Lulusan Program Studi Sarjana Proteksi Tanaman merupakan sarjana pertanian yang memiliki kompetensi akademik, teknis, dan etika profesional dalam bidang perlindungan tanaman. Lulusan dibekali dengan pengetahuan mendalam dan keterampilan praktis dalam mendeteksi, menganalisis, serta mengelola organisme pengganggu tumbuhan (OPT) secara berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi.  Lulusan program ini mampu berkontribusi dalam menjaga kesehatan tanaman untuk mendukung produktivitas dan ketahanan pangan nasional, serta adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika sektor pertanian.

Visi

Menjadi program studi inovatif dan resilien dalam pengembangan sains dan teknologi pengelolaan hama dan penyakit pada tanaman, tempat penyimpanan dan permukiman secara berkelanjutan serta penyediaan sumberdaya manusia yang berkarakter techno-sociopreneur yang unggul untuk mendukung kemandirian bangsa

Misi

1)   Menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang pengelolaan hama dan penyakit tanaman, tempat penyimpanan dan permukiman untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing internasional, berkarakter techno-socioprenuer, berakhlak mulia, dan memiliki nasionalisme tinggi.

2)   Mengembangkan sains dan teknologi pengelolaan kesehatan tanaman, tempat penyimpanan dan permukiman yang berorientasi sumberdaya hayati melalui penelitian berkualitas tinggi.

3)   Mendukung pertanian berkelanjutan melalui implementasi sains dan teknologi pengelolaan kesehatan tanaman, tempat penyimpanan dan permukiman untuk mendukung kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat.

No Mata Kuliah SKS Prasyarat Semester Kategori Mata Kuliah
Kode Nama

Setelah menyelesaikan pembelajaran di Program Studi Sarjana Proteksi Tanaman, lulusan diharapkan:

 
1.
Menguasai ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, matematika, ekonomi, dan kewirausahaan sebagai landasan untuk berpikir kritis, logis, kreatif, dan adaptif di bidang Proteksi Tanaman
 
2.
Menguasai pengetahuan dan keterampilan tentang biologi, fisiologi, ekologi tumbuhan, budidaya tanaman, aspek sosial, ekonomi dan politik pertanian serta pemutakhirannya
 
3.
Menguasai pengetahuan dan keterampilan tentang bioekologi organisme pengganggu tumbuhan dan dasar-dasar ilmu hama dan penyakit tanaman serta prinsip-prinsip dan manajemen kesehatan tanaman dan pemutakhirannya untuk menjamin pertanian berkelanjutan
 
4.
Menguasai pengetahuan dan keterampilan tentang prosedur, teknik analisis data dan/atau informasi tentang permasalahan kesehatan tanaman serta berbagai metode pengendalian hama dan penyakit tumbuhan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan pengelolaan organisme pengganggu tumbuhan
 
5.
Mampu merancang, menerapkan, dan mengevaluasi pengelolaan hama dan penyakit tumbuhan terpadu dengan menggunakan metode yang ramah lingkungan, efektif, dan ekonomis dalam berbagai agroekosistem untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan tanaman
 
6.
Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan komunitas ilmiah dan masyarakat secara efektif, bekerja sama, bertanggung jawab, adaptif terhadap tantangan global, memiliki kesadaran belajar sepanjang hayat, serta bertindak sesuai norma dan etika.

Program Sarjana Departemen Proteksi Tanaman mengemban mandat untuk menghasilkan sarjana pertanian yang kompeten, berintegritas, dan adaptif dalam mengembangkan serta menerapkan sains dan teknologi pengelolaan kesehatan tanaman secara berkelanjutan. Program studi ini menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendeteksi, menganalisis, mencegah, dan mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada sistem budidaya tanaman, tempat penyimpanan hasil pertanian, serta lingkungan permukiman, dengan pendekatan ilmiah, ramah lingkungan, berbasis data, dan sesuai kebijakan nasional maupun internasional.

Mandat tersebut diwujudkan melalui pendidikan berbasis bioekologi OPT, Pengelolaan Hama Terpadu (PHT), teknologi proteksi tanaman modern, bioteknologi, analisis risiko, serta kewirausahaan, sehingga lulusan mampu berperan sebagai ahli proteksi tanaman, peneliti muda, konsultan/penyuluh, manajer lapangan agribisnis/agrokimia, dan wirausahawan techno-sociopreneur dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional.