Program Studi Magister Ilmu Tanah merupakan program studi strata 2 di Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Institut Pertanian Bogor (DITSL-IPB) yang mempelajari, mengembangkan, dan mengajarkan ilmu-ilmu dan teknologi yang berkaitan dengan ilmu tanah dan sumberdaya lahan.
Menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalam bidang ilmu dan teknologi peningkatan kualitas tanah dan lahan.
Menyelenggarakan pendidikan Ilmu Tanah untuk membangun sumberdaya manusia yang mempunyai integritas tinggi (bertanggung jawab, jujur, transparan dan peduli terhadap lingkungan) dalam menjalankan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
Melakukan penelitian untuk mengembangkan ilmu dan teknologi serta metode unggulan dalam memecahkan persoalan yang berkaitan dengan ilmu tanah
Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan penyebaran dan pemanfaatan ilmu dan teknologi tanah
Mampu menelaah dan mengadaptasi prosedur dan teknik inventarisasi potensi dan permasalahan tanah dan lahan serta sesuai minatnya mampu menelaah, mengadaptasi dan menerapkan: teknologi pengembangan lahan dan kualitas tanah; dan atau evaluasi lahan dan geoinformatika pertanian; dan atau konservasi sumberdaya lahan; dan atau ekologi tanah dan bioproduksi; dan atau kimia dan kesuburan tanah untuk optimasi pengelolaan tanah dan pengembangan lahan secara berkelanjutan melalui pendekatan inter-, multi-, atau trans-disiplin
Menyelenggarakan pendidikan magister di bidang Ilmu Tanah sesuai dengan perkembangan issue tanah sebagai sumberdaya kehidupan khususnya peran tanah dalam neksus pertanian-lingkungan dengan kekhususan meliputi: teknologi pengembangan lahan dan kualitas tanah, kimia dan kesuburan tanah; konservasi sumberdaya lahan, ekologi tanah dan bioproduksi, dan evaluasi lahan dan geoinformatika pertanian untuk optimasi pengelolaan tanah dan pengembangan lahan secara berkelanjutan
Terakreditasi unggul BAN PT. Berbagai kerjasama penelitian khususnya dosen dengan perusahaan menjadi sarana penyelesaian tugas akhir. Kapasitas akademik dosen dengan kemampuan dan kinerja tridarma yang tinggi. Fasilitas yang memadai.
Lulusan Program Studi Magister Ilmu Tanah, IPB University merupakan magister di bidang Ilmu Tanah yang dapat berprofesi sebagai akademisi/dosen, peneliti dan staf manajerial di lembaga-lembaga pemerintah dan swasta/ Dunia Usaha Dunia Industri (perusahaan-perusahaan pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, industri pupuk, konsultan, dll), dan pengusaha di bidang usaha dan industri tersebut.
Definisi GIS dan aplikasinya; Konsep dasar data spasial; Input data dan sifat; Pengolahan awal dan manajemen database spasial; Fungsi analisis berbasis atribut dan spasial (dari publikasi terkini); Pengembangan produk (kartografi kontemporer dan webgis); Isu GIS dan teknologi informasi komunikasi serta aplikasi terkini.
Mata kuliah ini memberikan pembelajaran praktikal tentang pemasukkan data spasial dan atribut; pengolahan data awal, fungsi-fungsi analisis data spasial dan atribut, mini proyek, pengembangan produk kartografi kontemporer dan web GIS.
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang akan membahas ruang lingkup pengertian, istilah dan fenomena yang berkaitan dengan degradasi lahan yang diakibatkan oleh berbagai aktivitas seperti akitivitas pertanian, kehutanan, dan pertambangan, inventarisasi, identifikasi dan evaluasi kerusakan/degradasi lahan, cara pencegahan dan penanggulangannya, cara rehabilitasi/restorasi lahan, serta pengelolaan sumberdaya lahan agar tidak terjadi kerusakan/ degradasi lahan.
Mata kuliah ini memberikan pembelajaran yang mencakup Hubungan mineralogi dengan ilmu tanah; Pengertian mineral, kristal, mineral primer, mineral sekunder, sistematika mineral; Mineral-mineral pembentuk batuan: silikat, oksida dan oksihidroksida; Filosilikat, mineral-mineral non-kristalin; Metode analisis mineral dalam tanah: mikroskop polarisasi, X-ray Diffractometer, Thermogravimetri/ Differential Thermal Analizer, Infrared Spectrophotometry; Pelapukan mineral dan batuan; dan Proses pembentukan tanah.
Mata kuliah ini membahas Konsep dasar Geografi Tanah; Interaksi geosphere, hydrosphere, atmosphere dan biosphere dalam ruang dan waktu, serta dampaknya terhadap karakteristik tanah; Karakteristik sebaran tanah fungsi faktor bahan induk tanah; Karakteristik sebaran tanah fungsi faktor iklim (regional dan global); Karakteritik sebaran tanah fungsi topografi (toposekuen); Geografi tanah Indonesia : Karakteritik sebaran bahan induk, iklim, topografi, Sebaran jenis tanah berbahan induk bahan volkanik dan karakteristik unik ekosistem-ekosistemnya, Sebaran jenis tanah berbahan induk sedimen tersier dan karakteristik unik ekosistem-ekosistemnya, Sebaran jenis tanah berbahan induk kalkareous, dan karakteristik unik ekosistem-ekosistemnya, Sebaran jenis tanah di lahan rawa (dataran rendah, dataran tinggi) dan karakteristik unik ekosistem-ekosistemnya, Sebaran jenis tanah di kepulauan (gugus pulau kecil), dan karakteristik unik ekosistem-ekosistemnya, dan Sebaran jenis tanah di dataran tinggi yang berpermafrost, dan karakteristik unik ekosistem-ekosistemnya; Hubungan karakteristik budidaya (budaya) masyarakat dengan karakteristik ragam ekosistem: Dataran tinggi (ragam bahan induk, ragam iklim, ragam topografi), Dataran rendah (ragam bahan induk, ragam iklim, ragam topografi), Kepulauan (gugus pulau-pulau kecil), dan Hubungan geografi tanah dengan keindonesiaan; dan Hubungan geografi tanah dengan keindonesiaan
Mata kuliah ini memberikan kompetensi yang mencakup Definisi, Konsep, dan Tinjau-ulang Prinsip Kimia Tanah; Komposisi dan Potensial Elektrokimia Tanah; Fase Padatan, Gas, dan Larutan Tanah (1); Fase Padatan, Gas, dan Larutan Tanah (2); Reaksi Tanah dan Kurva Stabilitas Mineral; Kimia Koloid Organik Tanah; Kimia Koloid Anorganik Tanah (1); Kimia Koloid Anorganik Tanah (2) ; Kimia Larutan Tanah (Mineral-Garam); Reaksi Pertukaran Kation dan Anion; Reaksi Erapan-Pelepasan; Reaksi Jerapan Non-spesifik (Elektrostatik) dan Reaksi Jerapan Spesik (Ligan); Kinetika Reaksi Sistem Tanah-Sedimen-Air; Kimia Tanah dan Pembentukan Tanah; dan Interaksi Tanah-Bahan Organik-Kontaminan.
Mata kuliah ini memberikan pembelajaran yang mencakup Sejarah singkat perkembangan pemupukan, Teknologi dan sistem produksi pupuk anorganik, organik, dan hayati, Karakterisasi pupuk anorganik, organik, dan hayati, Ketentuan umum dan peraturan tentang pupuk anorganik, organik, dan hayati, Evaluasi status hara tanah melalui uji tanah dan analisis tanaman, Konsep, teknik, dan aplikasi pemupukan, Efisiensi dan ekonomi pupuk, Pengembangan rekomendasi pemupukan, dan Pengembangan program pemupukan
Mata ajaran ini membahas pentingnya bahan organik dalam memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah dan menjaga kualitas tanah, membahas berbagai limbah pertanian dari segi potensi, sifat-sifatnya secara umum baik dari limbah pertanian yang berasal dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan (kelapa sawit, kakao, kopi, karet, kelapa dsb), peternakan dan perikanan, kehutanan dan industri hasil pertanian; Membahas faktor yang mempengaruhi proses pengomposan, kriteria kamatangan kompos, eavaluasi kualitas pupuk organik secara fisik, kimia dan biologi, memperbaiki kualitas pupuk organik; Pemanfaatan pupuk organik dan penjelasan mengenai Permentan tentang pupuk organik dan tatacara pendaftaran pupuk organik di Pusat Perizinan dan Investasi Kementrian Pertanian RI.
Mata kuliah ini diberikan untuk membekali mahasiswa dengan wawasan pengetahuan mengenai pertanian cermat yang mengontrol faktor-faktor tumbuh tanaman untuk memperoleh pertumbuhan dan produksi yang tinggi dan berkelanjutan.
Mata kuliah ini memberikan pembelajaran yang mencakup ruang lingkup dan kegunaan fisika tanah, sifat dasar fisika tanah terkait sifat mineral tanah, kaitan fisika tanah dengan aspek praktis masalah pertanian; Potensial air/ kelembaban tanah; Pergerakan air tanah; Redistribusi internal; Serapan air oleh akar tanaman; Neraca air dan energi di zona perakaran tanaman; Pergerakan gas dan panas dalam tanah; Keseimbangan garam dalam tanah; Pemadatan, konsolidasi, dan kekuatan tanah; Sifat fisika tanah lahan basah non sawah; Keragaman spasial sifat fisika tanah; dan Pergerakan solut.
Mata kuliah Biologi Tanah Lanjut membahas Sifat, karakteristik dan potensi mikroorganisme (Bakteri, fungi, Aktinomisetes, Algae dan Protozoa), mesoorganisme (Acari, Collembola dan Arthropoda lainnya) dan makroorganisme (Cacing tanah, Rayap dan Semut, serta Arthropoda lainnya (Coleoptera, Arachnida, Isopoda, Diplopoda, Centipeda dan Milipeda)) tanah; Siklus C dan N menyangkut karbohidrat (macam-macam yang ada di dalam tanah), protein dan senyawa N lainnya (asam nukleat, lemak dan minyak, lignin) serta senyawa-senyawa yang mengandung P; dan Siklus hara penting lainnya yang dalam prosesnya menyangkut peran dari organisme tanah.
Pendekatan ensemble dan non-ensemble learning untuk klasifikasi biogeofisik dan zone agroekologi dari data penginderaan jauh dan turunannya; Analisis dan simulasi perubahan penggunaan lahan dengan pendekatan statistika dan jaringan syaraf tiruan; Pendekatan analisis kerangka kerja (framework) dalam maha data berbasis data spatio-temporal untuk perencanaan wilayah.
Definisi dan cara kerja penginderaan jauh; Tipe sensor (aktif dan pasif); Wahana inderaja (satelit, pesawat, drone); Pengolahan awal (koreksi radiometrik, geometrik); Interpretasi manual; Klasifikasi digital menggunakan teknik klasifikasi standar dan pemelajaran mesin (tidak terbimbing, terbimbing, machine learning); Deteksi perubahan (binary change, "from-to" analysis, CVA, probability change); dan Integrasi RS, GIS, TiC.
Topik Khusus ini mempelajari kharakteristik dari bahan amelioran atau bahan pembenah tanah baik alami maupun sintesis dan pengaruhnya terhadap sifat-sifat fisika dan kimia tanah. Bahan amelioran yang dipelajari berupa bahan alami seperti bahan organik, asam humat, zeolite, belerang, kapur, batuan fosfat, bentonite, bahan limbah seperti sludge, slag, dan abu terbang dan bahan sistesis seperti polimer hidroksi aluminium. Dipelajari pula dosis cara pemberian dan jenis tanah yang cocok untuk setiap bahan amelioran.
Mata kuliah ini memberikan pembelajaran yang mencakup proses-proses pelapukan fisika, kimia, biologi dari mineral dan batuan menjadi bahan induk tanah; proses-proses pembentukan dari bahan induk tanah menjadi tanah yang mencakup proses penambahan, kehilangan, transformasi, dan translokasi bahan seperti: eluviasi-iluviasi, podzolisasi, desilikasi, dekomposisi-sintesis, melanisasi-leusinisasi, littering-humifikasi, paludisasi, ripening mineralisasi, braunifikasi, rubifikasi feruginasi, gleisasi, loosening, hardening, dll; peranan tiga fase padat, cair dan gas di dalam tanah; mengenal klasifikasi tanah yang ada di Indonesia; serta dasar-dasar proses kimia yang berlaku di dalam tanah seperti kesetimbangan kimia, kelarutan, asam-basa, oksidasi-reduksi, khelat, dispersi, dll.
