Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian merupakan program sarjana terapan yang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan terampil dibidang Budidaya pertanian berkelanjutan serta pengembangan masyarakat melalui pengajaran yang komprehensif berkaitan dengan teknologi produksi pertanian, peternakan dan perikanan serta penyuluhan dan pengembangan masyarakat untuk mendukung pengembangunan SDM pertanian yang berkelanjutan
"Menghasilkan sarjana terapan yang kompeten dan teknologi tepat guna di bidang teknologi produksi
dan pengembangan masyarakat yang siap mendukung Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta
kewirausahaan untuk memperkuat perekonomian Indonesia"
"1. Menyiapkan sarjana terapan yang menguasai teknik budidaya pertanian dan mampu memfasilitasi masyarakat untuk memanfaatkan inovasi teknologi pertanian sesuai dengan kearifan lokal, sehingga dapat menjadi inovator dan pendamping dalam produksi pertanian serta berjiwa wirausaha;
2. Mempelopori kerja sama dengan pihak pemerintah, lembaga atau perusahaan yang terkait dalam upaya mewujudkan masyarakat pertanian yang sejahtera baik pada konteks pedesaan dan masyarakat urban;
3. Menghasilkan sarjana terapan yang terampil dan sanggup menerapkan IPTEKS pertanian pada masyarakat untuk pembangunan negara."
"ELO 1 Kemampuan mengidentifikasi dan menemukan solusi untuk menyelesaikan masalah pertanian secara terintegrasi sesuai dengan prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai-nilai Humaniora di bidang produksi dan pengembangan masyarakat pertanian
ELO 2 Kemampuan terampil dalam menerapkan praktik produksi pertanian secara terintegrasi dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan kerja serta pengembangan teknologi informasi, teknologi tepat guna, dan nanoteknologi
ELO 3 Mampu berkomunikasi dengan kelompok masyarakat, berbagai kelompok dan karakteristiknya secara efektif melalui pendekatan partisipatif dalam proses pengembangan masyarakat
ELO 4 Kemampuan melaksanakan dan mengelola bantuan masyarakat dalam membangun kemitraan strategis
ELO 5 Terampil bekerja sama secara efektif dalam kelompok kerja atau tim yang bersama-sama memberikan kepemimpinan untuk menyelesaikan pekerjaan di bidang produksi pertanian terintegrasi dan pengembangan masyarakat berkelanjutan
ELO 6 Terampil dalam mengembangkan ide-ide baru secara kreatif dan inovatif dalam menciptakan peluang bisnis di bidang pertanian terintegrasi dan pengembangan masyarakat yang mempertimbangkan faktor sosial, budaya, etika, dan lingkungan
ELO 7 Terampil dalam mempelajari dan mengembangkan potensi daerah pedesaan, perkotaan, pinggiran kota dan menggunakan data potensi regional dalam pengambilan keputusan strategis untuk pengembangan masyarakat berkelanjutan
ELO 8 Kemampuan Menerapkan perilaku yang bertanggung jawab, profesional, dan etis dalam penilaian dan evaluasi proses bantuan masyarakat berdasarkan informasi yang diperoleh dalam konteks sosial, budaya, etika, dan lingkungan.
ELO 9 Terampil dan mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan pemikiran logis, kritis, inovatif, berkualitas, dan terukur dalam melaksanakan pekerjaan di bidang produksi, penyuluhan, dan pengembangan masyarakat pertanian sesuai dengan standar kompetensi kerja."
Menyelenggarakan pendidikan, penelitian terapan, dan pengabdian masyarakat di bidang Produksi Pertanian, Penyuluhan dan Pengembangan Masyarakat yang berkelanjutan mencakup penerapan teknologi tepat guna, pengembangan inovasi, dan kewirausahaan secara terpadu, guna menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, serta berkontribusi pada pembangunan SDM Pertanian nasional yang unggul dan berkelanjutan
"- Akreditasi Unggul
- Kurikulum yang adaptif dan inovatif terhadap perubahan kebutuhan SDM di dunia industri dan profesional berbasis vokasi dengan pendekatan produksi serta fasilitasi berbagai komunitas masyarakat secara langsung
- Merupakan Prodi transdisiplin yang menggabungkan kemampuan fasilitasi sosial dan budidaya pertanian berkelanjutan
- Memiliki jejaring kerja sama dengan mitra industri, mitra organisasi dan mitra perguruan tinggi di level nasional dan internasional
- Menghasilkan lulusan yang tersertifikasi profesi BNSP
- Memiliki alumni yang berkarya pada berbagai sektor pekerjaan"
"- Konsultan pendampingan pengembangan masyarakat dan penyuluhan
- Pendamping teknis budidaya pertanian tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan
- Konsultan dalam merencanakan, menyiapkan, dan menerapkan konsep pendampingan pada budidaya organik, terpadu dan berkelanjutan
- Profesional dalam merancang, mengoperasikan dan mengimplementasikan penggunaan teknologi tepat guna dalam bidang pertanian terpadu
- Profesional dalam pendampingan komunitas
- Profesional dalam bidang penyuluhan
- Konsultan pemetaan sosial (social mapping)
- Profesional dalam mengorganisir komunitas
- Konsultan pemetaan sosial
- Fasilitator perencanaan pembangunan wilayah berbasis partisipatif
- Wirausaha dengan upaya pengembangan masyarakat
- Konsultan socioagribisnis
- Fasilitator pengembangan ekonomi sirkular
- Profesional dalam merancang bisnis pertanian berkelanjutan "
Merupakan mata kuliah yang memberikan dasar-dasar pemahaman tentang relasi sosial antara masyarakat pada lokus pedesaan. Pada mata kuliah ini, mahasiswa akan mendapatkan dasar-dasar pemahaman tentang sosiologi, struktur sosial, konflik sosial, relasi gender dan pembangunan pada ranah pedesaan. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman mempelajari kasus-kasus pembangunan di pedesaan, sebagai dasar untuk memahami ikatan sosial dalam masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu memetakan struktur sosial masyarakat dan memahami dinamika masyarakat pedesaan.
Mempelajari tentang alat-alat mekanisasi pertanian meliputi struktur dan fungsi bagian-bagian mesin pertanian, penggunaan mesin pertanian baik dalam persiapan lahan, pemeliharaan hingga pemungutan hasil (panen)
Mata kuliah ini mempelajari pengetahuan secara umum tentang keselamatan dan kesehatan kerja di lingkup pekerjaan pertanian, pengetahuan mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan kerja, dampak dan penanganannya, mengetahui undang-undang dan peraturan keselamatan dan kesehatan kerja
Mata kuliah Pendidikan Pancasila mengkaji Pancasila secara ilmiah sebagai dasar falsafah negara, ideologi bangsa dan sumber etika, karakter dan inspirasi berbangsa dan bernegara serta menjelaskan dinamika Pancasila secara historis dan merefleksiakan fungsi dan kedudukan penting Pancasila dalam perkembangan Indonesia mendatang
Mata kuliah ini memberikan penjelasan tentang praktik kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia sepeti hubungan antara negara dan warga negara, penegakan hukum dan hak asasi manusiia, demokrasi, pemerintahan yang baik dan bersih dari praktik korupsi, pemikiran dan pemanfaatan wilayah Indonesa untuk mencapai tujuan nasional melalui kebijakan geopolitik dan geostrategi Indonesia
Mata kuliah ini menjelaskan dan mengajarkan serangkaian Reading skill untuk memahami teks dalam bahasa Inggris dan meningkatkan penguasaan Vocabulary dalam bahasa Inggris, Structure, dan Speaking skills pada level intermediate untuk membaca, berbicara, dan menulis yang sesuai dengan program studi masing-masing. Materi ini mendukung mahasiswa dalam memahami teks Bahasa Inggris dengan dukungan pengetahuan kosa kata dan struktur Bahasa serta mampu berkomunikasi secara lisan dalam Bahasa Inggris.
Mata kuliah ini menjelaskan dasar-dasar matematika dan menggunakannya dalam menyelesaikan permasalahan dunia nyata
Mempelajari tentang proses terbentuknya iklim, penentu iklim serta faktor-faktor pengendalinya, unsur-unsur iklim: penentu, sebaran dan kedudukannya sebagai pengendali, respon tanaman terhadap unsur cuaca (radiasi surya, suhu, kelembaban, angin, dan neraca air), pengaruh cuaca dan iklim terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan produksi tanaman.
-
Memberikan pengetahuan, wawasan, pengalaman, paparan langsung, dan stimulasi untuk berkreasi dan berkarya dalam membangun pertanian yang inovatif, dengan pembahasan mencakup pertanian dalam arti luas mulai dari pengertian dan sejarah pertanian, sumberdaya alam hayati, konsep dan kebijakan agromaritim, penerapan smart agriculture, sistem pertanian terpadu dan berkelanjutan, climate smart agriculture, pangan gizi dan kesehatan, bioetknologi, green economy dan blue economy, agribisnis dan start-up pertanian, agroindustri dan nilai tambah hasil pertanian, pengenalan bahan hasil pertanian dan proses konversi hasil pertanian
Mata kuliah ini dirancang untuk mempelajari definisi, tujuan, ruang lingkup dan sejarah akuakultur; prinsip-prinsip yang mendasari produksi akuakultur dan komponen penting akuakultur serta keterkaitan antar komponen; pengenalan komoditas akuakultur beserta tahapan kegiatan budidaya; sistem dan teknologi yang mendasari peningkatan produktivitas akuakultur
Materi mata kuliah ini secara umum membahas tentang konsep dan teori-teori dasar komunikasi yang mendukung pekerjaan di bidang pertanian lanjutan mulai dari pengertian dan ruang lingkup komunikasi, model, unsur-unsur pembentuk proses komunikasi, tujuan dan tingkatan komunikasi, hingga konsep komunikasi efektif beserta faktor-faktor yang menentukannya. Selanjutnya, materi kuliah diarahkan kepada penelaahan proses komunikasi dalam berbagai konteks yang meliputi komunikasi: intrapersonal, interpersonal, kelompok, organisasi, massa, bisnis, dan antar budaya, serta public speaking, komunikasi Pembangunan dan Penyuluhan pertanian.
Mempelajari pengertian agronomi dan kedudukannya dalam peningkatan produksi tanaman pertanian
(pangan, hortikultura dan perkebunan), usaha-usaha mencapai produksi maksimum melalui penggunaan
benih unggul, persiapan lahan, pengaturan jarak tanam, pemupukan pengendalian gulma, pengendalian
hama penyakit, rotasi dan pengelolaan tanaman.
Mempelajari asal-usul, bangsa-bangsa dan perkembangan ternak saat ini, dipelajari pula biologi fungsional dari ternak baik unggas dan ruminansia.
Mata kuliah membahas terkait pertanian organik regeneratif yang meliputi prinsip dan penerapan pertanian organik regeneratif, prinsip sistem resilien, peran dan fungsi mikrorganisme, fungsi lanskap dan kesehatan tanah, pengambilan keputusan holistik, budidaya karbon dan sekuestrasi karbon serta pasar karbon
Materi mata kuliah ini secara umum membahas tentang konsep dan teori-teori dasar komunikasi yang mendukung pekerjaan di bidang pertanian lanjutan mulai dari pengertian dan ruang lingkup komunikasi, model, unsur-unsur pembentuk proses komunikasi, tujuan dan tingkatan komunikasi, hingga konsep komunikasi efektif beserta faktor-faktor yang menentukannya. Selanjutnya, materi kuliah diarahkan kepada penelaahan proses komunikasi dalam berbagai konteks yang meliputi komunikasi: intrapersonal, interpersonal, kelompok, organisasi, massa, bisnis, dan antar budaya, serta public speaking, komunikasi Pembangunan dan Penyuluhan pertanian.
Mempelajari pemahaman, penghayatan dan pengamalan tentang konsep keimanan dan keagaman; keagamaan dalam berbagai disiplin ilmu; keagamaan dalam menunjang pembangunan nasional; keagamaan dalam menunjang sikap mental dan tercapainya tujuan hidup manusia.
Mempelajari pemahaman, penghayatan dan pengamalan tentang konsep keimanan dan keagaman yang mantap; agama dan keagamaan dalam disiplin ilmu; agama, bangsa dan negara dalam menunjang pembangunan nasional; sikap mental dan tercapainya tujuan hidup manusia.
Mempelajari pemahaman, penghayatan dan pengamalan tentang konsep keimanan dan keagaman yang mantap; agama dan keagamaan dalam disiplin ilmu; agama, bangsa dan negara dalam menunjang pembangunan nasional; sikap mental dan tercapainya tujuan hidup manusia.
Mempelajari pemahaman, penghayatan dan pengamalan tentang konsep keimanan dan keagaman yang mantap; agama dan keagamaan dalam disiplin ilmu; agama, bangsa dan negara dalam menunjang pembangunan nasional; sikap mental dan tercapainya tujuan hidup manusia
Mempelajari pemahaman, penghayatan dan pengamalan tentang konsep keimanan dan keagaman yang mantap; agama dan keagamaan dalam disiplin ilmu; agama, bangsa dan negara dalam menunjang pembangunan nasional; sikap mental dan tercapainya tujuan hidup manusia.
Mempelajari pemahaman, penghayatan dan pengamalan tentang konsep keimanan dan keagaman yang mantap; agama dan keagamaan dalam disiplin ilmu; agama, bangsa dan negara dalam menunjang pembangunan nasional; sikap mental dan tercapainya tujuan hidup manusia.
Mata kuliah Bahasa Indonesia termasuk rumpun mata kuliah umum. Melalui mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia, menguasai ejaan bahasa Indonesia, dan dapat menyusun karya tulis ilmiah. mata kuliah ini dapat membantu mahasiswa dalam membantu belajar. di era revolusi industri 4.0 kemahiran diperlukan berbahasa untuk mendapatkan berbagai informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian materi yang diberikan pada mata kuliah ini adalah sejarah, kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, ejaan (penghurufan, tanda baca); peristilahan, kalimat efektif (diksi); paragraf; jenis teks (deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, persuasi); karya ilmiah; kutipan;sistem referensi; bibliografi; serta teknik penyajian lisan.
Mata kuliah ini mempelajari konsep biologi serta kehidupan sel dari tumbuhan dan hewan, bakteri dan virus, anatomi dan morfologi tumbuhan, prinsip fisiologi tumbuhan, prinsip penurunan sifat, prinsip reproduksi tumbuhan, dasar-dasar mikrobiologi, insekta tumbuhan, ekologi tumbuhan dan lingkungan tumbuhan
Mata kuliah ini mempelajari produksi biota perikanan budidaya (akuakultur) mulai dari pemilihan lokasi, desain, pengadaan sarana dan prasarana, proses produksi, penanganan pasca panen dan pemasaran hasil
Mata kuliah ini membahas tentang pengertian, sejarah dan falsafah penyuluhan, peranan penyuluh dalam pembangunan pertanian, metode penyuluhan serta dalam proses penyebaran informasi, adopsi teknologi, perubahan paradigma baru penyuluhan pertanian dan strategi pembangunan pertanian.
Mata kuliah ini membahas kosep pertanian terpadu, organik, hubungan manusia dengan lingkungan, hubungan manusia dengan pertanian, sistem pertanian terpadu tanaman-ternak, pertanian berkelanjutan, manajemen agribisnis berkelanjutan serta penerapan teknologi dan inovasi pertanian yang tepat guna dalam mendukung pertanian berkelanjutan
Mahasiswa dapat menjelaskan tentang Pencegahan penyakit dan Pengendalian Kesehatan pada ternak untuk mendapatkan produksi yang optimal serta dapat menjelaskan tentang penyakit-penyakit yang khusus dan banyak ditemui pada ternak unggas, sapi, domba dan kambing
Matakuliah ini menjelaskan konsep pengembangan masyarakat yang terkait dengan konteks analisis dan aksi pengembangan masyarakat di lapangan dengan memahami latarbelakang dan pengertian pengembangan masyarakat; beragam isu dalam pengembangan masyarakat; prinsip-prinsip dasar pengembangan masyarakat; pendekatan pengembangan masyarakat secara holistik dan terpadu; dan prinsip-prinsip untuk menerapkan aksi pengembangan masyarakat. Mahasiswa akan dibekali dengan instrumen perencanaan, pelaksanaan dan pengukuran dampak pengembangan masyarakat serta diberikan kesempatan untuk melihat praktik baik dari aktivitas pengembangan masyarakat berbasis pertanian.
Mata kuliah ini ini mencakup konsep-konsep pertanian modern, penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) seperti Internet of Things (IoT)dan aplikasi digital, serta pemanfaatan platform digital untuk pengambilan keputusan dalam kegiatan pertanian
Mata Kuliah ini mengajarkan dan melatih kemampuan mahasiswa serta membangun kepercayaan diri untuk berkomunikasi dalam Bahasa Inggris secara lisan maupun tulis dalam lingkup bisnis atau dunia kerja secara umum pada level intermediate.
Mata kuliah ini membahas mengenai metode, peralatan, proses fungsional, dan kinerja mesin-mesin yang digunakan pada kegiatan budidaya perkebunan mulai dari kegiatan penyiapan lahan, pemeliharaan hingga pemanenan, yang diawali dengan pengenalan motor bakar dalam yang mencakup konstruksi, prinsip kerja, sistem pembakaran, sistem pelumasan, sistem pendinginan, sistem transmisi, dan pemeliharaan/perawatan.
Mata kuliah membahas terkait teknik budidaya tanaman pangan yang mencakup pengertian dan manfaat serta pengelompokkan tanaman pangan, faktor biotik dan abiotik yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman pangan, dan pemanfaatan teknologi budidaya tanaman pangan serta menghitung input dalam kegiatan budidaya tanaman pangan yang dikaitkan dengan analisis usaha tani
Mata kuliah ini membahas tentang pengendalian hama dan penyakit secara terpadu dengan menerapkan pendekatan secara agroekologi untuk komoditas pangan, hortikultura dan perkebunan. Teknik-teknik yang digunakan pada masyarakat dan industri dipelajari untuk dapat diterapkan secara masif di kalangan petani sesuai kondisi di lapangan.
Praktik ini bertujuan agar mahasiswa mengenal dan memperoleh pengalaman lapang mengenai seluruh
aspek teknis produksi, pengolahan, pascapanen serta aspek penyuluhan dan pengembangan masyarakat
sesuai dengan bidang minat yang didalami mahasiswa.
Mata kuliah ini membahas tentang jenis limbah dan hasil ikutan ternak, ikan, maupun tanaman, pemanfaatannya, serta teknik pengolahannya agar dapat digunakan untuk manusia dalam rangka efisiensi produksi, pemeliharaan lingkungan, pelestarian alam dan pengembangan sumber-sumber energi hasil limbah peternakan, perikanan, dan pertanian yang terpadu
Matakuliah ini bertujuan memberi kemampuan kepada mahasiswa untuk merancang usulan penelitian dan melaksanakan seluruh proses kajian/penelitian Terapan melalui pembelajaran mengenai berbagai metode penelitian dalam Ilmu-ilmu Produksi Pertanian dan Ilmu Sosial; khususnya membahas secara mendalam proses penelitian berikut cara menganalisis dengan didukung data kualitatif dan kuantitatif serta permasalahan yang berhubungan dengan hal tersebut
Matakuliah ini bertujuan memberi kemampuan kepada mahasiswa untuk merancang usulan penelitian dan melaksanakan seluruh proses kajian/penelitian Terapan melalui pembelajaran mengenai berbagai metode penelitian dalam Ilmu-ilmu Produksi Pertanian dan Ilmu Sosial; khususnya membahas secara mendalam proses penelitian berikut cara menganalisis dengan didukung data kualitatif dan kuantitatif serta permasalahan yang berhubungan dengan hal tersebut
Mata Kuliah Pemetaan Potensi Wilayah Pedesaan merupakan mata kuliah yang membahas beberapa materi yang berkaitan dengan bagaimana membuat (proses dan cara) pemetaan potensi, serta pelaksanaan kegiatan praktik dari konsep tersebut. Secara khusus mata kuliah ini membahas materi yang berkaitan dengan pengertian dan ruang lingkup pemetaan potensi wilayah dan pedesaan, data statistik pembangunan pedesaan, SDGs desa, ketimpangan pembangunan wilayah dan pedesaan, social mapping, stakeholder mapping, pemetaan sumberdaya alam berbasis teknologi, pemetaan kelembagaan desa, peta perpolitikan pedesaan, CSR dalam pembangunan pedesaan dan jejaring kolaboratif pembangunan pedesaan. Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis potensi wilayah dan dapat mengembangkan lebih lanjut dari hasil pemetaan yang dihasilkan
Mempelajari pengertian, dasar-dasar kerja dan manajemen koperasi, peranan dan fungsi koperasi dalam
pembangunan pertanian serta kebijakan pemerintah dan strategi pengembangan koperasi, Mempelajari
berbagai sumber pembiayaan keuangan agribisnis dan cara mengakses berbagai lembaga keuangan untuk
mendapatkan pendanaan perusahaan
Mata kuliah ini menjelaskan prinsip-prinsip dalam memfasilitasi kegiatan pengembangan masyarakat dan
cara-cara penerapan Teknik-teknik partisipatoris dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mata kuliah
ini membahas konsep-konsep dasar, teori, metode dan teknik pengembangan partisipasi dan fasilitasi sosial
dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Kuliah ini mencakup ulasan teknik-teknik partisipatif dalam rangka
aksi pengembangan masyarakat dan penyuluhan pertanian maupun dalam kebijakan-kebijakan terkait
dengan pembangunan di desa dan pertanian, serta kritik terhadap pengembangan teknik partisipatif.
Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan Teknik fasilitasi dan pendampingan dalam projek-project sosial dalam kaitannya pengembangan masyarakat dan penyuluhan pertanian perdesaan.
Merupakan mata kuliah yang akan mengupas metode pelaksanaan penyuluhan dan media yang digunakan
dalam melakukan penyuluhan. Mahasiswa akan mendapatkan beberapa instrument metode pendekatan
kepada subjek penyuluhan, programa penyuluhan, perencanaan penyuluhan serta merumuskan media
penyuluhan yang sesuai dengan karakteristik subjek penyuluhan. Mahasiswa diharapkan mampu merancang penyuluhan dengan lebih komprehensif, menggunakan pendekatan kolaboratif dan melalukan kampanye
menggunakan media penyuluhan yang inovatif.
