta mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
3. Menguasai konsep, teori, metode, dan/atau falsafah di dalam pengelolaan hutan secara umum dan secara khusus untuk bidang silvikultur tropika, meliputi: produktivitas hutan, ekologi hutan, dan perlindungan hutan, berdasarkan analisis data dan informasi dengan menggunakan pendekatan ilmu dasar dan terapan yang relevan.
4. Mampu mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif melalui penelitian ilmiah, penciptaan desain atau karya seni dalam bidang IPTEKS silvikultur tropika, menyusun konsepsi ilmiah dan hasil kajian berdasarkan kaidah, tata cara, dan etika ilmiah dalam bentuk tesis dan makalah yang dipublikasikan di jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan atau jurnal internasional bereputasi.
5. Mampu mengidentifikasi ilmu, teknologi dan seni yang menjadi obyek penelitiannya dan memposisikan ke dalam suatu peta penelitian di dalam bidang silvikultur tropika yang dikembangkan melalui pendekatan multidisiplin atau interdisiplin.
6. Mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran secara mandiri, dan mampu mengelola, mengembangkan, serta memelihara jaringan kerja dengan para pihak.
Departemen Silvikultur IPB memiliki mandat untuk mengembangkan ilmu dan teknologi silvikultur tropika yang mendukung pengelolaan hutan alam dan hutan tanaman secara lestari dan produktif, melalui pendekatan yang berorientasi pada keseimbangan antara fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial. Mandat ini mencakup pengembangan metode budidaya dan pemeliharaan hutan yang ramah lingkungan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyediaan solusi inovatif bagi pengelolaan hutan berkelanjutan. Sebagai pusat unggulan dalam bidang silvikultur tropika, departemen juga berperan aktif dalam menjawab tantangan kehutanan di tingkat nasional dan global melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas, profesional, dan berdaya saing tinggi.
Program Magister Silvikultur Tropika IPB University berfokus pada pengembangan ilmu dan teknologi silvikultur berbasis ekosistem tropika. Didukung dosen ahli, kurikulum inovatif, dan riset aplikatif, lulusan siap berkarier sebagai peneliti, akademisi, maupun praktisi kehutanan berdaya saing global.
Lulusan Magister Silvikultur Tropika memiliki prospek karier luas di sektor industri, pemerintahan, akademik, dan organisasi internasional sebagai profesional, inovator, dan pengambil keputusan berbasis ekosistem.
Di sektor industri, lulusan dapat bekerja sebagai manajer HTI, konsultan kehutanan, spesialis restorasi dan rehabilitasi lahan, tenaga ahli perlindungan hutan, hingga profesional reklamasi di perusahaan tambang.
Di sektor pemerintahan dan BUMN, peluang terbuka sebagai analis kebijakan atau pejabat fungsional di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tenaga ahli di BPDASHL dan Bappeda, peneliti di BRIN, serta profesional di Perum Perhutani.
Di bidang akademik dan riset, lulusan dapat menjadi dosen atau peneliti di lembaga nasional maupun internasional seperti CIFOR-ICRAF. Selain itu, peluang juga terbuka di NGO dan lembaga global seperti WWF, FAO, USAID, GGGI, dan SEAMEO BIOTROP.
Secara umum, lulusan siap berkontribusi dalam pengelolaan hutan tropis yang produktif dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.
Mata kuliah ini ditujukan untuk memberikan landasan tentang statistika yang berguna dalam
penelitian di bidang pertanian dan biologi. Materi meliputi metode pengumpulan data, pemodelan
dan analisis data, prinsip pendugaan parameter dan pengujian hipotesis satu populasi serta dua
populasi. Untuk pengumpulan data ditekankan pada metode percobaan (experiment), khususnya
percobaan dalam bidang pertanian dan biologi seperti petak terpisah (split-plot), bujursangkar Latin
(Latin squares) serta pindah silang (cross-over). Dalam hal pemodelan, materi utama yang diberikan
adalah analisis regresi dan analisis ragam untuk pemodelan yang melibatkan peubah respon
kontinu, serta tabel kontingensi dan analisis regresi logistik untuk pemodelan data yang melibatkan
peubah respon kategorik. Metode pembelajaran ditekankan pada learning from data yang
diintegrasikan dengan penggunaan program kemasan statistika (statistical package program).