Mata kuliah ini memberikan pembelajaran yang mencakup Pengertian remediasi, rehabilitasi, reklamasi, restorasi; Berbagai potensi kontaminasi pada tanah; Tanah-tanah yang perlu diremediasi; Teknik-teknik remediasi; Pengertian bahan pembenah tanah atau bahan amelioran; Jenis-jenis bahan pembenah tanah; dan Beberapa bahan pembenah tanah: sumber, potensi, komposisi, dampak terhadap tanah.
Mata Kuliah Kesuburan Tanah Lanjut merupakan mata kuliah yang membahas semua aspek yang berhubungan dengan kemampuan tanah untuk menyediakan unsur-unsur esensial secara cukup dan berimbang bagi pertumbuhan tanaman Topik yang dibahas meliputi: Pengertian dan Sejarah Perkembangan ilmu Kesuburan Tanah, Konsep Kesuburan Tanah, Faktor-faktor Pembentuk Tanah dan Kesuburan Tanah; Hubungan Lingkungan dan Pertumbuhan Panaman, Hara Tanaman; Hubungan Tanah – Tanaman; Nitrogen, Fosfor, Kalium, Kalsium, Magnesium; Belerang, Silikon, Hara mikro; Polusi Tanah; Tanah Masam dan Pengelolaannya, Evaluasi Kesuburan Tanah, dan Pemupukan.
Mata kuliah ini memberikan pembelajaran yang mencakup Landasan filosofis, falsafah ilmu; Metodologi dan metode ilmiah; Konsep penelitian: definisi, peneliti, etika penelitian, pendekatan ilmiah, dan hipotesis; Kepustakaan: sumber, tatacata pengutipan, penyusunan daftar pustaka; Penelitian: persiapan, rancangan dan pelaksanaan; Data: jenis, teknik pengumpulan, pemilihan jenis alat pengambil data, dan pengolahan data; Penulisan karya tulis ilmiah (tesis, disertasi, jurnal) dan penyajian ilmiah (presentasi oral dan visual), pengertian HKI, organisasi HKI, macam HKI
Mata kuliah ini memberikan pembelajaran yang mencakup Rasional perlunya pengelolaan Sumberdaya Lahan (SDL); Hubungan karakteristik landform dengan daya dukung bagi kehidupan (land capability); Konsep dan pengertian air tanah untuk kebutuhan tanaman/tumbuhan (green water) dan air permukaan dan zona jenuh (blue water) dan pengelolaannya; Evaluasi kualitas tanah dan kualitas lahan untuk zona agroekologi; Karakteristik, potensi dan kendala lahan kering dan lahan basah bagi pertanian dalam arti luas; Penggunaan lahan, gas rumah kaca, pemanasan global dan peluang mitigasinya; Penggunaan lahan dan prinsip penatagunaan lahan (past, present, future) (memberi perspektif keseimbangan konservasi dan pembangunan); Perencanaan penggunaan lahan berdasarkan kemampuan dan kesesuaian lahan, teori lokasi dan permintaan pasar (location theory and market/demand driven); Teknologi pengelolaan lahan kering dan basah secara kimia, biologi dan konservasi; Analisis kebutuhan air berdasarkan penggunan lahan saat ini (present land use) dan potensial (potential landuse), skenario penggunaan lahan (simulated land use), dan pertimbangan iklim; Penggunaan lahan produktif dan nonproduktif (suboptimal = lahan kering masam dan iklim kering) untuk pertanian dan nonpertanian; Pengertian dan pengelolaan lahan prima, kritis, dan rusak (UU No. 37/2014); Aspek dan peran sosial, ekonomi, budaya, dan kelembagaan dalam pengelolaan sumberdaya lahan; dan Strategi pengelolaan sumberdaya lahan secara berkelanjutan melalui pemanfaatan big data.