Mempelajari ruang lingkup manajemen agribisnis, sistem agribisnis, faktor sosiobiofisik, faktor-faktor produksi, pengolahan dan pemasaran produk agribisnis, pendapatan dan efisiensi
usahatani, serta perencanaan usahatani
Mata kuliah ini mempelajari bagaimana proses penanganan hasil tanaman pertanian yang meliputi tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Adapun hal-hal yang dibahas dalam mata kuliah ini berkaitan dengan usaha mengoptimalkan mutu, kualitas dan nilai ekonomis suatu produk pertanian
Mata kuliah ini menjelaskan kerangka hukum kebijakan di bidang pertanian baik langsung ataupun yang terkait dengan bidang pertanian
Mata Kuliah Pemetaan Potensi Wilayah Pedesaan merupakan mata kuliah yang membahas beberapa materi yang berkaitan dengan bagaimana membuat (proses dan cara) pemetaan potensi, serta pelaksanaan kegiatan praktik dari konsep tersebut. Secara khusus mata kuliah ini membahas materi yang berkaitan dengan pengertian dan ruang lingkup pemetaan potensi wilayah dan pedesaan, data statistik pembangunan pedesaan, SDGs desa, ketimpangan pembangunan wilayah dan pedesaan, social mapping, stakeholder mapping, pemetaan sumberdaya alam berbasis teknologi, pemetaan kelembagaan desa, peta perpolitikan pedesaan, CSR dalam pembangunan pedesaan dan jejaring kolaboratif pembangunan pedesaan. Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis potensi wilayah dan dapat mengembangkan lebih lanjut dari hasil pemetaan yang dihasilkan
Mata kuliah ini menjelaskan prinsip-prinsip dalam memfasilitasi kegiatan pengembangan masyarakat dan
cara-cara penerapan Teknik-teknik partisipatoris dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mata kuliah
ini membahas konsep-konsep dasar, teori, metode dan teknik pengembangan partisipasi dan fasilitasi sosial
dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Kuliah ini mencakup ulasan teknik-teknik partisipatif dalam rangka
aksi pengembangan masyarakat dan penyuluhan pertanian maupun dalam kebijakan-kebijakan terkait
dengan pembangunan di desa dan pertanian, serta kritik terhadap pengembangan teknik partisipatif.
Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan Teknik fasilitasi dan pendampingan dalam projek-project sosial dalam kaitannya pengembangan masyarakat dan penyuluhan pertanian perdesaan.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa atas partisipasinya dalam kegiatan summer course. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapat pengetahuan, melatih professional skill, dan mengasah managerial skill mahasiswa dalam menumbuhkembangkan budaya kerja sama multidisiplin keilmuan dalam suasana multikultural bagi mahasiswa IPB yang dilaksanakan di dalam maupun luar negeri. Mahasiswa diharapkan mampu membangun keterampilan berkomunikasi (public speaking), berfikir kreatif, inovatif, responsif, dan analitis (critical thinking and problem-solving) dalam summer course. Selain itu mahasiswa mampu mendiseminasikan pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki dalam kegiatan summer couse.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa atas partisipasinya sebagai pemakalah (baik oral/poster) pada forum-forum ilmiah nasional dan internasional di mana mahasiswa mampu membangun kemampuan berkomunikasi (public speaking), berfikir, kreatif, inovatif, responsif, dan analitis (critical thinking and problem-solving). Selain itu mahasiswa mampu mendesiminasikan pengetahuan dan kompetensi yang yang dimiliki dalam kegiatan konferensi/seminar
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa atas pengembangan minat dan bakat yang dimilikinya dan/atau membantu orang lain mulai dari membangun pengetahuan, keterampilan, dan kecakapannya dalam mengoptimalkan potensi diri untuk berprestasi, berkarya dan berkontribusi yang terbaik. Mahasiswa mampu mengembangkan inisiatif untuk bekerja sama, melakukan komunikasi, menyusun strategi kompetisi, dan melakukan kepemimpinan dalam lingkup terbatas sebagai individu maupun kelompok dalam upaya pemecahan masalah. Mahasiswa memiliki kemampuan untuk memotivasi orang lain dalam mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan melalui aktivitas positif yang dilakukan selama persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi dalam keikutsertaan kompetisi atau kegiatan lainnya.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa dari pengalaman, kreatifitas, dan inovasi dalam mengelola event mulai dari perencanaan, mengembangkan anggaran, menentukan jalur kritis, struktur rincian kerja, mitigasi risiko, perencanaan kontingensi, monitoring dan evaluasi; termasuk keterlibatannya dalam pemilihan tempat, pendaftaran, pengadaan logistik/konsumsi, akomodasi, transportasi, keamanan dan entertainment.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa dalam membangun kesadaran diri, pengelolaan emosi dan motivasi, keterlibatan secara sosial dengan lebih baik, mengembangkan keterampilan hubungan interpersonal yang baik, dan membuat keputusan kritis dan bertanggung jawab dalam menghadapi perubahan, penyesuaian diri dengan lingkungan, kemampuan beradaptasi, kreatif, dan bekerja dengan baik dengan orang lain.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa dari pengalaman dalam public speaking dan bekerjasama dalam Tim, dengan kemampuan sebagai berikut:
* Membedakan antara kelompok dan tim, termasuk karakteristik berbagai jenis tim
* Mengembangkan tim dan mengoptimalkan faktor-faktor yang berkontribusi pada kesuksesan tim
* Berkomunikasi yang efektif dalam organisasi, dan mencari solusi terkait hambatan umum untuk komunikasi yang efektif
* Memilih saluran, aliran, dan jaringan komunikasi yang efektif dalam suatu organisasi berdasarkan situasi
* Mengidentifikasi risiko umum dan masalah etika yang terkait dengan komunikasi verbal, tulisan dan melalui media sosial
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa dari pengalaman dalam berkegiatan dan berorganisasi yang dicirikan dari:
* Kemampuannya secara aktif mencari dan mempertimbangkan pandangan dan perspektif yang berbeda untuk menginformasikan pengambilan
keputusan yang lebih baik.