Memberikan pengetahuan dan melatih berpikir ilmiah dengan kerangka pikir dan etika yang bersifat ilmiah, prosedur penelitian, penyusunan proposal penelitian, penyusunan artikel ilmiah dan presentasi karya ilmiah.
Memberikan pengetahuan tentang pengertian ekosistem hutan tropika, lingkungan hutan, pertumbuhan, struktur dan fungsi ekosistem serta formasi-formasi hutan tropika, keanekaragaaman ekosistem hutan tropika, siklus hara dan regenerasi pada ekosistem hutan tropika, dan hubungan vegetasi dengan perubahan iklim
Memberikan pengetahuan tentang kegiatan melindungi hutan tropika dari berbagai gangguan hutan seperti hama hutan, penyakit hutan, kebakaran hutan, penggembalaan ternak, pencurian hasil hutan dan penggarapan liar/penyerobotan lahan hutan yang mencakup kegiatan pencegahan melalui pendekatan ekologis, sosial ekonomi dan hukum
Mengenalkan jenis/faktor (biotik, fisik dan sosial) penyebab gangguan pada hutan. Menguraikan mekanisme timbulnya gangguan oleh setiap jenis/faktor penyebab gangguan. Menguraikan jenis ragam dampak gangguan (biologis, fisik, ekonomi dan sosial), langsung dan tidak langsung, pada hutan dan pengguna jasanya.
Mempelajari pengertian tentang restorasi, perbedaan antara restorasi dengan rehabilitasi, reklamasi dan revegetasi, konsep restorasi lahan-lahan marginal, kaedah-kaedah ekologi yang dipakai dalam merestorasi hutan terdegradasi, tahapan dalam merestorasi lahan hutan dan lahan pasca tambang, pemahaman proses suksesi dalam restorasi, kriteria pemilihan jenis, deskripsi lahan yang akan direstorasi, perbaikan lahan yang akan direstorasi, lay out jenis dan teknik penanaman, pemeliharaan dan monitoring keberhasilan restorasi lahan terdegradasi
Konsep sistem agroforestri, sistem dan teknologi agroforestri, fungsi sistem agroforestri dalam produktivitas dan perlindungan tanah, aspek ekologi, ekonomi-bisnis dan sosial-budaya sistem agroforestri, desain sistem agroforestri, dan riset sistem agroforestri. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menganalisis berbagai bentuk sistem agroforestri dari aspek ekologi, ekonomi-bisnis, dan sosial-budaya untuk pembangunan hutan.
Mata kuliah ini membahas latar belakang, tujuan dan ruang lingkup fisiologi pohon, perkembangan dan pertumbuhan pohon, fiksasi karbon pada pohon, hubungan air dan pohon, serapan hara dan distribusinya, hubungan hara nitrogen di dalam pohon, produk sekunder dari pohon, hormon dan zat metabolit sekunder
Kemajuan yang pesat di bidang genetika molekuler, terutama NGS, telah merubah pendekatan dan praktek pemuliaan pohon. Bahasan mata ajaran ini disamping aplikasi penanda molekuler melalui pemetaan QTL, juga diberikan aplikasi genomik dalam pemetaan melalui studi asosiasi dan GWAS. Selain itu disamping dasar kultur jaringan dan rekayasa genetika juga akan diberikan tehnik molekuler terbaru seperti gene silencing dan editing melalui CRISPR guna memperbaiki fenotip pohon
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah kompetensi kehutanan pilihan oleh mahasiswa S2 atau S3 Sekolah Pasca Sarjana IPB. Mata ajaran ini memberi pengetahuan tentang pentingnya arti budidaya jamur dari segi ekonomi, jenis, biologi dan ekologinya; tahap budidaya jamur, meliputi ekologi jamur yang penting di alam, pembuatan bibit jamur, penyediaan substrat dan fermentasi atau komposisi; menguji kondisi substrat, penanaman bibit pada substrat, pemeliharaan dan perlakuan khusus; usaha dalam skala besar, medium atau kecil; hama dan penyakit jamur serta pengendaliannya
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah kompetensi kehutanan pilihan oleh mahasiswa S2 atau S3 Sekolah Pasca Sarjana IPB. Mata ajaran ini memberi pengetahuan tentang pentingnya arti peran jasad renik bagi kesehatan hutan yaitu meningkatkan ketersediaan dan serapan air dan unsur hara, sebagai pengurai serasah dan sisa-sisa tegakan, serta sebagai antagonis terhadap OPT-hutan, beserta ciri-ciri umum dan siklus hidup jazad renik tersebut, dari kelompok fungi, bakteri, virus, dan mikoplasma.
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah kompetensi kehutanan pilihan oleh
mahasiswa S2 atau S3 Sekolah Pasca Sarjana IPB. Mata ajaran ini memberi
pengetahuan tentang pentingnya arti budidaya jamur dari segi ekonomi, jenis, biologi
dan ekologinya; tahap budidaya jamur, meliputi ekologi jamur yang penting di alam,
pembuatan bibit jamur, penyediaan substrat dan fermentasi atau komposisi; menguji
kondisi substrat, penanaman bibit pada substrat, pemeliharaan dan perlakuan khusus;
usaha dalam skala besar, medium atau kecil; hama dan penyakit jamur serta
pengendaliannya
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah kompetensi kehutanan pilihan oleh
mahasiswa S2 atau S3 Sekolah Pasca Sarjana IPB. Mata ajaran ini memberi
pengetahuan tentang pentingnya arti budidaya jamur dari segi ekonomi, jenis, biologi
dan ekologinya; tahap budidaya jamur, meliputi ekologi jamur yang penting di alam,
pembuatan bibit jamur, penyediaan substrat dan fermentasi atau komposisi; menguji
kondisi substrat, penanaman bibit pada substrat, pemeliharaan dan perlakuan khusus;
usaha dalam skala besar, medium atau kecil; hama dan penyakit jamur serta
pengendaliannya
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah kompetensi kehutanan pilihan oleh
mahasiswa S2 atau S3 Sekolah Pasca Sarjana IPB. Mata ajaran ini memberi
pengetahuan tentang pentingnya arti peran jasad renik bagi kesehatan hutan yaitu
meningkatkan ketersediaan dan serapan air dan unsur hara, sebagai pengurai serasah
dan sisa-sisa tegakan, serta sebagai antagonis terhadap OPT-hutan, beserta ciri-ciri
umum dan siklus hidup jazad renik tersebut, dari kelompok fungi, bakteri, virus, dan
mikoplasma.
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah kompetensi kehutanan pilihan oleh
mahasiswa S2 atau S3 Sekolah Pasca Sarjana IPB. Mata ajaran ini memberi
pengetahuan tentang pentingnya arti peran jasad renik bagi kesehatan hutan yaitu
meningkatkan ketersediaan dan serapan air dan unsur hara, sebagai pengurai serasah
dan sisa-sisa tegakan, serta sebagai antagonis terhadap OPT-hutan, beserta ciri-ciri
umum dan siklus hidup jazad renik tersebut, dari kelompok fungi, bakteri, virus, dan
mikoplasma.
Memberikan pengetahuan tentang pendahuluan (pengertian dan batasan ilmu tanah hutan), tanah dan bioma hutan, karakteristik tanah hutan, tanah dan sistem perakaran, biogeokimia hutan, pengaruh gangguan hutan terhadap tapak hutan, pengelolaan nutrisi hutan, produkrivitas hutan jangka panjang
Mata kuliah ini membahas latar belakang, tujuan dan ruang lingkup silvikultur hutan tropika (SHT), hubungan antara silvikultur dengan manajemen hutan dan kaitannya dengan pengelolaan hutan yang lestari (sustainable forest management), dinamika hutan, pemantauan kesehatan hutan, hubungan antara pertumbuhan pohon dan praktek silvikultur dan sistem silvikultur daerah tropika di dunia.