Mata kuliah ini memberikan pembelajaran yang mencakup Pengertian evaluasi lahan, pentingnya evaluasi lahan dalam perencanaan penggunaan lahan dan pembangunan berkelanjutan; Survai dan pemetaan tanah: pemetaan dan peta tanah, tahapan survai dan pemetaan tanah, interpretasi hasil survai tanah, perkembangan survai dan pemetaan di Indonesia; Prinsip dan konsep evaluasi lahan: konsep dan definisi lahan, perencanaan penggunaan lahan, evaluasi lahan langsung dan tidak langsung, intensitas evaluasi lahan; Pendekatan evaluasi lahan, prosedur evaluasi lahan, tipe penggunaan lahan, syarat-syarat penggunaan lahan, faktor pembatas dan penghambat, perbaikan lahan (land improvement), pembandingan land requirement vs land quality; Kemampuan lahan: klasifikasi kemampuan lahan menurut sistem USDA dan penggunaannya di Indonesia; Kesesuaian lahan FAO: kerangka klasifikasi kesesuaian lahan menurut FAO (1976), tipe penggunaan lahan (LUT), faktor penghambat dan pembatas, perbaikan lahan, kesesuaian lahan aktual dan potensial, interpretasi hasil evaluasi kesesuaian lahan; Perkembangan (metodologi dan kriteria) dan contoh-contoh penilaian kesesuaian lahan di Indonesia; Daya dukung lahan untuk penataan ruang: Konsep daya dukung lahan dan lingkungan, analisis daya dukung lahan dan lingkungan, konsep ecological footprint; Evaluasi lahan untuk penunjukan kawasan hutan: klasifikasi kawasan hutan dari hutan lindung sampai APL; dan Penilaian lahan kritis/terdegradasi
Mata kuliah membahas mengenai sejarah singkat pengetahuan mengenai pergerakan hara dalam tanah dn tanaman, pengertian tanah sebagai sistem tiga fase, hubungan fase padat dan larutan tanah, pergerakan air dalam tanah, pergerakan hara ke permukaan akar, efek aerasi terhadap mobilitas hara, rhizosfer dan proses-proses di dalam dan lingkungannya, mekanisme serapan hara melalui tanah dan melalui daun, hubungan air dan tanaman, transpor hara jarak jauh dalam tanaman, pergerakan hara pada tanaman bermikoriza dan pergerakan hara pada penambatan nitrogen oleh tanaman.
Mata kuliah ini mempelajari teori dan praktek Konservasi Tanah dan Air, yang meliputi: Kegunaan dan ruang lingkup, Perspektif KTA dalam Pembangunan berkelanjutan, Definisi dan pengertian konservasi tanah dan air (KTA), Sejarah penerapan KTA di Indonesia dan dunia, Proses & bentuk erosi, Akibat/dampak erosi tanah dan sedimentasi, Faktor-faktor yang mempengaruhi erosi tanah, TSL, TBE, Perencanaan Pertanian Konservasi, Pendekatan teknologi KTA, Metoda SCS Curve Number, Metoda Rasional, Metoda USLE, MUSLE, SWAT, Prinsip pengendalian erosi dan sedimentasi, Bangunan pengendali sedimentasi, Kinerja, Monitoring dan evaluasi kelestarian DAS, Kendala dan Tantangan implementasi KTA, Sejarah peraturan perundangan KTA nasional dan dunia, Peraturan perundangan KTA Indonesia, Praktek KTA yang berhasil di Indonesia dan di dunia, WOCAT
Mata kuliah ini meletakan dasar/prinsip pengelolaan sumberdaya air berkelanjutan yang berkeadilan berbasis ekohidrologi guna menjamin ketersediaan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air pada suatu wilayah dengan kualitas yang baik dan kuantitas yang terkendali, serta memberikan arahan mitigasi bencana hidrometeorologi. Materi yang dibahas dalam matakuliah ini: 1) Paradigma pengelolaan sumberdaya air berbasis ekohidrologi, 2) Kuantitas dan kualitas sumberdaya air, 3) Nilai ekonomi sumberdaya air, 4) Issue strategis pengelolaan sumberdaya air, 5) Konservasi sumberdaya air dan lingkungan, 6) Prespektif ekohidrologi dalam mitigasi bencana hidrometeorologi, 7) Fungsi hidrologi DAS dan pendekatan DAS dalam pengelolaan sumberdaya air, 8) Penatagunaan lahan berbasis sumberdaya air, 9) Kebijakan dan strategi pengelolaan sumberdaya air berkelanjutan, dan 10) Pengelolaan sumberdaya air terpadu lesson learn negara berkembang.