* Kemampuan dalam melihat beragam bakat sebagai sumber keunggulan kompetitif dan menginspirasi beragam orang untuk mendorong kinerja
organisasi dan individu menuju visi bersama.
* Keterampilan dalam menetapkan fokus; menyediakan dukungan motivasi; membina kerja tim; dan mengelola perubahan.
* Kompetensi dalam memecahkan masalah: mendorong inovasi; meneruskan berpikir; pemikiran strategis; inisiatif dan orientasi kewirausahaan; dan
* Kompetensi yang terkait dengan komunikasi dan mempengaruhi orang lain; serta membangun hubungan yang sinergis dan kolaboratif.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa terkait keterampilan sosial dan emosional yang menopang hubungan positif dalam berhubungan dengan orang lain. Ini mencakup keterampilan dasar dan terkait dari empati dan "kecerdasan emosional," juga dikenal sebagai EQ, yang mengacu pada kemampuan mengidentifikasi dan mengatur perasaan kita sendiri, menyelaraskan perasaan orang lain dan memahami perspektif mereka, dan menggunakan pengetahuan ini untuk:
* Interaksi sosial yang konstruktif, untuk kerja tim yang lebih efektif, pemecahan masalah, dan pemulihan dari kemunduran;
* Memperkuat empati, kepercayaan, dan kolaborasi di antara tim dan menyelesaikan konflik secara lebih konstruktif — dengan penekanan khusus pada bagaimana kepemimpinan yang cerdas secara sosial dapat membangun budaya kepemilikan dan keterlibatan (belonging and engagement) dalam tim.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa dari pengalaman kepemimpinan, keterlibatan atau tanggung jawabnya dalam perencanaan strategi yang sangat bergantung pada kemampuan mahasiswa untuk melihat situasi secara utuh (helicopter view) dan membuat keputusan yang tepat. Untuk membuat keputusan untuk memajukan organisasi, para pemimpin perlu memastikan bahwa tujuan organisasi dapat dicapai dan seimbang sambil juga mempertimbangkan ketidakpastian perkembangan di masa depan. Dalam lingkungan organisasi yang kompleks, strategi yang baik adalah hasil dari penerapan pola pikir analitis dan penggunaan pendekatan sistematis untuk pengambilan keputusan, antara lain didukung juga dengan:
* Kemampuan membuat pohon tujuan pemangku kepentingan untuk mengembangkan serangkaian tujuan terukur dengan jelas
* Kemampuan merumuskan skenario untuk mempersiapkan situasi masa depan yang mungkin berbeda dari apa yang diharapkan
* Kemampuan membuat analisis multi-kriteria untuk menilai keputusan mana yang dapat membantu pencapaian tujuan
* keterampilan analitis dalam konteks bisnis, memungkinkan untuk mengungkap situasi kompleks yang membutuhkan keputusan.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa terkait dengan kemampuannya dalam memecahkan masalah baru yang tidak jelas dalam pengaturan dunia nyata yang kompleks. Kemampuan ini dibangun di atas praktik berpikir kritis yang kokoh, melihat masalah dari berbagai sudut pandang, mengembangkan solusi alternatif, dan memilih solusi terbaik berdasarkan pemahaman mahasiswa tentang masalah, lingkungan yang memengaruhi masalah, dan mereka yang terkena dampak solusinya.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa atas:
* Pemahaman terkait teori model bisnis Social Enterprise, Triple Bottom Line, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs)
* Kemampuan melakukan identifikasi masalah sosial – yang dapat dibantu melalui bisnis
* Kemampuan membangun hubungan Masalah Sosial dengan SDGs dan rencana bisnis yang dikembangkan
* Keterampilan melakukan analisis pesaing, analisis pelanggan dan riset pemasaran yang menyeluruh
* Kemampuan untuk mengukur dan melaporkan dampak untuk Kewirausahaan Sosial
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa dari kemampuanya dalam:
* Berpikir kritis yaitu pertimbangan yang aktif, gigih, dan cermat atas suatu keyakinan atau bentuk pengetahuan. Ini mencakup analisis dan penilaian tentang ide dan kondisi yang mendukung keyakinan dan kesimpulan yang mengikutinya. Berpikir kritis melibatkan analisis dan evaluasi pemikiran seseorang dan pemikiran orang lain yang tunduk pada standar intelektual, termasuk kejelasan, akurasi, presisi, relevansi, signifikansi, kedalaman, keluasan, logika, dan keadilan.