Memberikan pengetahuan tentang pendahuluan (pengertian dan batasan ilmu tanah hutan), tanah dan bioma hutan, karakteristik tanah hutan, tanah dan sistem perakaran, biogeokimia hutan, pengaruh gangguan hutan terhadap tapak hutan, pengelolaan nutrisi hutan, produkrivitas hutan jangka panjang
Mata kuliah ini membahas pendahuluan (defenisi, fungsi, luas dan distribusi), karakteristik biologi, karakteristik lingkungan, karakteristik flora dan fauna, peranan ekologi ekosistem, respon ekosistem terhadap stress, arahan ekologis dalam pengelolaan ekosistem mangrove dan rawa gambut
Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip lanskap, struktur lanskap, dinamika lanskap, fungsi lanskap, manajemen lanskap, restorasi lanskap hutan, target dan tujuan restorasi lanskap hutan, identifikasi dan perspektif landskap dalam restorasi
Ilmu dan Teknologi Mikoriza merupakan mata ajaran pilihan bagi Mahasiswa Strata 2 dan 3 yang mengambil Major Silvikultur Tropika. Mata kuliah ini membahas latar belakang, tujuan dan ruang lingkup teknologi mikoriza, Status Penelitian Mikoriza di Indonesia dan Dunia, Perkembangan teknologi molekuler dalam Penelitian Mikoriza, pentingnya mikoriza dalam pembangunan hutan dan rehabilitasi hutan terdegradasi, macam-macam mikoriza, teori dasar pembentukan mikoriza, peranan mikoriza dalam pertumbuhan tanaman, hubungan antara mikoriza dengan mikroorganisme lain, teknik eksplorasi, seleksi, pengujian dan produksi inokulum mikoriza, serta aplikasi mikoriza pada tanaman kehutanan, perkebunan dan lahan bekas tambang.
Mata kuliah ini menjelaskan tentang hubungan antara kebakaran hutan dan komponen lingkungan yang terganggu, akibat timbulnya kebakaran hutan pada lingkungan tertentu cenderung akan mengganggu dan merusak komponen penyusunannya seperti tanah gambut, vegetasi, mikroorganisme, serangga, satwa liar, manusia, dan kualitas udara, baik yang bersifat lokal spesifik maupun bersifat global.
Mengenalkan jenis lebah madu dan serangga penghasil sutera (ulat sutera) yang sudah dapat dibudidayakan, bioekologi lebah madu dan ulat sutera, tanaman sumber pakan lebah dan budidaya tanaman murbei, persyaratan untuk kehidupan dan pengusahaan lebah madu dan ulat sutera, kebutuhan gizi bagi kehidupan lebah madu dan ulat sutera, teknik budidaya lebah madu dan ulat sutera mulai dari pengadaan bibit dan sarana sampai dengan pemanenan hasil dan penanganan pasca panen dasar produk lebah madu dan ulat sutera, produk sampingan dan jasa dari peternakan lebah madu dan ulat sutera. Topik khusus tentang pengelolaan lebah hutan jenis Apis dorsata (the wild giant jungle honeybees).
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang pendahuluan (pengertian dan
batasan ilmu tanah hutan), tanah dan bioma hutan, karakteristik tanah hutan, tanah
dan sistem perakaran, biogeokimia hutan, pengaruh gangguan hutan terhadap tapak
hutan, pengelolaan nutrisi hutan, produkrivitas hutan jangka panjang.
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang pendahuluan (pengertian dan
batasan ilmu tanah hutan), tanah dan bioma hutan, karakteristik tanah hutan, tanah
dan sistem perakaran, biogeokimia hutan, pengaruh gangguan hutan terhadap tapak
hutan, pengelolaan nutrisi hutan, produkrivitas hutan jangka panjang.
Mata kuliah ini membahas latar belakang, tujuan dan ruang lingkup Silvikultur Hutan Tropika
(SHT), hubungan antara silvikultur dengan managemen hutan dan kaitannya dengan
pengelolaan hutan yang lestari (Sustainable Forest Management), Dinamika Hutan,
Pemantauan Kesehatan Hutan, hubungan antara pertumbuhan dan praktek silvikultur, dan
sistem silvikultur daerah tropik di dunia.