Mata kuliah ini membahas tentang tanah sebagai habitat makhluk hidup, hubungan antara faktor abiotik (tanah, air, udara) dengan faktor biotik (organisme tanah dan tumbuhan/tanaman), organisme tanah dan tumbuhan, hubungan antar organisme tanah, peranan organisme tanah dalam siklus hara penting; Detil materi yang disampaikan dalam mata kuliah ini meliputi: Pendahuluan Ekologi sebagai ilmu interdisiplin, yang mencakup ilmu tanah, biologi tanah, fisika tanah dan kimia tanah, bagaimana sistem itu bekerja dalam sistem yang kompleks; Lingkungan Tanah bagaimana cocok bagi kehidupan; Proses Produksi Primer dalam tanah; Produksi Sekunder: aktivitas organisme heterotrofik: Mikrob; Produksi Sekunder: aktivitas organisme heterotrofik: Fauna tanah; Interaksi ekologi di antara organisme tanah; Ekologi dari siklus hara dalam tanah; Ekologi dari tanah-tanah tercemar; Manipulasi dari ekologi tanah: “Bioteknologi tanah”; serta Perkembangan Ekologi tanah di masa depan
Mata kuliah ini memberikan pembelajaran yang mencakup Konsep dasar tata guna tanah/lahan; Pemahaman, tanah, lahan, lanskap, ekosistem, wilayah, daerah dalam berbagai sudut pandang; Dimensi dan nilai tanah/lahan; Ragam legalitas yang diacu dalam perencanaan tata guna tanah/lahan; Fungsi Sosial Tanah/lahan; Lahan sebagai dasar ruang kegiatan dan konektifitas; Pertimbangan kemampuan lahan dan kesesuaian lahan dalam tataguna lahan; Hubungan tataguna lahan dengan tataruang; Ragam teori dalam perencanaan tataguna lahan (nilai, sektor, pola sebaran, horizontal-vertikal….); Tataguna lahan di wilayah rural; Tataguna lahan di wilayah urban; dan Tataguna lahan di ekosistem khusus (DAS, Karst, Rawa, Situs Purbakala dsb).
Proposal terutama berisi latar belakang permasalahan yang diteliti dan metode ilmiah yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan teknik analisis yang sistematis, terukur, berkelanjutan, berbasis keruangan/spasial.
Kolokium adalah kegiatan pemaparan materi rencana penelitian (tesis) oleh mahasiswa Program Magister di depan mahasiswa peserta kolokium dan dihadiri oleh komisi pembimbing serta dipimpin oleh salah satu tim dosen kolokium (moderator). Mahasiswa menyusun makalah kolokium yang disetujui oleh komisi pembimbing dan didistribusikan kepada mahasiswa peserta kolokium. Saran dari mahasiswa, moderator dan komisi pembimbing (hadir) selama pelaksanaan kolokium digunakan untuk memperbaiki rencana penelitian (tesis). Nilai kolokium diperoleh dari nilai rata-rata komisi pembimbing dan moderator.
Publikasi ilmiah nasional adalah publikasi yang ditujukan untuk mempublikasikan hasil penelitian atau karya ilmiah di tingkat nasional. Publikasi ilmiah nasional termasuk Prosiding Seminar (International), publikasi yang berisi kumpulan makalah atau artikel hasil presentasi di seminar (International, terindex Scopus). Prosiding seminar (Internmational) sering kali diterbitkan dalam bentuk buku atau jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang disajikan di seminar tersebut.
Publikasi ilmiah internasional ditujukan untuk penyebarluasan hasil penelitian ilmiah orisinal dari bagian disertasi tugas akhir mahasiswa program doktor untuk memberikan informasi kepada kalangan akademisi atau para ahli di bidangnya. Publikasi dilakukan pada berkala ilmiah internasional bereputasi atau terindeks global.
Ujian tesis dimaksudkan untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan materi yang terdapat dalam tesis dan merupakan uji kualifikasi/kemampuan penentu untuk memperoleh gelar magister sain. Nilai tugas akhir merupakan agregat dari nilai proposal, tesis dan ujian tesis dengan sistem pembobotan. Proposal yang dinilai adalah proposal yang telah dikolokiumkan dan diperbaiki sesuai dengan hasil kolokium. Nilai untuk kolokium, seminar dan publikasi dilakukan secara terpisah dari tugas akhir.
Tesis adalah dokumen tertulis yang merupakan tugas akhir mahasiswa jenjang magister (S2) yang ditulis mengikuti kaidah penulisan yang baku dan sistematis, dan menggunakan metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan didepan Komisi Pembimbing dan Dosen Penguji Luar Komisi.