* Pemikiran kreatif adalah generasi ide-ide baru di dalam atau lintas disiplin ilmu. Ini memanfaatkan atau melanggar aturan dan prosedur dalam disiplin ilmu tersebut dan secara aktif melibatkan mahasiswa dalam menyatukan ide-ide yang ada ke dalam konfigurasi baru; mengembangkan properti atau kemungkinan baru untuk sesuatu yang sudah ada; dan menemukan atau membayangkan sesuatu yang sama sekali baru. Standar untuk menilai pemikiran kreatif mencakup orisinalitas, kesesuaian, fleksibilitas, dan kontribusi ke domain.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa dari kemampuanya:
* Melakukan negosiasi yang efektif dan mencapai kesepakatan yang memuaskan, menganalisis perspektif "sosial" dari sebuah negosiasi dan dampaknya pada kesepakatan yang berhasil, serta risiko mengabaikannya, atau mengabaikan penerapannya;
* Mengadopsi teknik komunikasi yang meningkatkan hubungan dan merangsang kerja sama antara pihak-pihak yang terlibat;
* Mengembangkan pemikiran kritis untuk mengelola emosi dan menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif;
* Menangani perkembangan tak terduga dalam negosiasi bisnis, seperti tujuan yang saling bertentangan, perbedaan budaya, dan jalan buntu;
* Menggunakan pertimbangan politik dalam negosiasi bisnis;
* Mengukur seberapa baik kinerja di setiap tahap proses negosiasi.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa terkait dengan kemampuannya untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan etika yang ditunjukkan dalam praktik profesional; kemampuan untuk menggunakan pengetahuannya untuk refleksi dalam praktik profesional mahasiswa; serta pemahamannya tentang kesadaran etis, sosial dan lingkungan, serta hak dan tanggung jawab dalam bertindak dengan cara yang diinginkan secara moral, menuju komitmen moral dan perilaku yang bertanggung jawab
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa atas pengalaman, pemahaman dan kemampuannya berinteraksi dalam dunia yang beragam (diverse world). Mahasiswa didorong untuk mempelajari, menghormati, dan menghargai berbagai budaya, pengalaman hidup, dan perspektif orang lain, sehingga akan meningkatkan kesadaran akan keberagaman, kesetaraan, dan masalah keadilan sosial baik secara domestik maupun global.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa atas partisipasinya dalam kegiatan summer course. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapat pengetahuan, melatih professional skill, dan mengasah managerial skill mahasiswa dalam menumbuhkembangkan budaya kerja sama multidisiplin keilmuan dalam suasana multikultural bagi mahasiswa IPB yang dilaksanakan di dalam maupun luar negeri. Mahasiswa diharapkan mampu membangun keterampilan berkomunikasi (public speaking), berfikir kreatif, inovatif, responsif, dan analitis (critical thinking and problem-solving) dalam summer course. Selain itu mahasiswa mampu mendiseminasikan pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki dalam kegiatan summer couse.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa atas partisipasinya dalam kegiatan summer course. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapat pengetahuan, melatih professional skill, dan mengasah managerial skill mahasiswa dalam menumbuhkembangkan budaya kerja sama multidisiplin keilmuan dalam suasana multikultural bagi mahasiswa IPB yang dilaksanakan di dalam maupun luar negeri. Mahasiswa diharapkan mampu membangun keterampilan berkomunikasi (public speaking), berfikir kreatif, inovatif, responsif, dan analitis (critical thinking and problem-solving) dalam summer course. Selain itu mahasiswa mampu mendiseminasikan pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki dalam kegiatan summer couse.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa atas partisipasinya sebagai pemakalah (baik oral/poster) pada forum-forum ilmiah nasional dan internasional di mana mahasiswa mampu membangun kemampuan berkomunikasi (public speaking), berfikir, kreatif, inovatif, responsif, dan analitis (critical thinking and problem-solving). Selain itu mahasiswa mampu mendesiminasikan pengetahuan dan kompetensi yang yang dimiliki dalam kegiatan konferensi/seminar
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa dalam mendapatkan atau mempertahankan kredensial profesional baik yang terkait dengan bidang keilmuan atau kompetensi tambahan baru dengan tujuan pengembangan diri maupun untuk peningkatan karir melalui kegiatan-kegiatan sertifikasi kompetensi, mengikuti pelatihan-pelatihan, praktik kerja/magang dan kegiatan lainnya yang relevan.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa atas pengembangan minat dan bakat yang dimilikinya dan/atau membantu orang lain mulai dari membangun pengetahuan, keterampilan, dan kecakapannya dalam mengoptimalkan potensi diri untuk berprestasi, berkarya dan berkontribusi yang terbaik. Mahasiswa mampu mengembangkan inisiatif untuk bekerja sama, melakukan komunikasi, menyusun strategi kompetisi, dan melakukan kepemimpinan dalam lingkup terbatas sebagai individu maupun kelompok dalam upaya pemecahan masalah. Mahasiswa memiliki kemampuan untuk memotivasi orang lain dalam mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan melalui aktivitas positif yang dilakukan selama persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi dalam keikutsertaan kompetisi atau kegiatan lainnya.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa dari pengalamannya melakukan kegiatan -kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mencakup:
* Mempunyai rasa peduli dan empati terhadap permasalahan yang dihadapi dimasyarakat, serta pemahaman terhadap adat istiadat dan budaya masyarakat serta wawasan kebangsaan;
* Mampu mengidentifikasi, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program pemberdayaan masyarakat dalam bidang pertanian dalam arti luas, industri berbasis pertanian dan lingkungan secara terintegrasi (multi dan inter disiplin antar profesi di IPB;
* Mempunyai kepedulian dan komitmen yang tinggi, terampil berkomunikasi, dan bekerjasama antar profesi untuk berkonstribusi dalam mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat;
* Mampu menginisiasi dan mengembangkan jejaring kerjasama pemangku kepentingan dalam upaya pemecahan masalah untuk memenuhi kebutuhan dalam dinamika kehidupan aktual di masyarakat.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa atas:
* Pemahaman terkait teori model bisnis Social Enterprise, Triple Bottom Line, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs)
* Kemampuan melakukan identifikasi masalah sosial – yang dapat dibantu melalui bisnis
* Kemampuan membangun hubungan Masalah Sosial dengan SDGs dan rencana bisnis yang dikembangkan
* Keterampilan melakukan analisis pesaing, analisis pelanggan dan riset pemasaran yang menyeluruh
* Kemampuan untuk mengukur dan melaporkan dampak untuk Kewirausahaan Sosial
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa dari pengalamannya dalam berwirausaha yang mencakup:
* Kemampuan menginternalisasikan nilai dan sikap kewirausahaan, yaitu kemandirian, keberanian mengambil keputusan, ketrampilan menangkap peluang, dan keberanian mengambil risiko;
* Kemampuan mengidentifikasi, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi peluang bisnis;
* Kemampuan bekerjasama, bertanggung-jawab, terampil berkomunikasi dan melakukan negosiasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan bisnisnya;
* Memiliki jiwa kreativitas dan inovasi dalam memberikan nilai tambah terhadap produk;
* Kemampuan menginisiasi dan membangun jejaring bisnis yang prospektif dan berkelanjutan.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa dari pengalaman dalam berkegiatan dan berorganisasi yang dicirikan dari:
* Kemampuannya secara aktif mencari dan mempertimbangkan pandangan dan perspektif yang berbeda untuk menginformasikan pengambilan
keputusan yang lebih baik.