Merupakan mata kuliah yang diasuh oleh Laboratorium Silvikultur dan diajarkan
kepada mahasiswa Program S-2, Major Silvikultur Hutan Tropika, Departemen
Silvikultur, Fakultas Kehutanan IPB. Mata kuliah ini membahas pemanfaatan
sumberdaya genetik tanaman hutan berkelanjutan yang didalamnya membahas
definisi sumberdaya genetik beserta status dan ancamannya, genetika populasi,
variasi genetik, konservasi genetik, pemanfaatan teknologi multiomics, seleksi dan
pemuliaan untuk resistensi (hama, penyakit dan lingkungan ekstrim), pemanfaatan
penanda genetik dan transformasi genetik pada tanaman hutan.
Merupakan mata kuliah yang diasuh oleh Laboratorium Silvikultur dan diajarkan
kepada mahasiswa Program S-2, Major Silvikultur Hutan Tropika, Departemen
Silvikultur, Fakultas Kehutanan IPB. Mata kuliah ini membahas pemanfaatan
sumberdaya genetik tanaman hutan berkelanjutan yang didalamnya membahas
definisi sumberdaya genetik beserta status dan ancamannya, genetika populasi,
variasi genetik, konservasi genetik, pemanfaatan teknologi multiomics, seleksi dan
pemuliaan untuk resistensi (hama, penyakit dan lingkungan ekstrim), pemanfaatan
penanda genetik dan transformasi genetik pada tanaman hutan.
Perlindungan hutan adalah perlakuan yang diberikan pada hutan untuk mencegah dan
membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan yang disebabkan oleh
faktor-faktor pengganggu. Gangguan pada hutan dapat berupa hama, penyakit,
kebakaran, penggembalaan ternak, pencurian hasil hutan dan penggarapan
liar/penyerobotan lahan hutan Perlindungan hutan bertujuan untuk menjaga hutan
agar fungsinya tercapai secara optimal dan lestari, sesuai dengan peruntukan
hutannya. Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang kegiatan melindungi
hutan tropika dari berbagai gangguan hutan yang telah diberikan pada mata kuliah
Gangguan Hutan (SVK 532) seperti hama hutan, penyakit hutan, kebakaran hutan,
penggembalaan liar, pencurian, penyerobotan dan perladangan yang mencakup
kegiatan pencegahan dan penanggulangan, melalui pendekatan ekologis, sosial
ekonomi, hukum dan teknis/aplikatif.
Mata kuliah ini membahas pendahuluan (defenisi, fungsi, luas dan distribusi),
karakteristik biologi, karakteristik lingkungan, karakteristik flora dan fauna, peranan
ekologi ekosistem, respon ekosistem terhadap stress, arahan ekologis dalam
pengelolaan ekosistem mangrove dan rawa gambut.
Mata kuliah ini membahas pendahuluan (defenisi, fungsi, luas dan distribusi),
karakteristik biologi, karakteristik lingkungan, karakteristik flora dan fauna, peranan
ekologi ekosistem, respon ekosistem terhadap stress, arahan ekologis dalam
pengelolaan ekosistem mangrove dan rawa gambut.