* Kemampuan dalam melihat beragam bakat sebagai sumber keunggulan kompetitif dan menginspirasi beragam orang untuk mendorong kinerja
organisasi dan individu menuju visi bersama.
* Keterampilan dalam menetapkan fokus; menyediakan dukungan motivasi; membina kerja tim; dan mengelola perubahan.
* Kompetensi dalam memecahkan masalah: mendorong inovasi; meneruskan berpikir; pemikiran strategis; inisiatif dan orientasi kewirausahaan; dan
* Kompetensi yang terkait dengan komunikasi dan mempengaruhi orang lain; serta membangun hubungan yang sinergis dan kolaboratif.
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa dalam menggunakan kreativitas dan keterampilan berpikir desain untuk mengidentifikasi dan memilih peluang yang memungkinkan inovasi. Keterampilan dalam pemecahan masalah secara kreatif dikembangkan dan ditingkatkan melalui berbagai aktivitas. Kemampuan menggunakan alat berpikir desain untuk membantu siswa memahami pemikiran desain sebagai pendekatan pemecahan masalah. Kemampuan mengembangkan ide/gagasan melalui proses empati terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan penciptaan nilai (value co-creation).
Pengakuan atas capaian pembelajaran yang didapat mahasiswa atas partisipasinya dalam kegiatan summer course. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapat pengetahuan, melatih professional skill, dan mengasah managerial skill mahasiswa dalam menumbuhkembangkan budaya kerja sama multidisiplin keilmuan dalam suasana multikultural bagi mahasiswa IPB yang dilaksanakan di dalam maupun luar negeri. Mahasiswa diharapkan mampu membangun keterampilan berkomunikasi (public speaking), berfikir kreatif, inovatif, responsif, dan analitis (critical thinking and problem-solving) dalam summer course. Selain itu mahasiswa mampu mendiseminasikan pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki dalam kegiatan summer couse.
Merupakan Mata kuliah yang memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek evaluasi dalam konteks penyuluhan pertanian. Dimulai dengan pengantar evaluasi, mahasiswa akan mempelajari konsep dasar dan tahapan evaluasi, metode yang digunakan, serta prosedur perencanaan yang komprehensif. Teknik pengumpulan dan analisis data menjadi fokus penting, diikuti dengan penyusunan laporan evaluasi yang efektif. Evaluasi program penyuluhan dan penggunaan hasil evaluasi untuk perbaikan program juga dibahas secara mendetail. Selain itu, mahasiswa akan dikenalkan pada monitoring dan evaluasi partisipatif, indikator keberhasilan, dan evaluasi dampak penyuluhan. Prinsip-prinsip evaluasi, penyusunan rekomendasi program, serta tantangan yang dihadapi dalam evaluasi penyuluhan pertanian juga menjadi bagian integral dari mata kuliah ini. Dengan demikian, mahasiswa
Mata kuliah Kolokium merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program sarjana terapan di IPB yang bertujuan untuk melatih keterampilan akademik dalam menyusun dan mempresentasikan proposal penelitian proyek akhir. Mata kuliah ini berfungsi sebagai tahap awal dalam proses penyelesaian proyek akhir akhir mahasiswa dan menjadi prasyarat sebelum mahasiswa dapat melaksanakan proyek akhir. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa akan belajar bagaimana merancang proposal penelitian yang komprehensif, menyajikannya dalam forum akademik, serta mempertahankan ide penelitian mereka melalui diskusi ilmiah. Melalui pendekatan Problem-Based Learning (PBL), mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan penelitian, merumuskan hipotesis, serta menyusun rancangan metodologi yang tepat untuk menyelesaikan penelitian yang diusulkan. Selain itu, mata kuliah ini mengembangkan keterampilan komunikasi akademik mahasiswa melalui kegiatan presentasi proposal, diskusi akademik, serta peer review yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas penelitian sebelum tahap pelaksanaan proyek akhir.
Mata kuliah Seminar merupakan bagian dari kurikulum program sarjana di IPB yang bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam menyusun, menyajikan, dan mempertahankan hasil penelitian mereka secara akademik. Mata kuliah ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengomunikasikan temuan penelitian mereka secara sistematis dan mendapatkan umpan balik yang konstruktif dari dosen serta rekan sejawat. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, argumentasi ilmiah, serta teknik komunikasi akademik yang baik. Kegiatan utama dalam mata kuliah ini adalah seminar hasil penelitian, di mana mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian skripsi mereka sebelum melanjutkan ke tahap Ujian Proyek Akhir. Pendekatan Problem-Based Learning (PBL) diterapkan dalam mata kuliah ini untuk mendorong mahasiswa dalam melakukan refleksi mendalam terhadap penelitian yang telah mereka lakukan. Mahasiswa harus mampu mengidentifikasi kelemahan dan keunggulan penelitian mereka sendiri serta menerima dan mengintegrasikan masukan dari diskusi akademik untuk penyempurnaan hasil penelitian.
Proyek akhir merupakan karya ilmiah mahaiswa tingkat akhir program penelitian sarjana terapan berasarkan hasil kajian dari magang, penelitian terapan, analisis kasus, kegiatan kewirausahaan, penelitian aksi, kaji tindak, karya (prototype, desain produk, permodelan dll), pemecahan masalah, rekayasa sosial, analisa kebijakan atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan capaian pembelajaran lulusan yang telah ditetapkan oleh program studi