Ilmu dan Teknologi Mikoriza merupakan mata ajaran pilihan bagi Mahasiswa Strata 2 yang
mengambil Major Silvikultur Hutan Tropika. Mata kuliah ini membahas latar belakang,
tujuan dan ruang lingkup Teknologi Mikoriza, Pentingnya Mikoriza dalam Pembangunan
Hutan dan Rehabilitasi Hutan terdegradasi, macam-macam mikoriza, teori dasar pembentukan
mikoriza, peranan mikoriza dalam pertumbuhan tanaman, hubungan antara mikoriza dengan
mikrorrganisme lain, teknik explorasi, seleksi, pengujian dan produksi inokulum mikoriza,
serta aplikasi mikoriza pada tanaman kehutanan, perkebunan dan lahan bekas tambang
Ilmu dan Teknologi Mikoriza merupakan mata ajaran pilihan bagi Mahasiswa Strata 2 yang
mengambil Major Silvikultur Hutan Tropika. Mata kuliah ini membahas latar belakang,
tujuan dan ruang lingkup Teknologi Mikoriza, Pentingnya Mikoriza dalam Pembangunan
Hutan dan Rehabilitasi Hutan terdegradasi, macam-macam mikoriza, teori dasar pembentukan
mikoriza, peranan mikoriza dalam pertumbuhan tanaman, hubungan antara mikoriza dengan
mikrorrganisme lain, teknik explorasi, seleksi, pengujian dan produksi inokulum mikoriza,
serta aplikasi mikoriza pada tanaman kehutanan, perkebunan dan lahan bekas tambang
Akibat timbulnya kebakaran pada lingkungan tertentu maka cenderung akan
mengganggu/merusak komponen penyusunnya seperti tanah/gambut,
vegetasi, mikroorganisme, serangga, satwa liar, manusia dan kualitas
udaranya. Respon lingkungan akan beragam dan sangat bergantung kepada
tipe vegetasi dimana kebakaran itu terjadi. Mata kuliah kebakaran hutan dan
lingkungan ini akan memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang
hubungan antara kebakaran hutan dan komponen lingkungan yang terganggu
baik yang bersifat lokal spesifik maupun bersifat global
Akibat timbulnya kebakaran pada lingkungan tertentu maka cenderung akan
mengganggu/merusak komponen penyusunnya seperti tanah/gambut,
vegetasi, mikroorganisme, serangga, satwa liar, manusia dan kualitas
udaranya. Respon lingkungan akan beragam dan sangat bergantung kepada
tipe vegetasi dimana kebakaran itu terjadi. Mata kuliah kebakaran hutan dan
lingkungan ini akan memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang
hubungan antara kebakaran hutan dan komponen lingkungan yang terganggu
baik yang bersifat lokal spesifik maupun bersifat global
Apikultur adalah kegiatan budidaya lebah madu untuk memperoleh manfaat. Untuk
bisa memperoleh sebesar-besar manfaat dari lebah madu pelaku usaha budidaya
harus bisa memberikan semaksimal mungkin sumberdaya pendukung dan
meminimalkan faktor pembatas kehidupan lebah madu. Untuk mengetahui apa saja
yang merupakan faktor pendukung dan pembatas kehidupan lebah madu maka perlu
tahu bioekologi lebah madu. Untuk bisa meraih manfaat lebah madu secara maksimal
maka dikembangkan teknologi sebagai bentuk campur tangan manusia sehingga
rangkaian proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien.
Apikultur adalah kegiatan budidaya lebah madu untuk memperoleh manfaat. Untuk
bisa memperoleh sebesar-besar manfaat dari lebah madu pelaku usaha budidaya
harus bisa memberikan semaksimal mungkin sumberdaya pendukung dan
meminimalkan faktor pembatas kehidupan lebah madu. Untuk mengetahui apa saja
yang merupakan faktor pendukung dan pembatas kehidupan lebah madu maka perlu
tahu bioekologi lebah madu. Untuk bisa meraih manfaat lebah madu secara maksimal
maka dikembangkan teknologi sebagai bentuk campur tangan manusia sehingga
rangkaian proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien.
Publikasi ilmiah nasional adalah publikasi yang ditujukan untuk mempublikasikan hasil penelitian atau karya ilmiah di tingkat nasional. Publikasi ilmiah nasional termasuk Prosiding Seminar (International), publikasi yang berisi kumpulan makalah atau artikel hasil presentasi di seminar (International, terindex Scopus). Prosiding seminar (Internmational) sering kali diterbitkan dalam bentuk buku atau jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang disajikan di seminar tersebut.
Publikasi ilmiah internasional ditujukan untuk penyebarluasan hasil penelitian ilmiah orisinal dari bagian disertasi tugas akhir mahasiswa program doktor untuk memberikan informasi kepada kalangan akademisi atau para ahli di bidangnya. Publikasi dilakukan pada berkala ilmiah internasional bereputasi atau terindeks global.